Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, LcIbadah

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 37 – ORANG-ORANG YANG MENDAMAIKAN

This entry is part 31 of 32 in the series 40Karakter
6 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 37 – ORANG-ORANG YANG MENDAMAIKAN*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
27 Rabi’ul Akhir 1448H/10 Oktober 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Mendamaikan dua orang yang saling benci adalah sedekah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah ﷺ telah bersabda kepada Abu Ayyub al-Anshari,

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى صَدَقَةٍ يُحِبُّهَا اللهُ وَرَسُولُهُ؟ أَنْ تُصْلِحَ بَيْنَ النَّاسِ إِذَا تَبَاغَضُوا أَوْ تَفَاسَدُوا.

“Apakah engkau mau aku tunjukkan kepada satu sedekah yang dicintai Allah dan RasulNya? Hendaklah engkau mendamaikan antara orang-orang apabila mereka saling membenci dan merusak.”

Definisi sedekah dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ, dalam sebuah hadits.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا. رواه مسلم

Dari Abu Dzar, bahwa  manusia dari kalangan sahabat Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam   berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya (Ahlud Dutsur) telah pergi dengan membawa pahala. Mereka shalat sebagaimana kami, mereka berpuasa sebagaimana kami, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”
Rasulullah bersabda: “ Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan, seseungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah,  setiap tahlil adalah sedekah,  mengajak kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran  adalah sedekah,  dan pada kemaluan kalian ada sedekah.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang kami bermain dengan syahwatnya membuatnya mendapatkan pahala?” Beliau bersabda: “Apa pendapatmu seandainya dia meletakkannya pada yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka, begitu pula jika dia meletakkannya pada yang halal, maka dia mendapatkan pahala. “ (HR. Muslim)

Dan dalam Al Qur’an,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَا لْمُصَّدِّقٰتِ وَاَ قْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 18)

Saat ini komunikasi yang kurang baik melalui media sosial bisa mengarah pada permusuhan.

Jangan mudah baper dan berprasangka buruk..

Dikisahkan dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, “Ketika itu, aku sedang duduk di naungan sebuah tembok. Lalu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu melewatiku. Ia kemudian memberikan salam kepadaku. Namun, aku tidak menyadari bahwa ia telah lewat dan memberikan salam.

Dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu pergi hingga ia menemui Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Lalu ‘Umar bercerita kepada Abu Bakar, ‘Mengherankan…
Aku melewati ‘Utsman, dan aku memberikan salam padanya, namun dia tidak membalas salamku!’

‘Umar dan Abu Bakar menemuiku di tempatnya Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, sampai mereka berdua memberikan salam kepadaku. Kemudian Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Saudaramu, ‘Umar datang menemuiku, kemudian dia menceritakan bahwa dia melewatimu dan memberikan salam kepadamu. Namun, kamu tidak membalas salamnya. Apa yang membuatmu seperti itu?’
Aku mengatakan kepadanya, ‘Demi Allah! Aku tidak menyadari dia melewatiku dan juga memberikan salam.’
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘‘Utsman benar. Sungguh ada yang menyibukkan pikiranmu dari hal ini!’

Aku mengatakan, ‘Betul.’
Abu Bakar bertanya, ‘Apa itu?’
‘Utsman radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Allah ‘Azza wa Jalla telah mewafatkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum kami bertanya kepadanya tentang keselamatan dari perkara (akhirat) ini.’

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Aku telah bertanya tentang hal itu.’
‘Utman berkata, ‘Engkau dengan ayah dan ibuku, engkau lebih berhak untuk mengetahui hal itu.’

Abu Bakar melanjutkan, ‘Wahai Rasulullah, apa yang menyelamatkan kita dari akhirat? Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قبل مني الكلمة التي عرضت على عمي, فردها علي, فهي نجاة

“Barangsiapa yang menerima satu kalimat dariku yang itu aku tawarkan kepada pamanku yang kemudian ia menolaknya dariku (yaitu kalimat tauhid, laa ilaaha illallah, pen.), maka itulah keselamatan.”
HR Ahmad.

Sedekah tidak hanya dengan fulus bisa dengan amar ma’ruf nahi munkar, memberi nafkah batin istri dst.

