3 menit membaca

*TAFSIR QS ALI IMRAN ayat 15-17*
Ustadz Muhammad Shoim
11 Dzulhijjah 1446H/ 7 Juni 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Alhamdulilah masih pada hari-hari yang utama, Abu Dawud meriwayatkannya dalam sebuah Hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik).”

Sebelumnya Allah menjelaskan 7 pokok kenikmatan dunia,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 14)

Dan Allah menjelaskan pada ayat selanjutnya, ada yang lebih baik daripada kenikmatan dunia, yaitu kenikmatan akhirat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِّنْ ذٰ لِكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَاَ زْوَا جٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّرِضْوَا نٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ بَصِيْرٌ بِۢا لْعِبَا دِ 

“Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 15)

Dalam ayat ini Allah memulai ayat kalimat tanya untuk menunjukkan pentingnya khabar yang akan disampaikan selanjutnya.

Hakikat kenikmatan dunia..
1. Tidak kekal
2. Tidak benar-benar memberi kepuasan. Yang berikutnya pasti berkurang kenikmatan.
3. Kenikmatan yang tidak sempurna, ada efek samping atau kekuatiran.

Beda dengan kenikmatan akhirat yang kenikmatan selanjutnya makin meningkat.

لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ

Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Ali Imran: 15)

Takwa sejatinya adalah rasa takut kepada Allah. Takut yang membuat hamba lebih mendekat kepada Allah.

Surga secara bahasa artinya kebun.
Jannah – tersembunyi – karena nikmat kita bisa bayangkan tidak bisa menjangkau hakikat kenikmatan akhirat.

Bukan hanya satu surga tetapi surga-surga.

خالِدِينَ فِيها
mereka kekal di dalamnya. (Ali Imran: 15)

Yakni tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya, dan mereka tidak mau pindah darinya.

وَأَزْواجٌ مُطَهَّرَةٌ
dan istri-istri yang disucikan. (Ali Imran: 15)

Maksudnya, disucikan dari kotoran, najis, penyakit, haid, nifas, dan lain sebagainya yang biasa dialami oleh kaum wanita di dunia.

Disucikan juga perilakunya.

وَرِضْوانٌ مِنَ اللَّهِ
serta keridaan Allah. (Ali Imran: 15)

Allah tidak akan murka setelah ini selamanya.
Para sahabat dapat gelar sudah diampuni Allah.

Dan kenikmatan tertinggi adalah melihat Wajah Allah.

وَرِضْوانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ

Dan keridaan Allah adalah lebih besar. (At-Taubah: 72)

Artinya, lebih besar daripada semua nikmat kekal yang diberikan kepada mereka di dalam surga.

Dan nikmat puncaknya adalah melihat wajah Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya:

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ – قَالَ – يَقُولُ اللهتَبَارَكَ وَتَعَالَى تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ – قَالَ – فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ

Apabila penduduk surga telah masuk ke surga, Allah berkata: “Apakah kalian menginginkan tambahan sesuatu dari-Ku?” Mereka menjawab: “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan Engkau selamatkan kami dari neraka?” Lalu Allah membuka hijab (penghalang), maka tidak ada satu pun pemberian yang lebih mereka cintai dari melihat wajah Allah. HR Muslim.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبادِ

Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Ali Imran: 15)

Yakni Dia pasti memberikan anugerah sesuai dengan apa yang berhak diterima oleh masing-masing hamba.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan sifat-sifat hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yaitu orang-orang yang telah dijanjikan beroleh pahala yang berlimpah.

Untuk itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنا إِنَّنا آمَنَّا
(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman.” (Ali Imran: 16)

Yakni beriman kepada-Mu dan kitab-kitab-Mu serta rasul-rasul-Mu.

فَاغْفِرْ لَنا ذُنُوبَنا
maka ampunilah segala dosa kami. (Ali Imran: 16)

{وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ}
dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran: 16)

Ini termasuk tawasul dengan amal sholeh.
Keimanan itu termasuk amal sholeh.

الصَّابِرِينَ
(yaitu) orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 17)
Maksudnya, sabar dalam menjalankan ketaatan dan meninggalkan semua hal yang diharamkan.

وَالصَّادِقِينَ
orang-orang yang benar. (Ali Imran: 17)
Yakni percaya kepada apa yang diberitakan kepada mereka berkat iman mereka, yang hal ini direalisasikan oleh mereka dalam sikap berteguh hati dalam mengerjakan amal-amal yang berat.

Jujur dalam keimanan.

وَالْقانِتِينَ
Orang-orang yang tetap taat. (Ali Imran: 17)

Qunut makna sebenarnya taat dan tunduk.

وَالْمُنْفِقِينَ
orang-orang yang menafkahkan hartanya. (Ali Imran: 17)
Yaitu menafkahkan sebagian dari harta mereka di jalan-jalan ketaatan yang diperintahkan kepada mereka, silaturahmi, amal taqarrub, memberikan santunan, dan menolong orang-orang yang membutuhkannya.

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحارِ

dan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur. (Ali Imran: 17)

Ini menunjukkan keutamaan memperbanyak istighfar di waktu sahur.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #salaf #sunnah
#emas #takwa

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?