Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhid

KITAB TAUHID #51 LARANGAN MENGUCAPKAN “AS SALAMU ‘ALALLAH ”

Diterbitkan pertama kali pada: 09-Jul-2020 @ 17:36

5 menit membaca

Syarah Kitab Tauhid BAB 51
LARANGAN MENGUCAPKAN “AS SALAMU ‘ALALLAH ”
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
28 Rajab 1441 H

Bab ini berkaitan dengan pengagungan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala baik dengan hati, anggota tubuh dan lisan agar sempurna tauhid nya.

Diantara nya adalah beradap kepada Allah dan ucapan AS SALAMU ‘ALALLAH adalah kurang beradap kepada Allah.
Seakan-akan berdoa untuk keselamatan Allah.

          Diriwayatkan dalam shaheh Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu ia berkata :

كنا إذا كنا مع النبي في الصلاة، قلنا : السلام على الله من عباده، السلام على فلان وفلان، فقال النبي : لا تقولوا السلام على الله، فإن الله هو السلام.

“Ketika kami melakukan sholat bersama Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam kami pernah mengucapkan :
السلام على الله من عباده
 , dan mengucapkan :
السلام على فلان وفلان  

 yang artinya :
“semoga keselamatan untuk Allah dari hamba-hambanya”, dan “semoga keselamatan untuk sifulan dari sifulan”,

maka
Nabi bersabda : “janganlah kamu mengucapkan :

السلام على الله 

 yang artinya “keselamatan semoga untuk Allah”, karena sesungguhnya Allah adalah السلام  (Maha pemberi keselamatan).

Tidak boleh ucapkan AS SALAMU ‘ALALLAH tetapi cukup

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatu lillaah, wash-sholawaatu wath-thoyyibaat. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Segala penghormatan hanya milik Allah, begitu juga shalawat dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih (seluruh yang shalih di langit dan bumi ) . Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 1/13 dan Imam Muslim 1/301.

Nama Allah : As Salam.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23)

Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 

Dalam hadits..

فإن الله هو السلام

Dialah As Salam.

Makna As Salam.

1. Berkaitan dengan Allah, artinya selamat dari segala kekurangan dan aib baik berkaitan dengan dzat-Nya atau perbuatan-perbuatan-Nya dari dari

Dzat : Mahasuci dari anak, istri, penolong

Perbuatan : semua perbuatan Allah ada hikmahnya, suci dari perbuatan ngawur, tanpa hikmah dll.

Sifat-sifat : selamat dari ngantuk, tidur, letih, menyesal, tidak tahu dll.

Jadi Allah Maha Sempurna, yaitu
Nafsu mujmal, penafian aib dan kekurangan dari Allah secara global.

2. Makna As Salam dari Allah berkaitan dengan hamba-Nya.

Pemberi keselamatan kepada hamba-hamba-Nya. Atau ucapan salam kepada hamba-hamba Nya. Baik di dunia atau di akhirat. Misal kepada Nabi dan Khadijah (dari Jibril).

Contoh.

وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ
Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Surat As-Saffat (37) Ayat 181

{سَلامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ}

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.” (Ash-Shaffat: 79)

سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109)
“Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim .” (Ash-Shaffat: 109)

{سَلامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ}

 (“Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun.  (Ash-Shaffat: 120)

 يَاسِينَ}

(yaitu),Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas.” (Ash-Shaffat: 130)

Contoh Allah memberi salam kepada hamba-hamba Nya.

Begitu pula di surga kelak.

{سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ}

(Kepada mereka dikatakan), “Salam, ” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yasin: 58)

{وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ}

dan salam penghormatan di surga ialah ‘Salam’ (dari Allah) . (Yunus: 10)

Hadits Khadijah dapat salam dari Allah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْكَ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا عَزَّ وَجَلَّ وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ

“Pada suatu ketika Jibril pernah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata, ‘Wahai Rasulullah, ini dia Khadijah. Ia datang kepada engkau dengan membawa wadah berisi lauk pauk, atau makanan atau minuman.’ ‘Apabila ia datang kepada engkau, maka sampaikanlah salam dari Allah dan dariku kepadanya. Selain itu, beritahukan pula kepadanya bahwa rumahnya di surga terbuat dari mutiara raksasa, yang di sana tidak ada kebisingan dan kepayahan di dalamnya.’” (HR. Bukhari, no. 3820 dan Muslim, no. 2432)

Kenapa dilarang mengucapkan As Salam Ala Allah. – seperti perkataan para sahabat yang dilarang Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Ada 3 sebab :

1. Karena As Salam Ala Allah seakan-akan Allah butuh didoakan
Padahal Allah tempat kita tujukan doa.

2. Karena As Salam Ala Allah seakan-akan Allah bisa ditimpa dengan ketidakselamatan.

3. Karena Allah adalah As Salam sehingga kalau kita berkata As Salam Ala Allah berarti sama dengan Allah Ala Allah dan ini tidak pas.

