Diterbitkan pertama kali pada: 16-Jul-2020 @ 17:18

4 menit membaca

Syarah Kitab Tauhid – Macam-macam sihir
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
28 Rajab 1440H

Penulis menulis beberapa dalil pendukung dalam bab ini.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohehnya, dari salah seorang istri Nabi, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من أتى عرافا فسأله عن شيء فصدقه لم تقبل له صلاة أربعين يوما”

“Barang siapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari”.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد “. رواه أبو داود.

“Barang siapa yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Abu Daud).

Dan diriwayatkan oleh empat periwayat dan Al Hakim dengan menyatakan : “Hadits ini shahih menurut kriteria Imam Bukhari dan Muslim” dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد”

“Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesunggunya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad”.

Abu Ya’la pun meriwayatkan hadits mauquf dari Ibnu Mas’ud seperti yang tersebut di atas, dengan sanad Jayyid.

Para ulama menjelaskan beberapa bentuk pergi ke dukun.

1. Untuk bertanya-tanya (ingin tahu), hukum haram

2. Membenarkannya, bahaya ada khilaf, kafir atau tidak.

Ada 3 pendapat..
2.1 Kafir, murtad, keluar dari Islam, pendapat ini dipilih Syaikh Utsaimin, Lajnah Daimah,Syaikh bin Baz.

Karena mendustakan Firman Allah bahwa tidak ada yang tahu hal ghaib di langit dan bumi kecuali Allah

2.2 Tawaquf, yang penting kafir (besar atau kecil)

2.3. Kafir kecil
Berdasar hadits.. Tidak diterima sholat 40 hari.., sholat sah namun tidak berpahala.
Ulama yang menghukumi kafir besar, mengkritik hadits ini.

“من أتى عرافا فسأله عن شيء فصدقه لم تقبل له صلاة أربعين يوما”

“Barang siapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari”.

Ini riwayat Ahmad, yang mengandung.

Lafal
فصدقه
(membenarkan)

Adapun dalam riwayat Muslim, tidak ada Lafal tersebut.
Kedua hadits shahih..

Syaikh Alu Syaikh memilih pendapat hukumnya kafir kecil.
Juga dukun tahu hal tersebut dari syetan sehingga tidak ghaib lagi.

3. Untuk mengujinya atau untuk mengingkari ya atau untuk ungkap kebohongannya.
Ini bagus, bahkan dituntut dalam syariat.

Al Bazzar dengan sanad Jayyid meriwayatkan hadits marfu’ dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“ليس منا من تطير أو تطير له، أو تكهن أو تكهن له، أو سحر أو سحر له، ومن أتى كاهنا فصدقه فقد كفر بما أنزل على محمد ” رواه البزار بإسناد جيد.

“Tidak termasuk golongan kami orang yang meminta dan melakukan Tathoyyur, meramal atau minta diramal, menyihir atau minta disihirkan, dan barang siapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad.

Hadits ini diriwayatkan pula oleh At Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath dengan sanad hasan dari Ibnu Abbas tanpa menyebutkan kalimat : “dan barang siapa mendatangi …”dst.

Intinya hadits ini menjelaskan bahaya nya mendatangi dukun, minta untuk sihir dst..
Orang yang minta tolong dukun dan dukun, hukumnya sama, karena dia ridha terhadap kekufuran dukun.

Bagaimana bila seseorang datang ke seseorang yang ternyata dukun (sebelumnya tidak tahu), hukumnya dapat udzur.

Imam Al Baghowi berkata : “Al Arraf (peramal) adalah orang yang mendakwahkan dirinya mengetahui banyak hal dengan menggunakan isyarat-isyarat yang dipergunakan untuk mengetahui barang curian atau tempat barang yang hilang dan semacamnya.

Al Arraf = sesorang yang tahu dengan data2.
(orang pintar, para normal) – pakai data tanggal lahir dll.

Ada pendapat Al Arraf sama dengan dukun.

Ada pendapat dukun adalah orang yang tahu isi hati.

Arraf = tahu barang hilang
Dukun = mengaku tentang masa depan.

Kedua nya dihukumi sama.

Ada pula yang mengatakan : ia adalah Al Kahin (dukun) yaitu : orang yang bisa memberitahukan tentang hal-hal yang ghoib yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dan ada pula yang mengatakan : ia adalah orang yang bisa memberitahukan tentang apa-apa yang ada dihati seseorang”.

Menurut Abul Abbas Ibnu Taimiyah : “Al Arraf adalah sebutan untuk dukun, ahli nujum, peramal nasib dan sejenisnya yang mendakwahkan dirinya bisa mengetahui hal hal ghaib dengan cara-cara tersebut.”

Syetan itu turun untuk bertemu dengan teman-teman nya yaitu dukun atau Al Arraf dan sejenisnya.

Ibnu Abbas berkata tentang orang-orang yang menulis huruf huruf أبا جا د (huruf yang mewakili angka tertentu) sambil mencari rahasia huruf, dan memperhatikan bintang-bintang : “Aku tidak tahu apakah orang yang melakukan hal itu akan memperoleh bagian keuntungan di sisi Allah”.

Ini ungkapan bahwa Ibnu Abbas mengkafirkan mereka.

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh berkata: “Yang paling banyak terjadi pada umat ini adalah pemberitaan jin kepada kawan-kawannya dari kalangan manusia tentang berbagai peristiwa ghaib di muka bumi ini1. Orang yang tidak tahu (proses ini, -pen) menyangka bahwa itu adalah kasyaf dan karamah. Bahkan banyak orang yang tertipu dengannya dan beranggapan bahwa pembawa berita ghaib (dukun, paranormal, orang pintar dll, -pen) tersebut sebagai wali Allah, padahal hakekatnya adalah wali setan.

Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?