3 menit membaca

*TAWAKAL DALAM SEGALA HAL*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
Masjid Al Muwahhidin Medan
14 Syawal 1447H

Tawakal adalah ibadah. Karena pada tawakal terkumpul puncak pemghambaan diri kepada Allah.

Orang tawakal bila dengar ayat Al Qur’an akan makin bertambah imannya.

Orang yang tawakal juga gak di ruqyah Karena ketawakalannya kepada Allah.

Nabi shallallahu alaihi wasallam juga senantiasa bertawakkal, disebutkan juga Taurat.

Nabi ﷺ mengajarkan banyak doa keseharian upaya menambah tawakal kepada Allah. Salah satu nya doa dzikir pagi petang.

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Kau serahkan kepadaku meskipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).

Doa bangun tidur, mau tidur, mau naik kendaraan dst

Rukun Tawakal ada dua.
1. Berdoa kepada Allah
2. Bersandar kepada sebab, ikhtiar

Ada tiga model.

1. Gabung sandar hati dan berusaha. Ini yang benar. Dalam perang, Nabi ﷺ selalu ikhtiar dengan berbagai cara.

2. Hanya bersandar pada Allah tanpa usaha. Iki menafikan syariat. Ini salah.

Allah ta’ala berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10)

Kecuali sudah gak mampu, seperti saat Nabi Ibrahim dilempar ke api.

Para Rasul berusaha ke pasar.

Allah ta’ala berfirman, 

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

3. Orang yang bersandar pada sebab lupa kepada Allah, celaan kepada Tauhid.

Misal berobat yakin dokter yang sembuhkan.

➡️ Dimana harus tawakal?harus dalam segala hal.

1. Tawakal dalam ibadah.

A. Dalam sholat.

Ayat – beribadah dan tawakal

contoh – berdoa untuk bisa sholat malam. Dst.

B. Tawakal ketika berdakwah.

Surat Ibrahim (14) Ayat 12

وَمَا لَنَآ أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَآ ءَاذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri”.

Begitu juga Nabi Nuh, Nabi Hud dst.

C. Baca Qur’an juga perlu tawakal.
Isti’anah..

D. Sedekah juga perlu Tawakal.

2. Tawakal dalam perkara dunia.

A. Saat cari rezeki.

Nabi memberi contoh tawakal seperti burung.
Manusia punya alat dan potensi cari rezeki lebih banyak dari pada burung.

Jangan sandarkan tawakal kepada boss, customer dst.

B. Tawakal mencari jodoh.
C. Tawakal dalam hadapi masalah.

A. Saat Musa terjebak di depan laut dan tentara Firaun.
B. Saat hijrah, Nabi ﷺ sembunyi di gua. Dan suruh seorang gembala hapus jejaknya.
C. Nabi Yakub saat kehilangan anaknya (Yusut).

{وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ}
dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Ali Imran: 173)

D. Saat problem hidup. Misal suami istri saat cerai.

Cerai harus sesuai syariat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِن بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَن يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًا

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu ‘iddah itu serta bertakwalah kepada Allah, Rabb-mu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” [Ath-Thalaaq/65: 1]

Cerai secara baik-baik, jangan umbar keburukan suami/istri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاِ ذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَ مْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَا رِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَ قِيْمُوا الشَّهَا دَةَ لِلّٰهِ ۗ ذٰ لِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَا نَ يُؤْمِنُ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ ۙ وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا 

“Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat. Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,”
(QS. At-Talaq 65: Ayat 2)

Cerai dengan cara baik, maka Allah akan beri solusi terbaik.

E. Tawakal saat godaan wanita, Nabi Yusuf bisa selamat Karena Tawakal.

Kita ini makhluk lemah… Gak bisa apa-apa.
Harus berserah diri Kepada Allah.

#tawakal #lemah #musibah #ibadah #bismillah

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?