Niat baik sahabat ternyata dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Contoh indah praktek adab kepada Allah adalah praktek Khadijah radhiallahu anha.

Ketika salam Allah disampaikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada Khadijah, apa jawaban Khadijah?

“Innallaha huwa as-salam wa ‘ala Jibril as-Salam, wa’ alaika as-salam wa rahmatullah(Sesungguhnya Allah adalah Dzat Keselamatan, semoga keselamatan atas Jibril dan semoga keselamatan serta rahmat Allah atas dirimu)” (HR. Al-Hakim: An-Nasa’i).

Dalam riwayat lain,

Huwa Salam, waminhu As Salam, wa ala Jibril Salam.

Allah adalah As Salam, dan dari Allah lah keselamatan dan salam balik untuk Jibril. HR Thabrani. Al Mu’jamul kabir.

Diantara doa setelah shalat…

اَللَّــهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا اْلجَلالِ وَاْلإكْرَامِ

Ya Allah, Engkaulah As–Salaam (Yang selamat dari kejelekan–kejelekan, kekurangan–kekurangan dan kerusakan–kerusakan) dan dari–Mu as–salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik.

HR. Muslim (I/414)

Adapun tambahan Ilaika Ya udus salam – tidak ada riwayat.
Atau tambahan
Wailaika as salamu – riwayat dhaif.

Syiar Umat Islam – Assalamualaikum

Asalnya Islam adalah agama yang penuh dengan keselamatan.

Makna Assalamualaikum

Ada khilaf di kalangan ulama,

1. Assalamualaikum, As Salam adalah nama Allah.

Maksudnya kalian mendapatkan keberkahan nama Allah As Salam.

Dalil.
1.1 hadits yang kita bahas.

Ketika sahabat ucapkan dalam shalat As Salam Ala Allah, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam tegur..

فإن الله هو السلام

Dialah As Salam.

Mereka mengatakan, Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang karena Ilahnya Allah As Salam, maksudnya Allah sebagai As Salam (Nama Allah).

1.2 Nabi shallallahu alaihi wasallam bertayamum dan tidak mau menyebut Nama Allah tanpa bersuci (sebelum jawab salam).

Berarti As Salam adalah Nama Allah.

2. As Salam = doa keselamatan. Bukan Nama Allah.

Maksudnya semoga kesalamatan atas kalian.

2.1. Datang dalam nas-nas yang lain dengan nakhirah (tanpa Alif lam)

سلام عليك
Padahal nama-nama Allah harus Ma’rifat

Seharusnya As Salam tidak boleh Salamun.

(juga nama Thayyib, nakhirah, lebih tepatnya bukan nama Allah)

2.2 lafaldz Salam yang terbaik

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

As-salaamu ‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.

Semoga keselamatan atas kalian, demikian juga rahmat Allah dan keberkahan Allah atas kalian.

Jelas As Salam adalah bukan Nama Allah, dan setelah nya juga doa lagi.

Mana yang kuat?
Ustadz memilih pendapat yang kedua yang lebih kuat.

Ibnul Qayyim menggabungkan keduanya.
Mengatakan, tidak ada pertentangan bila ucapkan Assalamualaikum maka dia ucapkan doa keselamatan sekaligus meminta keberkahan nama-nama Allah.

Assalamualaikum itu ada 2 maksud,

1. Mendoakan keselamatan bagi orang yang diselamati, disebut Al Insya’.

Jadi isinya doa keselamatan di dunia dan akhirat, maka kita tidak boleh memulai salam kepada kafir.

2. Mengabarkan bahwa orang yang disalami selamat dari gangguan orang yang menyalami – Khobar.

Jadi setelah memberi salam, tapi tidak memberinya keselamatan dengan misalnya ghibah dll.

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?