This entry is part 4 of 27 in the series 40Karakter

Diterbitkan pertama kali pada: 18-Mar-2023 @ 06:58

4 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH-04*
✅ Orang-orang yang berbuat kebaikan
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
26 Sya’ban 1444H/18.03.2023 bada subuh
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Salah satu nikmat yang Allah berikan adalah nikmat usia, maka marilah kita gunakan untuk beramal.

Karena kelak banyak orang yang menyesal karena tidak berbuat kebaikan.

Allah berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

*“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”* (QS. Al Mu’minun: 99-100)

Dalam sebuah hadits qudsi yang panjang, dari sahabat Abu Darda… Allah Ta’ala berfirman,

 يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ

 “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semuanya melakukan dosa pada malam dan siang hari, padahal Aku Maha mengampuni dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni kalian.” (HR. Muslim)

Alam Barzakh adalah fase pertama kehidupan akhirat. Sudah banyak manusia dari mulai Nabi Adam sampai sekarang yang sudah berada di alam barzakh. Mereka semua sudah tidak bisa berbuat kebaikan, hal yang sangat mereka sesalkan.

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan. Maka marilah gunakan kesempatan yang mulia ini untuk meraih ampunan dan pahala yang sangat besar. Namun tidak ada jaminan kita sampai pada bulan Ramadhan… Ambillah peluang untuk menjadi hamba yang bergegas menuju kebaikan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَ يْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ  ۛ  وَاَ حْسِنُوْا  ۛ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 195)

Orang-orang yang dicintai Allah, adalah orang yang bersegera berbuat kebaikan.

Perhatikan firman Allah terkait orang-orang yang bergegas menuju kebaikan..

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا (١٢٣)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا (١٢٤)

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-angan kalian yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitâb. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi balasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain Allah. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedangkan ia orang yang beriman; maka mereka itu masuk ke dalam Surga dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
Qs An Nisa 123-124.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ 
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ 

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 133-134)

Berinfaq dalam kondisi lapang itu mudah, dan susah dalam kondisi sempit. Maka Allah mencintai orang-orang yang demikian.
Menahan amarah itu juga susah, memberi maaf juga susah.

Al kisah saat budak Khalifah Harun Al Rasyid mengantarkan makanan panas dan tumpah ke badan Harun Al Rasyid.. Budak itu membacakan ayat Ali Imran 134 sebelum Khalifah marah.. Dan Khalifah pun menahan amarah, memaafkan dan membebaskan budak tersebut.

Ummu Salamah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا. إِلاَّ أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan

‘INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN. ALLOHUMMA’JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA

(Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik)’, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.”

Ketika Abu Salamah wafat, aku pun menyebut doa sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim,)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاٰ تٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَا بَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَا بِ الْاٰ خِرَةِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
“Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 148)

Berbuat baik kepada Allah artinya bertauhid. Tauhid tidak cukup dengan teori saja, harus diamalkan dengan baik.

Dari ‘Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, bagikanlah makanan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian pasti masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi).

Dalam sebuah hadits.. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Barang siapa yang ingin yang ingin diselamatkan dari api Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga hendaklah kematian mendatanginya dalam keadaan ia beriman kepada Allah dan hari akhirat dan hendaklah ia bergaul dengan manusia sebagaimana ia suka untuk diperlakukan dengannya.” 

Intinya tauhid dan berbuat kebaikan..

Dalam hadits, seorang wanita yang ibadah nya rajin namun karena buruk lisannya maka dia masuk neraka.

Berbuat baik dengan lisan yang baik.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَا تِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَا رِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
(QS. Al-Mumtahanah 60: Ayat 8)

Semoga bermanfaat…

##$$-aa-##$$

Digita Template

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI. KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #5 ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI TUNTUNAN NABI ﷺ
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?