KITAB TAUHID #13-BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK
Diterbitkan pertama kali pada: 17-Jul-2020 @ 21:22
4 menit membacaKitab Tauhid BAB 14
BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK.
Ustadz DR Firanda Andirja, Lc, MA
3 Jumadil Akhir 1439 H
Doa adalah ibadah.
Sujud adalah waktu yang paling dekat dengan Allah subhana wata’ala.
Berdoa kepada selain Allah adalah syirik.
DOA secara umum adalah memohon.
Ada 2.
1. DOA ibadah, semua jenis ibadah spt sholat, dzikir, puasa, haji.
Allah berfirman :
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyeru kepada siapa pun selain Allah
(Al-Jin Ayat 19)
Makna تَدْعُوا adalah ibadah.
الدعاء مخ العبادة
“Do’a adalah intisari ibadah
2. DOA al mas’alah, maksudnya permintaan.
DOA mas’alah mengandung doa ibadah
Doa ibadah melazimkan (konsekuensi) doa mas’alah.
DOA mas’alah :
1. Isti’adah : doa untuk menolak kesusahan *sebelum* datangnya
2. Istiqosah: doa untuk menghilangkan penderitaan yang *sedang* dialami.
Ada 2 istiqosah :
– kepada Allah, Tauhid.
– kepada makhluk, ada 2.
A. Pada perkara yang tidak mampu melakukannya kecuali Allah, contoh minta anak, minta dilapangan rezeki, pengampunan maka ini syirik akbar.
B. Pada perkara yang secara umum makhluk mampu melakukannya. Hukum nya boleh.
B1. Ternyata makhluk mampu
B2. Ternyata makhluk tidak mampu.
Contohnya orang yang akan tenggelam minta orang yang ternyata orang tersebut tidak bisa berenang.
Contoh istiqosah dalam Al Quran adalah saat bani Israel bertengkar, dan meminta bantuan kepada Nabi Musa.
Tingkatan Istiqosah/Doa selain Allah :
1. Berdoa memohon hajat kepada mayat.
1.1. Dekat dengan mayat.
– meminta hajat kepada mayat
– meyakini si mayat mempunyai kekuatan ghaib yang tidak tertangkap indera.
1.2. Jauh dari mayat, Ada 3 pelanggaran, 2 pelanggaran diatas dan bahwa si mayat maha mengetahui. Misalnya doa minta kepada Syaikh Abdul Fulan yang makamnya jauh, misal makam di Irak…….
2. Memohon kepada yang masih hidup tapi dia ghaib, tidak hadir di hadapan orang yang memohon.
Misal: wahai wali fula
Ada 2.
2.1 pada perkara yang mampu seandainya orang tersebut hadir.
Misalnya orang mau dirampok, minta tolong orang jago karate yang tidak hadir
Hukum nya syirik, karena meyakini dia maha mendengar.
2.2 memohon kepada orang yang tidak mampu seandainya dia hadir.
Misalnya minta kelapangan rezeki, panjang umur, minta sembuh, minta jodoh.
Hukum nya syirik.
Syetan berperan dalam hal ini.
Banyak wali yang bisa “hadir” di dua tempat dalam waktu yang sama, ini salah satunya pasti syetan.
3. Memohon kepada yang hidup dan hadir perkara yang tidak mampu melakukannya kecuali Allah.
Contoh, meminta seorang gurunya untuk minta anak, kesembuhan,
Hukum nya syirik.
4. Memohon kepada mayat untuk mendoakannya kepada Allah.
Bentuk seorang datang kepada mayat, untuk mendoakan dia kepada Allah.
Hukum ada 2.
4.1 dia minta doa kepada mayat di sisi kuburan
Hukum ada khilaf.
Syirik dan Bid’ah mungkar.
Ada khilaf mayat bisa mendengar atau tidak.
Ini pendapat Ibnu Taimiyah yang dikuatkan oleh Syaikh Utsaimin dan Syaikh Bin Baz.
4.2 dia minta doa jauh dari kuburannya.
Hukum: syirik , karena meyakini mayat tersebut maha mengetahui dan maha mendengar.
Insya Allah dilanjutkan 3 minggu lagi.
$$##-aa-##$$
Firman Allah Subhanahu wata’ala :
]ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك، فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين[
“Dan janganlah kamu memohon/berdo’a kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk orang-orang yang dzolim (musyrik)” (QS. Yunus, 106).
]وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله يصيب به من يشاء من عباده وهو الغفور الرحيم[
“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang”(QS. Yunus, 107).
]إن الذين تعبدون من دون الله لا يملكون لكم رزقا فابتغوا عند الله الرزق واعبدوه واشكروا له إليه ترجعون[
“Sesungguhnya mereka yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rizki kepadamu, maka mintalah rizki itu pada Allah dan sembahlah Dia (saja) serta bersyurkurlah kepadaNya. Hanya kepada Nya lah kamu sekalian dikembalikan.” (QS. Al Ankabut, 17).
]ومن أضل ممن يدعو من دون الله من لا يستجيب له إلى يوم القيامة وهم عن دعائهم غافلون وإذا حشر الناس كانوا لهم أعداء وكانوا بعبادتهم كافرون[
“Dan tiada yang lebih sesat dari pada orang yang memohon kepada sesembahan-sesembahan selain Allah, yang tiada dapat mengabulkan permohonannya sampai hari kiamat dan sembahan-sembahan itu lalai dari (memperhatikan) permohonan mereka. Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” (QS. Al Ankabut, 5-6).
]أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلهم خلفاء الأرض أإله مع الله قليلا ما تذكرون[
“Atau siapakah yang mengabulkan (do’a) orang-orang yang dalam kesulitan disaat ia berdo’a kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu sekalian menjadi kholifah di bumi ? adakah sesembahan (yang haq) selain Allah ? amat sedikitlah kamu mengingat(Nya).” (QS. An Naml, 62).
Imam At-Thabrani dengan menyebutkan sanadnya meriwayatkan bahwa : “Pernah ada pada zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam seorang munafik yang selalu menyakiti orang-orang mu’min, maka salah seorang di antara orang mu’min berkata : “Marilah kita bersama-sama memohon perlindungan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam supaya dihindarkan dari tindakan buruk orang munafik ini”, ketika itu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab
“إنه لا يستغاث بي وإنما يستعاث بالله”
“Sesungguhnya aku tidak boleh dimintai perlindungan, hanya Allah sajalah yang boleh dimintai perlindungan”.
##$$-aa-##$$

