Tafsir

ALLAH MENGATUR HIDUP KITA

3 menit membaca

*ALLAH MENGATUR HIDUP KITA*
Ustadz Dr Abu Islama Imanudin, Lc MA
8 Rabi’ul Awal 1447H/31 Agustus 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Hak prerogatif Allah adalah Mencipta dan Mengatur. Selain Allah adalah makhluk yang semuanya Allah yang menciptakan dan mengatur mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَ رْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّا مٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَا رَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا ۙ وَّا لشَّمْسَ وَا لْقَمَرَ وَا لنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍ بِۢاَمْرِهٖ ۗ اَ لَا لَـهُ الْخَـلْقُ وَا لْاَ مْرُ ۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

“Sungguh, Rabb kalian (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia beristiwa di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dialah Yang Telah menciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 54)

Ini adalah ayat yang membantah pernyataan orang-orang ateis yang mengaku bisa ciptakan makhluk bernyawa. Yaitu si ateis potong ayam dan dimasukkan ke dalam 2 ember dan dibiarkan beberapa waktu. Ateis klaim bisa ciptakan makhluk (semisal belatung). Namun dia ternyata tidak mampu menjawab Pertanyaan : sejak kapan belatung itu muncul, berapa jumlah belatung, baik yang jantan maupun yang betina.

Kita akhirnya bisa paham bahwa orang yang klaim semacam ini adalah dusta belaka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى  ۛ  شَهِدْنَا  ۛ  اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ 

“Dan (ingatlah) ketika Rabb kalian mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Rabb kalian?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Rabb kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)

Ini adalah modal awal manusia dalam bentuk keimanan. Maka dari itu bayi lahir yang meninggal akan selamat di hari akhirat kelak.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوْ تَقُوْلُوْۤا اِنَّمَاۤ اَشْرَكَ اٰبَآ ؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنْۢ بَعْدِهِمْ ۚ اَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُوْنَ

“atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 173)

Allah jaga keimanan ini berlapis-lapis, dengan diutusnya para nabi dan rasul. Dan di hari kiamat kelak Allah akan turunkan nabi Isa alaihissalam.

Maka dari itu kita harus bersyukur dengan masih adanya iman.

Para ulama mengatakan bahwa kalau manusia tanpa gangguan maka dia akan selalu di atas keimanan yang benar.

Maka jangan ikuti gangguan dari luar yaitu gangguan setan.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh.
Qs Fathir ayat 6.

Dan beberapa ayat yang semisal.

Dan Nabi ﷺ tegaskan juga fitrah kita adalah Islam.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ…

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” HR Bukhari dan Muslim.

Maka dari itu kita harus berusaha menjaga kesholehan kita.
Dan agar kita tidak terkena dampak adzab orang lain maka ajak orang lain dalam kesholehan, yaitu Dengan dakwah semampunya.

Hadits dari Hudzaifah Ibnu Yaman, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

والذي نفسي بيده، لتأمرن بالمعروف، ولتنهون عن المنكر، أو ليوشكن الله أن يبعث عليكم عقاباً منه، ثم تدعونه فلا يستجاب لكم.

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian harus memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, atau (kalau tidak) Allah hampir saja akan menurunkan azab kepada kalian, lalu kalian berdoa kepada-Nya tetapi tidak dikabulkan.” HR Tirmidzi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)

Jagalah keimanan dengan sebaik-baiknya. Karena kesholehan kita saat ini bukan jaminan sampai akhir zaman. Ibnul Jauzi menceritakan adanya seorang ahli hadits yang sholeh namun akhirnya tergelincir menjadi khawarij karena fitnah syahwat wanita khawarij.

Allah memerintahkan hamba nya untuk menjaga keimanan namun juga beri pilihan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقُلِ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَمَنْ شَآءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ اِنَّاۤ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَا رًا ۙ اَحَا طَ بِهِمْ سُرَا دِقُهَا ۗ وَاِ نْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَا ثُوْا بِمَآءٍ كَا لْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَ ۗ بِئْسَ الشَّرَا بُ ۗ  وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا

“Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.”

Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang dzalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 29)

Orang dzalim itu mencakup kafir, musyrikin, munafik dan berbuat kemaksiatan.

Konsekuensi keimanan ada aturannya. Yaitu adanya syariat.

Sebagai pengingat, ada nasihat dari Ali bin Abi Thalib : ‘Jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan menjadi anak-anak dunia. Hari ini di dunia hanya ada amal tanpa hisab tetapi esok di akhirat kelak yang ada adalah hisab tanpa amal.’.

Semoga bermanfaat.

#iman sesat #setan #iblis #janji #fitrah

$$##-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?