TAFSIR JUZ ‘AMMA – 07
📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 07*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 25 Jumadil Awal 1447H /16 Nopember 2025
Kita lanjutkan,
تَزَكَّى (18) وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى (19) فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَى (20) فَكَذَّبَ وَعَصَى (21) ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى (22) فَحَشَرَ فَنَادَى (23) فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى (24) فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَى (25) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَى (26)
Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. Tatkala Rabba nya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Tuwa, “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun),
“Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)? Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?”
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya tanda/mukjizat yang besar. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menghalangi kebenaran. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata, “Akulah Tuhan kalian yang paling tinggi.” Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).
Qs An Naziat 15-26.
Allah bertanya kepada Nabi Musa, ini adalah pertanyaan yang sudah terjadi.
Lembah suci Tuwa ini tidak diketahui tempatnya dimana.
Ada yang menyatakan di gunung Sinai dekat lembah gunung Tursina.
Ahli tafsir mengatakan Antara Mesir dan lembah Ayla.
Imam Suyuti, lembah yang di Sinai dan penuh dengan lembah.
Saat ini ada di barat daya negara Mesir, di gunung/bukit Tursina.
Tempat dimana Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa alaihissalam.
Nabi Muhammad ﷺ mendapat wahyu di gunung Thur.
Allah memerintahkan Musa untuk pergi ke Firaun untuk melarang Fir’aun berbuat melampaui kemaksiatan, melakukan kesyirikan, dan berbuat kemaksiatan.
Pelajaran – berdakwah dengan lemah lembut. Karena kelembutan akan menghiasi sesuatu.
Dakwah dengan keras hati, akan menyebabkan yang didakwahi lari.
Fir’aun yang begitu buruk saja didakwahi dengan lembut apalagi bagi yang sudah beriman.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat orang ingat kepada Allah.
Musa ingatkan Firaun untuk kembali kepada Allah, agar beriman dan beramal sholeh.
Allah perintahkan Musa berdakwah dengan bertanya, ini adalah sebuah kelembutan (kata Apakah).
Orang yang bisa berdakwah harus diatas ilmu atas apa yang dia dakwah kan.
Nabi ﷺ bersabda,
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.”
HR Bukhari.
Lawan kebatilan di medsos dengan firman-firman Allah dan Sunnah Nabi ﷺ.
Walaupun satu ayat.
Dakwah itu pahala besar, sebanyak orang yang ikuti.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan (kepada orang lain), maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
HR Muslim.
Ada khilaf tentang besarnya pahala yang berdakwah. Yang lebih kuat tidak sama persis dengan pahala yang dilakukan yang didakwahi tapi ada bagian pahala untuk yang berdakwah.
Dakwah adalah hajat masyarakat muslim. Kalau tidak ada yang berdakwah maka akan ada laknat dari Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” HR. Bukhari
Unta merah adalah harta yang bernilai tinggi di kalangan bangsa Arab sampai saat ini.
Namun Firaun menolak kebenaran.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى}
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (Musa). (An-Nazi’at: 22)
Berusaha melawan kebenaran dengan kuat.
{فَحَشَرَ فَنَادَى}
Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru memanggil kaumnya. (An-Nazi’at: 23)
Fir’aun menyeru mereka semuanya untuk berkumpul kepadanya.
{فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الأعْلَى}
(Seraya) berkata, “Akulah Tuhan kalian yang paling tinggi.” (An-Nazi’at: 24)
{فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الآخِرَةِ وَالأولَى}
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (An-Nazi’at: 25)
Adzab dunia dengan ditenggelamkan.
Adzab di akhirat adalah di neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ، وَلَا بُرْهَانٌ، وَلَا نَجَاةٌ ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ، وَفِرْعَوْنَ، وَهَامَانَ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ
”Barangsiapa yang tidak menjaga salat, maka dia tidak mendapatkan cahaya, tidak mendapatkan burhan (petunjuk), tidak mendapatkan keselamatan, dan di hari kiamat dia akan dikumpulkan bersama Qarun, Firaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” HR Ahmad.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَى}
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (An-Nazi’at: 26)
Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah, adalah orang yang bisa ambil pelajaran.
Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا (28) وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا (29) وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا (30) أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا (31) وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا (32) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ (33)
Apakah kalian yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancarkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenangan kalian dan untuk binatang-binatang ternakmu.
An Naziat 27-33.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman menjelaskan bukti yang terang benderang akan bukti adanya hari kebangkitan. Orang-orang Jahiliyah mengingkari adanya hari kebangkitan. Mereka yakin orang mati dan hidup dengan bentuk lain, seperti kupu-kupu dst.
Mereka mendustakan adanya pengulangan kebangkitan dengan jazad yang sama.
Allah menunjukan bahwa penciptaan langit lebih sulit dari pada penciptaan manusia.
Langit itu sangat luas dan besar dan Allah angkat, Allah sempurnakan dengan penuh ketelitian, membuat bingung orang yang berakal. Allah menggelapkan malam, seluruh langit sehingga bumi juga gelap.
Ketika Allah mendatangkan matahari maka muncul cahaya di waktu dhuha.
Allah ciptakan langit dulu baru hamparkan bumi. Tetapi bumi lebih dulu diciptakan.
{رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا}
Dia meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya. (An-Nazi’at: 28)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا}
dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (An-Nazi’at: 29)
Yaitu Dia menjadikan malam harinya gelap dan siang harinya terang.
{وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا}
dan menjadikan siangnya terang benderang. (An-Nazi’at: 29)
Artinya, menjadikannya terang. Selanjutnya disebutkan:
{وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا}
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An-Nazi’at: 30)
yang hal ini diperjelas oleh firman berikutnya:
{أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا}
Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (An-Nazi’at: 31).
Bumi dihamparkan adalah sebuah nikmat Allah.
1. Allah ciptakan bumi
2. Allah ciptakan langit
3. Allah hamparkan bumi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَقَضٰٮهُنَّ سَبْعَ سَمٰوَا تٍ فِيْ يَوْمَيْنِ وَاَ وْحٰى فِيْ كُلِّ سَمَآءٍ اَمْرَهَا ۗ وَزَ يَّـنَّـا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيْحَ ۖ وَحِفْظًا ۗ ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ
“Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian, langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 12)
Dzat Allah yang ciptakan langit yang sangat besar, didalamnya ada bumi yang di dalamnya ada manfaat untuk makhluk di dalam nya, maka ini membuat makhluk harus beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jadi langit dan bumi yang diciptakan, lalu gak ada kebangkitan? Ini mustahil.
Siapa yang berbuat baik di dunia maka balasan surga dan orang yang berbuat buruk jangan mencela dirinya sendiri.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو، فَبَائِعٌ نَفْسَهُ، فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا
“Setiap manusia berangkat (beraktivitas) di pagi hari, lalu ia menjual dirinya; ada yang membebaskannya (menuju keselamatan/surga) dan ada yang mencelakakannya (menuju kebinasaan/neraka).”
HR Muslim.
Pelajaran bisa diambil diantaranya adalah hidayah di tangan Allah.
Semoga bermanfaat.
#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #kebangkitan #akhirat #kiamat #cabut #nyawa #ruh
$$##-aa-##$$


