Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhid

KITAB TAUHID #45-GELAR HAKIMNYA PARA HAKIM #46-MEMULIAKAN NAMA-NAMA ALLAH DAN MENGGANTI  NAMA DEMI PENGHORMATAN TERSEBUT

Diterbitkan pertama kali pada: 19-Agu-2020 @ 13:56

4 menit membaca

Kitab Tauhid bab *BAB 45
PENGGUNAAN GELAR “QODLI QUDLOT” (HAKIMNYA PARA HAKIM)
DAN SEJENISNYA*
Ustadz Dr Firanda Andirja
9 Jumadil Akhir 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Pemimpin para hakim dan sejenisnya.

          Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“إن أخنع اسم عند الله رجل تسمى ملك الأملاك، لا مالك إلا الله ” – قال سفيان : مثل شاهان شاه – وفي رواية : “أغيظ رجل على الله يوم القيامة وأخبثه”.

          “Sesungguhnya nama (gelar) yang paling hina di sisi Allah Subhanahu wata’ala adalah “Rajanya para raja”, tiada raja yang memiliki kekuasaan mutlak kecuali Allah ” Sufyan bin Uyainah mengemukakan contoh dengan berkata (istilah persia) : ‘seperti gelar syahan syah’, dan dalam riwayat yang lain (Muslim) dikatakan : “Dia adalah orang yang paling dimurkai dan paling jahat di sisi Allah pada hari kiamat … ”

Untuk mencari kesempurnaan tauhid, menjauhi nama seperti ini.

Ada 2 terkait penanaman ini.

1. Nama ini kebohongan (Hanya Allah)
2. Nama ini berisi keagungan seakan-akan kesempurnaan.

Dan penggunaan nama itu ada kesombongan, yang merupakan dosa besar.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji debu. (HR. Muslim)

Orang yang rela dipanggil dengan nama itu juga termasuk di dalamnya.

Dalam Hadist Qudsi Nabi juga bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “kesombongan adalah selendangKu dan keagungan adalah sarungKu. Barangsiapa yang ikut serta dengan Ku dalam salah satu dari kedua sifat itu, maka Aku akan mencampakkannya di neraka Jahannam dan Aku tidak peduli.

Allah berfirman,

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَـٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 26

Orang sombong akan dihinakan di akhirat kelak..

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ

“Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan)”. [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari ]

Kalau nama Raja para Raja maka hukumnya haram dengan nas (dalil).

Apakah bisa diqiyaskan dengan nama lain seperti hakimnya para ulama. Ada 3 pendapat.

1. Haram dengan dalil Qiyas

2. Boleh, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menyatakan orang yang paling sayang = Abu Bakar, orang paling malu =Utsman bin Affan, Yang paling tahu halal haram = muadz bin jabbal..

.. Yang paling mahir dalam berhukum adalah Ali bin Abi Thalib.
Namun itu hanyalah kabar bukan penamaan.

3. Makruh

Yang lebih kuat adalah yang haram..

BAB 46
*MEMULIAKAN NAMA-NAMA ALLAH
DAN MENGGANTI  NAMA DEMI PENGHORMATAN TERSEBUT*

dalam rangka menghormati nama Allah dan mengganti nama yang terlanjur diberikan.

          Diriwayatkan dari Abu Syaraih (masuk Islam pada saat Fathu Makkah) bahwa ia dulu diberi kunyah (sebutan, nama panggilan) “Abul Hakam”, Maka Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadanya :

“إن الله هو الحكم، وإليه الحكم، فقال : إن قومي إذا اختلفوا في شيء أتوني فحكمت بينهم، فرضي كلا الفريقين، فقال : ما أحسن هذا، فما لك من الولد ؟ قلت : شريح، ومسلم، وعبد الله، قال : فمن أكبرهم ؟ قلت : شريح، قال : فأنت أبو شريح” رواه أبو داود وغيره.

          “Allah Subhanahu wata’ala adalah Al Hakam, dan hanya kepadaNya segala permasalahan dimintakan keputusan hukumnya”,

kemudian ia berkata kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam : “Sesungguhnya kaumku apabila berselisih pendapat dalam suatu masalah mereka mendatangiku, lalu aku memberikan keputusan hukum di antara mereka, dan kedua belah pihak pun sama-sama menerimanya”,

maka Nabi bersabda : “Alangkah baiknya hal ini, apakah kamu punya anak ?” aku menjawab : “Syuraih, Muslim dan Abdullah”,

Nabi bertanya : “siapa yang tertua diantara mereka ? “Syuraih” jawabku, Nabi bersabda : “kalau demikian kamu Abu Syuraih”. (HR. Abu Daud dan ahli hadits  lainnya).

Nama = nama ketika lahir, misal Ali
Kunyah = cuma bahasa arab,panggilan yang didahului Abu/Ummu

Kunyah dengan nama anak (anak sendiri atau anak orang lain, anak yang diharapkan (misal Ummu Abdillah – anak Asma). Sunnahnya dengan anak sendiri yang paling tua.

Kunyah dengan sebab interaksi dia dengan sesuatu contoh Abu Hurairah, Abu Turab (Ali bin Abi Thalib saat tidur di masjid karena sedang bertengkar dengan Fatimah).

Laqob (gelar), disebutkan dengan tujuan memuji atau mencela.
Abu Lahab = masuk neraka Lahab.

Diantara nama Allah adalah Al Hakam.
Karena semua hukum kembali kepada Allah.
Dan banyak ayat yang menjelaskan hal tersebut.

{إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ}

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. (Al-An’am: 57)

{ أَلا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ}

Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat per­hitungan yang paling cepat. (Al-An’am: 62)

 إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ
Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah.
Qs Yusuf ayat 40/67.

 لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Qs Al Qashash ayat 88.

ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

“Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 59)

وَاَ نِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ
“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah ”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 49)

اَفَحُكْمَ الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 50)

Apakah seseorang boleh bernama Al Hakam?

Jawaban : Nama Allah ada 2 model
1. Hanya Allah yang boleh memakai nama tersebut
Contoh : Ar Rahman, Al Khaliq, Ar Razzaq, Al Mutakabir,

2. Manusia juga boleh pakai nama tersebut.
Rahim.. (bil mukmininan rahim)
Aziz
Hakam (ayat tentang Hakam saat selesaikan masalah rumah tangga).

Bila sekedar nama bukan sebab karena pengagungan maka boleh.

Banyak sahabat yang nama Hakam dan gelar abul Hakam, dalam kasus Abu Syuraih diganti oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena ada pengagungan.

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK

(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?