BERTEMANLAH HINGGA KE SURGA
Diterbitkan pertama kali pada: 30-Okt-2022 @ 06:18
6 menit membaca*BERTEMANLAH HINGGA KE SURGA*
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 5 Rabi’ul Tsani 1444H (30 OKT 2022)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Alhamdulilah kita diberi nikmat, di antara nya bisa sholat subuh berjamaah yang keutamaan nya disebutkan oleh Nabi ﷺ, yaitu seperti sholat setengah malam.
Kenikmatan bisa mengerjakan amal sholeh adalah atas petunjuk dan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan ini *sangat sedikit* jumlahnya.
Pertemanan memberi pengaruh atas kehidupan kita. Ini sangat terlihat pada anak kecil namun pada orang dewasa sering tidak disadari oleh kebanyakan orang.
Maka perhatikan siapa teman dekat kita.
Dan di zaman ini banyak orang yang salah memilih teman. Zaman yang kerusakan, kejahilan meraja lela.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلَائِكَةُ تَنْزِيلًا (25) الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمَنِ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا (26) وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29)
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah-belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkan malaikat bergelombang-gelombang. Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. (QS. Al-Furqan 25: Ayat 25-29)
🔹Allah berfirman,
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Ada orang-orang yang bisa memperbaiki masyarakat, tapi jumlahnya sedikit. Yang kokoh dengan prinsip yang baik.
Maka dari itu, carilah teman-teman yang baik, kebanyakan manusia mengikuti arus masyarakat/lingkungan/zaman.
🔹Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ وَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai. Dan engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” (HR. Tirmidzi)
🖍️ 1. *Ciri teman dekat adalah kita merasa dia adalah diri kita, tanpa ada yang kita tutupi.*
🔹 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Salah satu contoh yang salah memilih teman adalah Abu Thalib yang salah memilih teman dekatnya.. Padahal Abu Thalib tahu bahwa kebenaran ada pada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Contoh teman yang baik, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjenguk pembantunya yang sakit dan masih Yahudi. Nabi ﷺ mengajak anak tersebut untuk masuk Islam dan diijinkan oleh orangtua anak yang masih Yahudi.
Hasan Al- Bashri berkata,
استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة
”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.”
Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,
حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…
Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim).
🖍️ 2. *Selanjutnya berusaha untuk saling mengingatkan.*
Ada pepatah arab yang mengatakan Temenmu adalah orang yang jujur kepadamu, kalau baik dia katakan baik, kalau salah dia katakan salah..
Ini pentingnya kita berlapang dada bila ada orang yang menasihati kita.
Walaupun ada yang salah dalam menasihati, tapi lihatlah esensi nya yaitu dia inginkan kebaikan pada kita.
Teman yang jujur itu susah didapatkan, tapi Insya Allah akan didapat bila kita benar-benar ingin mencarinya demi kebaikan kita.
Allah berfirman,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. Al-‘Asr, ayat 1-3
🖍️ 3. *Cintailah teman kita karena Allah*
Termasuk tujuh golongan yang dapat naungan Allah di hari kiamat kelak. Yaitu saat matahari yang didekatkan sampai jarak satu mil.. Betapa panas nya keadaan saat itu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ
(1) imam yang adil,
وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ
(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh,
وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ
(3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid,
وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
(4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,
وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ
(5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allâh.’
وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ
(6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
(7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Diantara tujuh golongan itu yang paling mudah adalah merahasiakan sedekah kemudian cari teman yang cinta dan kisah karena Allah.
Tujuh golongan ini Allah banggakan
🖍️ 4. *JANGAN berlebihan dalam membenci dan mencintai*
Cukup sewajarnya. Perhatikan hadits berikut ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. beliau bersabda,
أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيْضَكَ يَوْمًا مَا، وَأَبْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا
“Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, bisa jadi suatu hari ia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya bis jadi suatu hari ia menjadi orang yang kau sayangi” (HR Tirmidzi)
🖍️ 5. *Membudayakan salam*
🖍️ 6. *membudayakan saling beri hadiah*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
🖍️ 7. *Jadilah dermawan semampunya*
🖍️ 8. *Saling menghormati teman.*
Termasuk ini adalah memberi panggilan yang baik.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ
“Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk)” (QS. Al-Hujuraat [49]: 11).
🖍️ 9. *Jadilah pemaaf*
Teman kita banyak salah, jadilah pemaaf. Mudah memaafkan akan membuat hidup kita lapang.
Allah akan menambah kemuliaan seorang hamba, bila memaafkan (hadits)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ. رواه مسلم وغيره
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).”
HR Muslim.
🖍️ 10. *sifat dewasa*
Yaitu dewasa dalam perbedaan. Boleh menasihatinya tapi tidak boleh memaksakan.
🖍️ 11. *saling mendoakan dalam kebaikan*
Terutama bila kita sedang jauh dari teman kita. Malaikat nantinya akan mendoakan kita akan hal yang sama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR. Muslim)
Intinya – berteman dalam kebaikan.
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##

