10 KIAT KETENANGAN – 2 : INDAHNYA AMPUNAN ALLAH
Diterbitkan pertama kali pada: 16-Jun-2024 @ 06:20
4 menit membaca*10 KIAT KETENANGAN – 2 : INDAHNYA AMPUNAN ALLAH*
(Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr)
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
9 Dzulhijjah 1445 H/ 16 Juni 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ Sebab ketenangan bisa diringkas menjadi dua perkara.
1️⃣ Lapang dada tidak didapat kecuali dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syaikh sering menyatakan bahwa kesuksesan dunia akhirat hanya didapat dari petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2️⃣ Lapang dada, rasa nyaman, hidup tenang tidak didapat kecuali dengan ketaatan dan selalu melazimi syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dua perkara adalah dua perkara yang mengumpulkan untuk mendapatkan Ketenangan Qalbu dan dasar sumber untuk mendatangkan lapang dada.
Lapang dada itu urusan Qalbu bukan urusan luar.
Qalbu iru ditangan Allah dan Allah membolak-balikannya. Sesuai kehendak Allah. Apa saja yang Allah kehendaki maka terjadi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ
“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 125)
❗Maka dari itu untuk mendatangkan ketenangan kita harus minta dan taat kepada Allah.
Asyiah (istri Firaun), bisa lapang dada karena petunjuk dari Allah.
Ibrahim alaihissalam – dalam keadaan yang tidak nyaman – bisa lapang dada atas karunia Allah.
🔹Kalau ada pertanyaan, berarti orang yang tidak taat tidak salah karena itu kehendak Allah? ❓
1. Allah telah menyediakan segala sarana untuk taat kepada Allah. (Al Qur’an, diutusnya Rasulullah ﷺ).
2. Itu kehendak Allah, tugas kita adalah meniti jalan yang benar.
3. Jangan bersandar dengan ini tapi kerjakan ketaatan kepada Allah, karena itu takdir kita.
Allah akan membukakan dada manusia untuk Islam.. Untuk mendapatkan ketenangan.
✅ Lapang dada disini termasuk lapang dada menjalankan ketaatan.
Maka lapang dada tidak dapat kecuali dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan oleh karena itu kita harus meminta kepada Allah, dengan syarat sebagai sebab dengan menjalankan ketaatan.
➡️ Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata – Keadaan seorang hamba di dalam kubur seperti keadaan Qalbu yang rasakan sempit atau lapang dada.
Maksiat – maka kuburan sempit
Taat – kuburan akan lapang.
Jadi lapang dada kita saat jalankan ketaatan syariat akan sebabkan lapang nya kubur kita. Begitu juga sebaliknya.
Qalbu yang sempit saat jalankan ketaatan saat hidup maka sempit juga Kuburnya kelak.
Ibnu Mas’ud – sholat di rumah adalah tanda ada munafik dalam diri kita.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلاَّ مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِى الصَّفِّ
“Aku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jama’ah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jama’ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf.” (HR. Muslim).
Syaikh pernah menceritakan jama’ah Indonesia yang kaki nya tinggal satu tapi kuat sholat tarawih 3 Juz.
FIKIH besar saat berqurban adalah senang dengan berqurban.
➡️ Tiga perkara bahwa tanda lapang Qalbu :
1. Hendaknya seseorang Qalbu nya condong akhirat
2. Hendaknya hindari Qalbu condong pada dunia
3. Hendaknya seseorang bersiap untuk mati.
Maka sering-sering untuk ucapkan Alhamdulilah baik saat dapat nikmat maupun musibah. ❗📢
Dalam sebuah hadits riwayat Ath Thabrani dan Al Hakim:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ
Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu..
Ingat selalu amalan-amalan yang mengantarkan kita mendapatkan rumah di surga.
Sering-sering berdzikir sebagai harta simpanan di surga,yaitu kalimat ini.
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
Dalam sebuah hadits dijelaskan.
وَعَنْ أَبِي مُوْسَى – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( أَلاَ أدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الجَنَّةِ ؟ )) فَقُلْتُ : بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : (( لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ menunjukkan kepadaku,
“Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu dari simpanan surga?”
Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah).” (Muttafaqun ‘alaih)
Capek di dunia dalam Ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengantarkan kita lapang dada di akhirat kelak.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ ، وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
“Siapa yang merasa suka untuk bertemu dengan Allah, Allah akan suka bertemu dengannya. Dan siapa yang tidak menyukai bertemu dengan Allah, Allah pun tidak suka bertemu dengannya.”
Berkata ‘Aisyah istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Kami -wahai Rasulullah- tidak suka kematian, itu bagaimana?”
Rasulullah ﷺ Bersabda, “Bukan itu maksudnya (artinya tidak suka kematian itu tidak masalah) akan tetapi seorang mukmin ketika hadir kepadanya kematian, maka diberikan ia kabar gembira dengan karunia Allah, dengan keridhaan Allah dan kemuliaan. Maka pada waktu itu tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai daripada apa yang ia lihat di depannya itu. Maka saat itu ia merasa suka bertemu dengan Allah. Allah pun suka bertemu dengan dia. Adapun orang kafir, apabila sedang sakaratul maut, ia diberikan kabar buruk dengan azab Allah dan sanksinya yang keras. Maka saat itu tidak ada sesuatu yang paling ia sukai dari apa yang dia lihat didepannya. Saat itulah ia tidak mau bertemu dengan Allah dan Allah pun tidak suka bertemu dengan dia.” (Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)
✅ Allah hanya memberi anugerah kepada orang yang benar-benar teruji. ❗❗
Rasulullah ﷺ bersabda:
{ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ }
“Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
Oleh sebab itu Syaikh akan sebutkan 10 sebab ketenangan, sebab yg penting. Dan inilah adalah ringkasan dari Zaadul Ma’ad.
Ibnul Qayyim menulis kitab ini saat Safar.
Jadikan kitab ini sebagai teman sebelum tidur.
Semoga bermanfaat.
#tenang #salaf #taat #Qalbu
##$$-aa-##$$