Tutuplah celah suudzan.

Sebuah hadits diriwayatkan dari Shafiyyah bintu Huyaiy——ia berkata, “Suatu ketika Rasulullah sedang beriktikaf. Lalu aku datang untuk mengunjungi beliau dan berbicara dengan beliau. Setelah itu aku berdiri dan berbalik keluar. Beliau pun ikut berdiri dan mengantarku keluar—tempat tinggal Shafiyyah adalah rumah Usâmah ibnu Zaid. Saat itu lewatlah dua orang laki-laki dari kaum Anshâr. Ketika mereka melihat Nabi—Shallallâhu `alaihi wa Sallam, mereka mempercepat langkah. Lalu Nabi—Shallallâhu `alaihi wa Sallam—bersabda, ‘Pelan-pelanlah, sesungguhnya ia adalah Shafiyyah bintu Huyaiy (istri beliau)’. Mereka pun menjawab, ‘Subhânallah, wahai Rasulullah, (kami tidak mungkin berprasangka buruk)!’ Beliau kemudian bersabda, ‘Sesungguhnya Syetan mengalir dalam diri manusia melalui aliran darah, dan aku khawatir ia membisikkan keburukan (atau sesuatu) ke dalam hati kalian’.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Sesungguhnya Syetan dapat melakukan sesuatu terhadap manusia seperti yang dilakukan oleh darah.” [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan ,bahwa cucunya akan Mendamaikan dua kelompok besar, Yaitu zaman sebelum mulai kepemimpinan Muawiyah bin Abi Sufyan.

إِنَّ ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ عَظِيمَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Sesungguhnya anakku ini (yaitu cucu Beliau) adalah sayyid (pemimpin). Mudah-mudahan Allâ akan mendamaikan dua kelompok besar dari kaum Muslimin dengan sebabnya. Perlu ada upaya

Tidak sedikit suami istri yang bermusuhan, diawali dengan perceraian. Hal ini seharusnya bisa dicegah dengan cara mendamaikan keduanya.

Allah dan Rasul-Nya melarang saling dengki.

Dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya- Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 لا تَحاسدُوا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

“Jangan kalian saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi! dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengki yang yang buruk adalah hilangnya nikmat yang ada pada orang lain. Ini dengkinya iblis.

Ibnu Taimiyyah mengatakan tidak ada orang yang selamat dari dengki, ada yang selamat dengan berusaha meredam dan yang tidak selamat dengan membiarkan dan bahkan menampakkan nya.

Jangan berfikir bahwa syetan itu capek, istirahat dari menggoda manusia.

Ambillah pelajaran dari kisah sahabat terbaik yang suudzan di selesaikan dengan tabayun. Hadits di atas.

Penyebab permusuhan adalah lisan atau komunikasi yang kurang bagus.

Sebab lain adalah tambahan perkataan dari berita.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukuplah seseorang dikatakan pendusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” HR Tirmidzi.

Komunikasi yang ditempatkan pada tempat yang tepat sering menjadi masalah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ طِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۤ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.””
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 1)

Kalau ada konflik jangan tunggu lebaran, jangan gengsi dengan merasa lebih tua.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang bisik-bisik yang ada kebaikan.

 لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰٮهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَا حٍ ۢ بَيْنَ النَّا سِ ۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَا تِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُـؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia/bisik-bisik mereka kecuali pembicaraan rahasia dari
1. orang yang menyuruh (orang) bersedekah,
2. atau berbuat kebaikan, atau
3. mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 114)

Sungguh merugi orang yang bermusuhan, dan ini sering di pahami oleh mereka yang bermusuhan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تفتح أبواب الجنة يوم الاثنين ويوم الخميس فيغفر لكل عبد لا يشرك بالله شيئا إلا رجلا كانت بينه وبين أخيه شحناء فيقال: أنظروا هذين حتى يصطلحا، أنظروا هذين حتى يصطلحا، أنظروا هذين حتى يصطلحا

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Maka dikatakan: ‘Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai.’” HR Muslim

Semoga bermanfaat.

#salaf #cinta #Allah #damai #musuh #karakteristik #adab #suudzan

##$$-aa-$$##

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 36 –JUJUR DAN TULUS
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?