Ustadz Muhammad Roemlan, LcAdabul Mufrad

ADABUL MUFRAD # BALASAN DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA

Diterbitkan pertama kali pada: 20-Jul-2020 @ 16:46

3 menit membaca

Syarah Kitab Shahih Al Adabul Mufrad
Ustadz Muhammad Roemlan, Lc
29 Jumadil Akhir 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Bab Balasan durhaka kepada kedua orang tua..

Rasulullah bersabda,

  مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرَ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ الْعُقُوبَةَ لِصَاحِبِهِ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada dosa pun yang Allah segerakan hukuman bagi pelakunya di dunia serta menyimpan sebagiannya untuk di akhirat kecuali kezaliman dan memutus silaturahim.”

Kewajiban silaturahim yang utama adalah silaturahim kepada orang tua.

Silaturrahim adalah yang ada hubungan darah kedua orangtua kita, kakek/nenek, kebawah anak, cucu, cicit dll kesamping adalah saudara kita, paman/om, bibi / paklek dan sepupu…

Pelajaran dari hadits ini:

1. Peringatan Akan bahaya memutus silaturahim, dan silaturahim terbesar adalah kepada orang tua.

2. Pahala yang disegerakan balasan didunia adalah menyambung silaturahim, (hadits shahih, Kitab Shahihah Syaikh Al Albani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا أراد الله بعبده الخير عجل له العقوبة في الدنيا و إذا أراد بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).

Pengecualian ini semua (musibah kepada orang yang beriman) kecuali kezaliman dan memutus silaturahim.

Sahabat Abu Bakar رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

ما من ذنب أجدر أن يعجل الله تعالى لصاحبه العقوبة في الدنيا مع ما يدخره له في الآخرة من قطيعة الرحم والخيانة والكذب، وإن أعجل الطاعة ثوابا لصلة الرحم، حتى إن أهل البيت ليكونوا فجرة فتنموا أموالهم ويكثر عددهم إذا تواصلوا

Tidak ada suatu dosa yang lebih pantas Allah ta’ala percepat siksaannya di dunia bagi pelakunya, selain apa yang Allah siapkan baginya di akhirat, daripada memutus kekerabatan, berkhianat dan berbohong. Sesungguhnya ketaatan yang paling cepat balasan pahalanya adalah silaturrahmi. Sehingga sesungguhnya satu keluarga adalah benar-benar orang-orang jahat, lalu harta mereka berkembang dan jumlah mereka menjadi banyak apabila mereka saling menyambung silaturrahmi.
(Hadits shahih riwayat al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir. Lihat, al-Haitsami, dalam Majma’ al-Zawaid juz 8 hlm 151)

Ditambah riwayat dari Tabrani, maka ada 4 dosa yang disegerakan dan masih ada hukuman di akhirat..

1. Kezaliman
2. Memutus silaturahim
3. Khianat
3. Berdusta

Jangan meminta disegerakan hukuman di dunia karena kita tidak akan sanggup..

Bisa jadi, sebagian orang karena takut hukuman di akhirat memohon kepada Allah agar disegerakan baginya hukuman di dunia. Alasannya, hukuman di dunia lebih ringan dari pada hukuman di akhirat. Ini merupakan tindakan ceroboh. Sebab hukuman itu sangat berat, bisa jadi ia tidak mampu menanggungnya. 

 

Suatu ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk seorang yang sakit hingga badannya sangat kurus, beliau berkata kepadanya: 

 

هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ.

 

“Apakah engkau pernah berdoa dengan sesuatu atau memohon sesuatu kepada Allah?” 

 

Ia menjawab: “Iya, pernah. Aku dahulu pernah berkata, Ya Allah, janganlah engkau menghukumku di akhirat, maka itu segerakan hukuman di dunia bagiku.” Mendengar ucapannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

 

سُبْحَانَ اللَّهِ لاَ تُطِيْقُهُ أَوْ لاَ تَسْتَطِيْعُهُ، أَفَلاَ قُلْتَ اللَّهُمَّ: آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 

“Maha suci Allah! engkau tidak akan kuat atau tidak mampu menanggungnya, mengapa engkau tidak berkata, Ya Allah berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka! Lalu beliau mendoakan orang itu dan Allah memberikan kesembuhan baginya. (HR. Muslim)

Bab 14..doa orang tua kepada anak

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

“Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu:
(1) do’a orang yang terzholimi,
(2) do’a seorang musafir,
(3) do’a orang tua pada anaknya.”

Orang yang terdzalimi, ini semua keadaan, tidak mesti orang tersebut beriman
Safar yang dimaksud adalah safar yang mubah, bukan safar yang haram
Secara hukum, orang tua tidak boleh doakan keburukan kepada anak tapi doa tersebut bila terpaksa adalah mustajab..

Kenapa mustajab?
1. Orang terdzalimi adalah sangat dekat dengan Allah.
2. Seorang musafir keadaan nya biasa nya sangat mendesak, hatinya sangat bergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
3. Doa orang tua, ini karena kedudukan orang tua yang sangat tinggi di sisi Allah.. Karena perintah berbakti kepada kedua orang tua disandingkan dengan larangan syirik.

Tanya jawab.

1. Apakah safar yang nyaman juga ada keutamaan doa mustajab? Al jawab : juga berlaku, karena syariat ini berlaku sampai akhir zaman.

2. Apakah doa orang tua yang keceplosan termasuk akan dikabulkan? Al Jawab : ya, termasuk.

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK

(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

Bila ada kesalahan dalam penulisan, maka itu adalah kesalahan tim penulis, Ustadz berlepas diri dari kesalahan tersebut..

##$$-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?