Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, LcIbadah

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 36 –JUJUR DAN TULUS

This entry is part 30 of 32 in the series 40Karakter
2 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 36 –JUJUR DAN TULUS*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
29 Rabi’ul Awal 1448H/12 September 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Ustadz memulai dengan doa meminta tambahan ilmu, dan doa supaya mencintai dan dicintai Allah

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَزِدْنِيْ عِلْماً

Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku.

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِى يُبَلِّغُنِى حُبَّكَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى، وَأَهْلِى، وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang mengantarkanku menggapai cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu lebih aku cintai daripada cintaku kepada diriku sendiri, keluargaku, dan air dingin.

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً، فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq agar bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki bagi hamba-hamba-Mu ujian (fitnah), maka wafatkanlah aku tanpa terkena fitnah itu.

Sejak 1400 tahun lalu, Nabi ﷺ ajarkan untuk berusaha mencintai Allah dan dicintai Allah.
Ajarkan kita mencintai amalan kebaikan.

Bukan bermudah-mudahan cinta kepada teman-teman yang sama olah raga, yang sama komunitasnya.

Ketika kaum Muslimin menghadapi benteng-benteng Yahudi di Khaibar, Nabi ﷺ bersabda:

«لَأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلًا يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، يُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ»

“Sungguh, besok aku akan memberikan panji ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah serta Rasul-Nya mencintainya.”

Lihatlah apa yang Nabi ﷺ contohkan bagaimana memotivasi para sahabat dalam mencintai dan dicintai Allah.

Para sahabat pun berharap agar dialah yang mendapatkan panji tersebut. Dalam riwayat disebutkan bahwa para sahabat bermalam dengan penuh harapan, masing-masing berharap dirinya yang akan dipanggil.

Dan sahabat yang Nabi ﷺ maksudkan adalah Ali bin Abi Thalib.

Mari kita lanjutkan..

Hadits dari Al Miswar bin Makramah..

أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَيَّ أَصْدَقُهُ

“Perkataan yang paling aku cintai adalah yang paling benar/jujur.”

Dan dosa yang sangat besar adalah dusta.. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

 أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ – ثَلاَثًا – الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَوْ قَوْلُ الزُّورِ ” . وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ .

“Tidakkah aku memberitahukan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar?” (Nabi ﷺ) mengulanginya tiga kali, lalu berkata: “Menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, dan saksi palsu atau ucapan palsu.” Nabi ﷺ sedang bersandar, kemudian beliau duduk dan terus mengulanginya hingga kami berharap beliau diam. HR Muslim.

Lawan dari dusta adalah jujur…

Allah lah yang ucapan nya jujur..

📖 QS. An-Nisā’ ayat 122

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا ۝١٢٢

“Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?”

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا
“Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?”
📖 QS. An-Nisā’ ayat 87
Jadi kalau yang Anda ingat “wa man aṣdaqu qīlā”, itu QS. An-Nisā’: 122.

Allah Berfirman bahwa malaikat itu makhluk yang jujur.

{فَلَمَّا جَاءَ آلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ (61) قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (62) قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ (63) وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (64) }

Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Lut, beserta pengikut-pengikutnya, ia berkata, “Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal.” Para utusan menjawab, “Sebenar­nya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu dengan membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar. QS Al Hijr 61-64.

Dan para Nabi juga jujur.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ذٰلِكَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَـقِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ
“Itulah ‘Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.”
(QS. Maryam 19: Ayat 34)

Semoga bermanfaat.

#salaf #cinta #Allah #beriman #surga #karakteristik #adab #mudah #

##$$-aa-$$##

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 35 –MURAH HATI & MUDAH BERBAGI KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 37 – ORANG-ORANG YANG MENDAMAIKAN
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?