Diterbitkan pertama kali pada: 20-Nov-2022 @ 11:37

6 menit membaca

*KIAT MERAIH BAHAGIA*
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc MA
25 Rabi’ul Tsani 1444H / 20 Nop 2022
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Manusia sepakat untuk mencari kebahagiaan dalam hidup. Hanya saja definisi kebahagiaan itu berbeda.

Sebagai orang beriman, bahagia harus sesuai dengan syariat yang kita imani.

Orang yang paling bahagia kalau ukur dengan harta adalah Qarun. Namun itu bahagia yang semua, karena akhirnya menderita.

Kalaulah beruntung atau bahagia itu dari sisi kekuasaan, maka Firaun adalah orang yang paling bahagia. Firaun sempat mengatakan bahwa sungai mengalir itu atas kekuasaan nya maka Allah tenggelam kan Firaun dengan air.

➡️ Syaikh Abdurrahman As Sa’di, bahagia itu ada 3 hal.

🔹1. Bahagia dengan agama, kebahagiaan yang hakiki. Khusus untuk orang yang beriman.

🔹2. Kebahagiaan dengan kesempurnaan instingnya. Misal anak muda yang ingin cari pasangan hidup bahagia bila dapat pasangan hidup.

🔹3. Bahagia karena kerja.

Istri Nabi Nuh dan Istri Nabi Luth, keduanya tidak punya kebahagiaan yang hakiki. Karena akhirnya masuk neraka.

Allah berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. Qs Al Asr ayat 1-3.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ  أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu

(1) barangsiapa yang Allâh dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya,

(2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah.

(3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.”
HR Bukhari, Muslim dan lainnya.

➡️ Poin yang dapat membuat bahagia

🔹1. Iman dan amal shalih.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan amal sholeh , baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

Amalan dikatakan sholeh bila sesuai dengan ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan ikhlas.

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa orang yang paling bahagia yang beliau jumpai adalah gurunya yaitu Syaikh Ibnu Taimiyyah, karena ilmunya walaupun beliau hanya punya sedikit harta.

Ibnu Taimiyyah saat dipenjara membaca ayat-ayat

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتُ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوا انْظُرُوْنَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُّوْرِكُمْ ۚ قِيْلَ ارْجِعُوْا وَرَآءَكُمْ فَا لْتَمِسُوْا نُوْرًا ۗ فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُوْرٍ لَّهٗ بَا بٌ ۗ بَا طِنُهٗ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهٗ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَا بُ 

“Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.”
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 13)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يُنَا دُوْنَهُمْ اَلَمْ نَكُنْ مَّعَكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى وَلٰـكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ اَنْفُسَكُمْ وَ تَرَبَّصْتُمْ وَا رْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْاَ مَا نِيُّ حَتّٰى جَآءَ اَمْرُ اللّٰهِ وَ غَرَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ

“Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.”
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 14)

Bahagia itu di hati.

🔹2. Merasa Qanaah – rela atas pemberian Allah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mukmin itu menakjubkan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

عَجِبْتُ لِلْمُؤْمِنِ إِذَا أَصَابَهُ خَيْرٌ حَمِدَ اللَّهَ وَشَكَرَ وَإِنْ أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ حَمِدَ اللَّهَ وَصَبَرَ فَالْمُؤْمِنُ يُؤْجَرُ فِي كُلِّ أَمْرِهِ حَتَّى يُؤْجَرَ فِي اللُّقْمَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِهِ

“Aku kagum dengan seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia memuji Allah dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap urusannya sampai suapan makanan yang dia angkat ke mulut istrinya.”
HR Ahmad

🔹3. Selalu melihat kebawah saat memandang nikmat Allah.

Jangan melihat ke atas sehingga menjadi kurang bersyukur.

Rasulullah ﷺ bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang-orang yang ada di bawah kalian dan jangan melihat kepada yang di atas kalian karena hal itu lebih membantu agar tidak meremehkan nikmat Allah.” HR Ahmad

🔹4. Berbuat baik kepada makhluk.

Dalam sebuah hadits..

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِي يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنْ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا

dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ bahwa di suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing, anjing tersebut mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan, maka kemudian wanita tersebut mencopot sepatunya dan memberi minum anjing tersebut. Allah pun kemudian mengampuni dosa-dosa pelacur itu.
HR Ahmad

Kaidah berbuat baik – dimulai dengan orang yang terdekat.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling baik bagi keluarga nya.

Jangan sepelekan berbuat kebaikan walaupun hanya senyum.

Bahagia kan makhluk maka kita akan bahagia

🔹5. Banyak berdzikir kepada Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ 

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 28)

Banyak dzikir yang ringan yang besar pahala nya.

Allah tidak akan mengazab selama kita bersama dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)

Maka perbanyak istighfar. Supaya kita bahagia dan diberi kemenangan.

Setiap sunnah itu membahagiakan
Setiap bidah itu Menyengsarakan

Jadi dua hal yang angkat musibah adalah dengan amalkan sunnah dan perbanyak istighfar.

 يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu,’ sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. 

🔹6. Banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Doa yang terbaik adalah yang kumpulkan segala kebaikan.

Doa Meminta Segala Sesuatu Yang Pernah Diminta Nabi

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ
وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

Allaahumma innii as-aluka minal khoiri kullihi ‘aajilihi wa aajilihi, maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam,
Wa a’uudzu bika minasy-syarri kullihi ‘aajilihi wa aajilihi, maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam,
Allaahumma innii as-aluka min khoiri maa sa-alaka ‘abduka wa nabiyyuka, wa a’uudzu bika min syarri maa ‘aadza bihi ‘abduka wa nabiyyuka,
Allaahumma innii as-alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au ‘amal, wa a’uudzu bika minan-naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au ‘amal,
Wa as-aluka an taj’ala kulla qodhoo-in qodhoitahu lii khoiron.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui,
Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui,
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan semua doa yang pernah diminta oleh hamba dan nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang hamba dan nabi-Mu pernah berlindung darinya,
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan dari segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan,
Dan aku memohon kepada-Mu agar Engkau jadikan setiap yang Engkau takdirkan bagiku adalah baik.

HR. Ahmad 25019, Ibnu Majah 3846 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth.

🔹7. Ikhlas dalam berbuat baik.

Hanya harapkan ridha dari Allah bukan dari manusia.

Berbuat baik karena Allah..

🔹8. Perasaan hidup itu singkat

Sabar itu sebentar paling lama 60-70 tahun.

Orang yang baik itu istirahat saat wafat
Orang yang fasik kalau mati maka manusia/hewan/tumbuhan istirahat daripada nya.

Bila kita merasa hidup ini tak lama, akan buat kita sabar tangguh dalam hadapi ujian.

🔹 9. Banyak memberi maaf dan udzur kepada orang lain.

Hadapi dengan lapang dada.
Manusia tak ada yang sempurna.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?