DAHSYATNYA GHIBAH
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Sep-2021 @ 17:40
7 menit membacaDAHSYATNYA GHIBAH
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
20 Safar 1443H
Hampir setiap orang tidak selamat dari dosa ghibah, yaitu menceritakan kejelekan saudaranya, yaitu hal-hal yang tidak ingin diketahui orang lain. Terutama dengan ramai medsos saat ini..
Dan tidak sedikit yang mengghibahi orang-orang terdekat (suami, istri, orang tua dst)
Dan Rasulullah ﷺ sudah memperingatkan..
أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فىِ لِسَانِهِ
“Kebanyakan dosa anak-anak adam itu ada pada lisannya”. [HR ath-Thabraniy]
Kebanyakan orang yang dianggap dosa adalah membunuh, memukul dst.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga ditanya tentang (dosa) yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam neraka.
Ketika Muadz bertanya, “Wahai Nabi Allah, apakah sungguh kita akan diadzab disebabkan oleh perkataan yang kita ucapkan?”
Beliau menjawab,
ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Celakalah engkau Wahai Muadz !Tidaklah manusia itu disungkurkan ke dalam neraka di atas muka dan hidung mereka, melainkan disebabkan ucapan lisan mereka.” (HR. Tirmidzi, shahih)
Abu Bakar radhiyallahu anhu pernah memegang lisannya dan berkata, ‘inilah yang membuat aku terjerumus dalam banyak hal.”
Lisan ini bisa jadi malapetaka.. Dan di sisi lain banyak pahala bisa diperoleh.
Lisan itu bergerak sangat cepat dan jangkauan yang sangat luas…
Nabi ﷺ bersabda,’
المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40).
Di sini Rasulullah ﷺ lebih mendahulukan lisan dari pada tangan.. Karena bahaya lisan yang sangat cepat dan luas jangkauannya.
📌 DEFINISI GHIBAH
Secara bahasa dari ghaib, tidak hadir, karena orang yang digibahi tidak hadir di depan kita.
Secara syariat, terminologi,.
ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ
Ghibah adalah engkau membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim)
✳️ Ada beberapa hal.
➡️ Saudara mu maksudnya sesama muslim.
❔Apa boleh ghibahi kafir? tidak boleh karena mendzalimi orang lain tetapi tapi hukumnya tidak sama ketika membicarakan saudara kita sesama muslim.
Aturannya, kalau mau nasihati dengan datang langsung…
➡️ Saudara mu, juga dikenali oleh anggota majelis.
Artinya harga dirinya tidak diketahui.
⏩ ✳️Ingat, meskipun tidak sebut nama namun dipahami oleh anggota majelis, maka menjadi ghibah✳️.⛔
➡️ Jika dia suka-suka saja maka bukan ghibah.
📌 Namun jangan memberi gelar yang buruk pada seseorang.
➡️ Sabda Nabi
بِمَا يَكْرَهُ
Dengan apa yang ia benci.
Apa di sini mencakup segala perkara, berkaitan dengan, agama, fisik, keluarga, pekerjaan dll.
Contoh.. Si Fulan kalau ngaji di belakang mulu dst.
Contoh si Fulan suka nonton bioskop padahal dia gak suka nonton bioskop nya diceritakan kepada orang lain…
Si Fulanah kalau ngaji menor…
Si mancung bibir, si gembrot…
Dst.
Itu lho si Fulan yang rumahnya bau
Itu lho si Fulan yang anaknya ingusan melulu..
➡️ Ghibah, membicarakan keburukan di belakang (tidak hadir).
Adapun membicarakan di depan orangnya namanya mencela..
Nabi ﷺ bersabda,
سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ
Mencela seorang muslim adalah kefasikan.
Namun dosa ghibah lebih parah daripada mencela.
➡️ Ghibah adalah kabar yang benar (bukan dusta), kalau bohong namanya dusta.
Berita dusta maka ghibah plus (dusta).
✳️ HUKUM GHIBAH
Ada khilaf para ulama dengan dua pendapat.
1️⃣ Dosa kecil , karena ghibah adalah dosa yang sulit dihindari. Alasan karena kalau dosa besar semua orang termasuk fasik. (dalil logika)
2️⃣ Dosa besar, dalil nash, ini lebih kuat..
▶️ Firman Allah Ta’ala.
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“ Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging bangkai saudaranya? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)
Ghibah disamakan dengan makan daging bangkai saudaranya, ini termasuk dosa besar. 📐
⏩ Terkumpul 3 hal..
Daging manusia
Manusia itu sadara6
Sudah jadi bangkai
Dari sunnah, hadits Isra Miraj..
▶️ Hadits Miraj
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ketika aku dibawa naik, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga yang dengannya mereka mencakar-cakar wajah dan dada mereka. Aku bertanya, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah kaum yang telah memakan daging orang lain dan menginjak-injak kehormatan mereka’.” (HR. Abu Dawud )
📌 Ada adzab khusus pelaku ghibah, mencakar-cakar wajah sendiri..
▶️ GHIBAH adalah sebab adzab kubur.
