RIYADHUS SHALIHIN # BAB 21- KEBAIKAN DAN KETAKWAAN
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 16:16
2 menit membacaKitab Riyadhus Shalihin Bab 21 – *Kebaikan Dan Ketaqwaan*
Ustadz Luthfi Abdul Jabbar
14 Rabi’ul Akhir 1441 H
Dua nikmat yang sering dilalaikan adalah nikmat sehat dan waktu luang, Alhamdulilah kita manfaatkan waktu luang untuk mempelajari agama Allah.
Dan Allah menggambarkan bagaimana malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir maupun mukmin.
Dan kematian itu sesuatu yang pasti, yang yakin.
حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلْيَقِينُ
hingga datang kepada kami kematian”.
Qs Al Mudatsir 47.
Untuk mendapat kebaikan di akhirat maka kita harus bertakwa dan beramal shaleh.
Perintah Allah untuk tolong menolong dalam ketakwaan..
Allah Azza wa Jalla berfirman:
ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Maidah/5:2]
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.
Qs Al Isra 1-3.
Orang yang mewasiatkan orang lain untuk tolong menolong dalam kebaikan adalah pertolongan terbesar, termasuk ketakwaan.
Menyelamatkan manusia dari neraka adalah amalan yang sangat besar.
Kita berusaha wasiatkan yang benar dan saling bersabar.
Wasiat terbaik untuk keluarga adalah Islam.
Surat Luqman (31) Ayat 13
وَإِذْ قَالَ لُقْمَـٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَـٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌۭ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.
Qs Luqman 13.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “من جهز غازياً في سبيل الله فقد غزا ومن خلف غازيا في أهله بخير فقد غزا” ((متفق عليه)) .
“Barangsiapa yang memberikan persiapan – bekal – untuk seseorang yang berperang fisabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang – yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. Dan barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang – fi-sabilillah – berupa suatu kebaikan – apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu, maka dranggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang.”
(Muttafaq ‘alaih)
وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، بعث بعثاً إلى بني لحيان من هذيل فقال: “ لينبعث من كل رجلين أحدهما والأجر بينهما” ((رواه مسلم)).
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengirimkan suatu pasukan sebagai utusan untuk memerangi Bani Lihyan dari suku Hudzail, lalu
Beliau bersabda:
“Hendaklah dari setiap dua orang berangkat salah seorang saja dari keduanya itu – maksudnya setiap golongan supaya mengirim jumlah separuhnya, sedang separuhnya yang tidak ikut berangkat adalah yang menjamin kehidupan keluarga dari orang yang ikut berangkat berperang itu, dan pahalanya adalah antara keduanya – artinya pahalanya sama antara yang berangkat dengan yang menjamin keluarga yang berangkat tadi.”
Kita memberi fasilitas atau jalan kepada orang lain untuk beramal shaleh, maka kita juga mendapatkan pahala yang sama.
Demikian juga dalam kemaksiatan atau dosa maka kita juga mendapat dosa dari perbuatan.
Orang yang paling pantas kita tolong dalam ketakwaan adalah keluarga kita.
Misalnya memberikan pakaian yang syari kepada istri dan anak.
Fasilitas untuk hafalan Al Qur’an dll..
$$##-aa-##$$


