Tafsir

TAFSIR SURAT AL MAIDAH #7 Ayat 27 s.d. 32

This entry is part 7 of 18 in the series Tafsir QS Al Maidah

Diterbitkan pertama kali pada: 20-Sep-2020 @ 20:57

6 menit membaca

TAFSIR SURAT AL MAIDAH #7 Ayat 27 s.d. 32
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
4 Safar 1442H

Ayat-ayat iki bercerita tentang Kisah dua anak Adam yaitu Qabil dan Habil.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ

Dan bacakanlah Wahai Muhammad kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) dengan cerita yang benar, tatkala keduanya berkorban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).

Dan bacakanlah, ini menunjukkan kisah ini penting.

Kepada mereka – kaum Yahudi yang banyak hasad dan tidak mau beriman kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Kaitan ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya, yaitu untuk menjelaskan bahwa kejahatan itu sudah dari dulu.

Ini adalah peringatan kepada orang Yahudi yang akan rugi dan hiburan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Kisah tersebut benar, dari Allah seperti Allah yang mengisahkan Nabi Isa Alaihissalam.

2 anak Adam, ada 2 pendapat:

1. Dua anak langsung Adam dan Hawa.
Dalil
A. Kesepakatan ahli tafsir
B. Dhahir ayat
C. Qabil tidak tahu cara menguburkan Habil.
D. Dosa pembubuhan, Qabil mendapat bagian karena dia yang pertama kali mulai.

Sebab mereka berkurban..
1. Adam Hawa mempunyai anak selalu lahir laki dan perempuan. Laki-laki hanya boleh nikah dengan yang lahir berikut nya (lain).
Qabil harus nikah dengan kembaran Habil (Yang tidak cantik). Dan Qabil marah.
Dan mereka disuruh untuk berqurban.
Habil adalah peternak dan berkurban dengan kambing yang bagus.
QABIL yang petani berkurban dengan gandum.
Kurban Habil diterima (dengan dimakan api).
Sedangkan yang dari Qabil ditolak.
Seperti api memakan ghanimah sebelum syariat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

2. Menurut Hasan Al Bashri – 2 manusia di zaman Bani Israil.. (sanad nya bermasalah)

قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Qabil berkata : “Sungguh benar2 aku akan membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. Qs Al Maidah ayat 27

Qabil hasad yang mengantarkannya untuk membunuh saudaranya.

Menurut para salaf : Dosa pertama kali di langit adalah hasad (Iblis) dan pertama di bumi adalah hasad nya Qabil.

Dan kita juga belajar pada hasad nya saudara2 Nabi Yusuf.

Jadi hasad nya itu akhlaknya Iblis, Qabil dan yahudi.

Maka Berdoa lah untuk terhindar dari hasad.

Habil berkata “apa salah ku sehingga engkau ingin membunuh ku’.” diterima nya qurban ku karena ketakwaan.

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

“Sungguh kalau kamu membentangkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan membentangkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”. Qs Al Maidah ayat 28

Ibnu Abbas mengatakan padahal Habil lebih kuat. Dan lebih memilih tidak melawan Qabil karena takut kepada Allah.

Ketakutan kepada Allah menghalangi orang untuk berbuat maksiat.

إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

“Sesungguhnya aku ingin agar kamu membawa dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim”.Qs Al Maidah ayat 29

Habil menasihati Qabil.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِى النَّارِ » . فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ « إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ

“Apabila dua orang Islam yang bertengkar dengan pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama berada di dalam neraka.” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, sudah wajar yang membunuh masuk neraka, lantas bagaimana gerangan yang terbunuh?” Beliau menjawab, “Karena ia juga sangat berambisi untuk membunuh sahabatnya.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 31 dan Muslim no. 2888).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سَتَكُوْنَ فِتَنٌ القاعِدُ فِيْها خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ والقائمُ فيها خيرٌ من المَاشِي والماشِي فيها خير من السَّاعِي. مَنْ تَشَرَّفَ لَها تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذاً فَلْيَعِذْ بِهِ

“Kelak akan ada banyak kekacauan dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi kekacauan tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung.” (HR. Al-Bukhari no. 3601 dan Muslim no. 2886)

Banyak yang salah paham dengan menyeru jihad melawan muslim… Jauhilah dosa membunuh orang yang tidak berhak dibunuh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala melanjutkan,

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap remeh membunuh saudaranya, sebab itu Qabil membunuh Habil, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. Qs Al Maidah ayat 30

Setelah Qabil membunuh saudaranya, dia bingung (caranya membunuh tidak disebutkan, tidak ada sanad yang shahih).
Ada beberapa kisah.

فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ

Kemudian Allah kirim seekor burung gagak menggali-gali tanah (dan menutup sesuatu) untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka dia pun menyesal. Qs Al Maidah ayat 31

Kadangkala Allah ngajari manusia dengan memperlihatkan sesuatu di depannya.

Bagaimana kalau meninggal di kapal dan tidak ada yang untuk menutupi bau dan sudah mau rusak dan tidak mungkin sampai daratan maka ada fuqaha yang berpendapat untuk melemparkan ke laut dan diberi pemberat supaya tenggelam ke dasar laut.

Seorang yang meninggal harus dikuburkan walaupun orang-orang musyrik dan kafir.
Seperti abu Jahal Cs dan kisah Abu Thalib yang dikuburkan Ali.

Qabil akan menanggung dosa setiap pembunuhan karena dia yang memulai..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Allah berfirman,

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. Qs Al Maidah ayat 32

Karena itu. Sebab /ilah.

بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ

Yang tidak membunuh orang lain, tidak melakukan kerusakan di bumi.

فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

Seakan2 membunuh semua manusia. (seperti membunuh tanpa hak, maka tak ada bedanya antara dia yang dia bunuh dengan yang lain).

Boleh membunuh dengan alasan :
1. Qishash

2. Berbuat Kerusakan :
A. Murtad
B. Ahlu bid’ah seperti Khawarij
C perompak.

Faidah :

1. Bisa jadi orang yang sama beribadah belum tentu ibadah nya diterima semua nya.
Jangan sampai terpedaya.

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Sesunguhnya Allah hanya menerima dari yang bertakwa : (ada 3 mahdzab)

1. MU’TAZILAH -karenanya pelaku dosa besar tidak bertakwa sehingga amalan mereka tidak diterima.

2. Ahlu sunnah – yang bertakwa pada amalan tersebut.

3. Murji’ah – pelaku dosa besar termasuk bertakwa karena pelaku dosa besar amalnya diterima.

Mu’tazilah dan Murji’ah – keduanya memandang takwa berkaitan dengan seluruh amal..

Doa terhindar dari hasad.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan keadaan beriman. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami kepada orang-orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al‐Hasyr: 10)

Dan berdoa dari orang yang hasad..

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” Qs Al Falaq ayat 5.

Cara deteksi hasad – bila disebut namanya maka hati ini jengkel..

Cara mengindari nya dengan memuji orang yang kita hasadi di muka orang banyak dan berkenalan denganya (karena bisa jadi hasad karena tidak kenal).

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$&&

Digita Template

Tafsir QS Al Maidah

TAFSIR AL MAIDAH #6 Ayat 18-26 TAFSIR SURAT AL MAIDAH #8 Ayat 33 s.d 39
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?