Dalam sebagian riwayat, sebab siksa kubur adalah tidak bersihkan kencing dan adu domba, riwayat yang lain ada ghibah…
عن أبي بكرة قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلمبِقَبْرَيْنِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَ مَا يُعَذَّبَانِ فىِ كَبِيْرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَيُعَذَّبُ فىِ اْلبَوْلِ وَ أَمَّا اْلآخَرُ فَيُعَذَّبُ فىِ اْلغِيْبَةِ
Dari Abu Bakrah radliyallahu anhu berkata, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati dua buah kuburan. Beliau berkata, “Sesungguhnya kedua (penghuni kubur) ini sedang diadzab. Keduanya tidaklah diadzab karena suatu perkara besar. Yang pertama diadzab lantaran air kencing, dan yang kedua diadzab karena ghibah”. [HR Ibnu Majah: 349. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan shahih].
▶️ Orang yang puasa tapi ghibah maka batal pahalanya.
Ghibah dosa besar Ini adalah pendapat mayoritas.
➡️ MODEL-MODEL GHIBAH
Disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah
1. IKUTAN supaya enak ngobrol
2. Seakan-akan ghirah terhadap agama (Yaa Allah, kok bisa seperti itu ya..)
3. Ghibah dalam rangka untuk riya.. (si Fulan itu setiap subuh saya gak pernah lihat di masjid, contoh lain : oh dia kalau sedekah sedikit).
4. Ghibah karena hasad dan dengki (karena tidak bisa menyaingi)
5. Tidak akui kebaikan orang (asalnya hasad) (hasad + ghibah)
6. Dalam sedih (saya prihatin dia kok pelit banget)
➡️ YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Ikut majelis ghibah, maka dia seperti sedang berghibah ria
Allah ﷻ berfirman,
وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
Qs Al An’am ayat 68.
Kalau ada majelis dhalim/maksiat maka harus ditinggalkan..
Jangan ikut, tertawa dst.
Sibukkan dzikir…
Acara medsos yang paling menyenangkan adalah medsos.
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ بِالْغَيْبِ رَدَّ اللَّهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ، وَحَسَّنَهُ
“Barangsiapa membela kehormatan saudaranya tanpa diketahui olehnya niscaya Allah akan menghindarkan wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.” (HR. At-Tirmidzi dan dihasankan olehnya)
Hati-hati dengan majelis ghibah di grup WA dst.
➡️ CARA BERTAUBAT DARI GHIBAH
Ada khilaf di kalangan ulama, secara umum ada dua kondisi..
▶️ 1. Yang di ghibahi tidak tahu kalau anda sudah ghibahi nya
📐Jangan lapor padanya kecuali dia dikenal pemaaf.
Cara taubat ada 2,byaitu
♦️Istighfar, yaitu mohon ampunan untuknya
♦️ Memujinya di majelis yang anda mengghibahinya (perbaiki kembali citranya)
⏩ 2. Jika yang di ghibahi tahu
Cara taubat adalah dengan minta penghalalan darinya.
📌 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. قَالَ: إِنَّ الْمَفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي وَقَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَي مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طَرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”
Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kita adalah orang yang tidak punya dirham (uang perak) dan tidak punya harta.”
Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa (amal) shalat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah mencerca ini (seseorang), menuduh orang, memakan harta orang, menumpahkan darah orang, dan memukul orang. (Orang) ini diberi (amal) kebaikannya dan yang ini diberi dari kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) tanggungannya, dosa-dosa mereka (yang dizalimi) diambil lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)
➡️ Maka dari itu kalau kita pernah berbuat dzalim misalnya taubat, maka mintalah kehalalan dirinya.
Ghibah itu transfer pahala untuk orang yang kita benci, atau kita bisa jadi menanggung dosa-dosa nya.
♦️ GHIBAH YANG DIBOLEHKAN
1. Yang mengadukan kondisi yang didzalimi
(dengan sebutan nama orang yang mendzalimi)
2. Untuk identifikasi (misal agus yang gemuk)
3. Dalam rangka memperingatkan (jangan bisnis ama dia karena tidak amanah) (Kisah Fatimah bin Qais yang dilamar), termasuk peringatan akan penyeru kesesatan, kemungkaran , kebid’ahan.. Kalau semua didiamkan maka orang-orang tidak tahu mana yang baik dan yang buruk. Agama Allah harus dibela. Pertarungan antara yang haq dan yang batil itu sudah dari dahulu.
4. Mengghibah orang-orang yang maksiat terang-terangan. (misal dia terang-terangan nampakkan kemaksiatan-misal buka aurat)
5. Minta fatwa (seperti istri Abu Sufyan yang adukan suaminya yang pelit)
6. Minta tolong untuk menghilangkan kemungkaran (seperti penyalahgunaan dana sosial). termasuk diskusi untuk cari solusi.
ini semua demi maslahat..
Hati-hati, kadang kita tidak ghibahi orang yang jauh tapi malah ghibahi orang terdekat
Semoga bermanfaat…
##$$-aa-$$##
Ini semua demi maslahat…

