Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT#1
- Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT#1
- Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT #2
- Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT #3
- Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT #4
- Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT #5
- Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT #6
Diterbitkan pertama kali pada: 12-Des-2020 @ 21:10
4 menit membaca📖 Syarah Kitab ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT
Dzikir-Dzikir Setelah Shalat (Syaikh Dr. Shalih bin Hamad Al ‘Ushaimi)
👤 Ustadz Dr Abdullah Roy, Lc. M.A
🗓️ 28 Rabi’ul Akhir 1442H
Alhamdulilah kita dimudahkan berkumpul di majelis ilmu yang memudahkan kita mengingat Allah ﷻ.
Beliau adalah penulis kitab 10 adab, dan pengajar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Dzikir-Dzikir Setelah sholat adalah amalan yang penting, termasuk ibadah yang selayaknya tidak ditinggalkan oleh kaum muslimin.
Ilmu yang hendaknya dipelajari adalah ilmu yang terkait dengan amalan wajib, yaitu sholat dan amalan yang menyertainya seusai sunnah Rasulullah ﷺ (sesuai dengan Lafazh dan cara).
ALBAQIYATUS SHOLIHAT MINAL ADZKAR BA’DAS SHOLAWAT
ALBAQIYATUS SHOLIHAT diambil dari surat Al Kahfi. Yaitu amalan sholeh yang langgeng,Dzikir-Dzikir Setelah sholat.
Allah berfirman,
ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًۭا وَخَيْرٌ أَمَلًۭا
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Surat Al-Kahfi (18) Ayat 46
Sholat disini adalah sholat 5 Waktu dan sholat sunnah.
➡️ KEUTAMAAN BERDZIKIR
Allah berfirman,
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Surat Al-Baqarah (2) Ayat 152
Ini adalah sebab ketenangan hati.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]
Mengingat Allah tidak hanya lisan tapi secara menyeluruh dengan keyakinan yang mantap.
Juga keutamaan lain yang Rasulullah ﷺ sebutkan,
وَعَنْ أَبِي مُوْسَى الأَشْعَرِي – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ )) . رَوَاهُ البُخَارِيُّ .
وَرَوَاهُ مُسْلِمٌ فَقَالَ : (( مَثَلُ البَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ ، وَالبَيْتِ الَّذِي لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ ، مَثَلُ الحَيِّ والمَيِّتِ )) .
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat) Rabbnya dan yang tidak bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6407 dan Muslim, no. 779]
Diriwayatkan oleh Muslim, “Perumpamaan rumah yang disebutkan nama Allah di dalamnya dengan yang tidak, bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati.” [HR. Muslim, no. 779]
Dan Allah memerintahkan kepada orang yang beriman untuk memperbanyak dzikir.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Meniru Allah dalam memulai kitab Al Qur’an dan Nabi ﷺ dalam menulis surat kepada para Raja untuk dakwah.
➡️Faidah :
1. Mengambil berkah dengan ambil nama-nama Allah
2. Memohon pertolongan kepada Allah dalam menulis kitab
Lanjutan,
Diantara sunnah Nabi ﷺ adalah Dzikir-Dzikir yang dilakukan Setelah sholat.
❗Sunnah disini ada 2 makna:
1. Agama (jalan hidup Nabi ﷺ) Nabi ﷺ bersabda,
HENDAKLAH kalian berpegang teguh dengan sunnah ku..
2. Sesuatu yang dianjurkan.
ADZKAR adalah jamak dari dzikrun dengan mengumpulkan lisan dan hatinya..
Ada dzikrullah yang dilakukan dengan hati saja misalnya saat kagum ciptaan Allah.
Orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan kadar kekhusyukan.
Ibnu Abbas, menceritakan bahwa kaum muslimin diketahui selesai sholat karena dzikir diucapkan dengan secara jahr namun diucapkan masing-masing, tidak ada yang aba2.
Jahr tidak keras, asal tidak ganggu orang yang sedang sholat, misalnya makmum masbuk.
Ada sholat sunnah yang disyariatkan ada dzikir misalkan sholat witir.
➡️Dzikir yang disyariatkan ada dua jenis :
1. Dzikir dibaca ketika sholat
2. Dibaca setelah sholat (salam),yang dibicarakan dalam kitab ini, ada 2:
A. Dzikir-Dzikir yang diucapkan dibelakang sholat 5 Waktu yang diwajibkan.
Dhubur Sholawat, bisa bermakna
A1. Bagian akhir sholat (sebelum salam)
A2. Dzikir setelah salam. (ini yang dimaksud dalam kitab ini).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, beri kaidah : kalau dzikir tersebut berisi doa maka yang dimaksud dhuburo Sholawat adalah akhir sholat sebelum salam. Bila isinya dzikir maka maksudnya adalah setelah sholat.
Misalnya, dzikir ini dibaca sebelum salam..
اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat–Mu, bersyukur kepada–Mu dan beribadah dengan baik kepada–Mu
HR. Abu Dawud 2/86
Dzikir yang dibaca setelah sholat 5 waktu.
Dan Syaikh menyebutkan ada 6 dzikir…
Dalilnya menyebutkan bahwa Dzikir-Dzikir ini dibaca setelah sholat 5 Waktu,dan mungkin untuk dikumpulkan.
Beda dengan dzikir dalam sholat, misalnya doa Istiftah, yang banyak.. Namun tidak boleh dikumpulkan dalam satu waktu.
Padahal mungkin kita sering dzikir lebih 6,namun Syaikh hanya menulis 6 dzikir.
1. Syaikh anggap hadits dzikir yang tidak ada dalam kitab ini tidak shahih
2. Hadits shahih, namun Syaikh berpendapat dzikir tersebut dibaca sebelum salam.
Dzikir 1 Istighfar 3x
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Dari Tsauban Radhiyallahu anhu dia berkata: “Jika Rasulullah ﷺ selesai melaksanakan shalat, beliau ﷺ beristighfâr (meminta ampunan) tiga kali. HR Muslim.
Lafazh istighfar tidak disebut khusus dalam hadits, namun yang paling afdhal.
(أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ)
“Astaghfirullah wa atubu ilaih”
Dan minimal
أَسْتَغْفِرُ الله
Astagfirullah
➡️Hikmah istighfar setelah sholat…
1. Banyak kekurangan saat sholat. Hal ini Allah perintahkan istighfar setelah sholat malam dan setelah haji..(wukuf).
Allah Azza wa Jalla berfirman :
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ﴿١٦﴾كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ﴿١٧﴾وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ﴿١٨﴾وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
Sesungguhnya mereka (orang-orang yang bertakwa) sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Dahulu di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (akhir malam sebelum fajar). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian [maksudnya ialah orang miskin yang tidak meminta-minta]. [adz-Dzâriyât/51: 16-19]
Dalam haji, Allah berfirman,
فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ﴿١٩٨﴾ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allâh di Masy’aril haram [di Muzdalifah], dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allâh sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (yaitu dari ‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allâh; sesungguhnya Allâh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Baqarah/2: 198-199]
. Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

