5 menit membaca

*KENAPA HARUS FUTUR*
Ustadz Ammi Nur Baits ST. BA
30 Jumadil Akhir 1447 H/ 20 Desember 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Fokus kajian ini adalah sifat malas.

Ujian terakhir para shahabat, setelah penaklukan berbagai daerah. Kaum muslim menjadi malas-malasan pada perang Tabuk.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَـكُمْ اِذَا قِيْلَ لَـكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّا قَلْـتُمْ اِلَى الْاَ رْضِ ۗ اَرَضِيْتُمْ بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰ خِرَةِ ۚ فَمَا مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰ خِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 38)

Lima type orang yang tidak ikut Perang Tabuk.
1. Ditugaskan Nabi ﷺ untuk memimpin Madinah. Dalam hal ini Ali bin Abi Thalib.
2. Karena ada udzur (sakit, tua, tidak ada bekal). Ada yang ikrar – semua kedzaliman yang diarahkan kepada orang tersebut di halalkan. Sedekah kehormatan.
3. Tidak punya udzur dan mampu tapi tidak berangkat. Tapi kemudian menyusul, yaitu Abu Khaitsamah. Melawan rasa malas.
4. Sahabat tidak ikut, tapi mampu, tidak berangkat dan tidak punya alasan. Artinya mengaku salah. Kaab bin Malik dan dua temannya. Yang diboikot dan akhirnya Allah terima taubat.
5. Yang tidak ikut, padahal mampu. Dan ngaku punya alasan. Mereka adalah orang munafik. Munafik adalah malas dan pengecut.

Kenapa munafik malas bergerak.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَرَا دُوْا الْخُـرُوْجَ لَاَ عَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰـكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْبِۢعَا ثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ

“Dan jika mereka (munafik) mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), “Tinggallah kamu bersama orang-orang fortuner yang tinggal itu.””
(QS. At-Taubah 9: Ayat 46)

Allah buat mereka malas.

Se..! seorang yang lakukan perjalanan ibadah kepada Allah itu perjuangan.

Orang yang malas itu bisa jadi Allah tidak suka orang itu dalam ketaatan.

Dalam Al-Qur’an Allah suka gandengkan sifat malas dengan munafik. Itulah mengapa Malas adalah ciri munafik.

➡️ Celaan orang munafik.

1. Qs An Nisa 71-72.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا خُذُوْا حِذْرَكُمْ فَا نْفِرُوْا ثُبَا تٍ اَوِ انْفِرُوْا جَمِيْعًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah kamu dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok atau majulah bersama-sama (serentak).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 71)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَّيُبَطِّئَنَّ ۚ فَاِ نْ اَصَا بَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَا لَ قَدْ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيَّ اِذْ لَمْ اَكُنْ مَّعَهُمْ شَهِيْدًا

“Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu, jika kamu ditimpa musibah dia berkata, “Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka.””
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 72)

Orang munafik – gerakan lambat, karena malas.

2. Qs An Nisa 142.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَا دِعُهُمْ ۚ وَاِ ذَا قَا مُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَا مُوْا كُسَا لٰى ۙ يُرَآءُوْنَ النَّا سَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا 

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 142)

Ibadah itu perlu perjuangan. Orang munafik gak kuat hal seperti ini.

3. At Taubah 54.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّاۤ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَا لٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ

“Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 54)

Contoh sholat munafik. Hadits sholat orang munafik, tunda waktu. Malas.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ذَٰلِكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ، حَتَّىٰ إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا، لَا يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا

“Itulah sholat orang munafik. Ia duduk menunggu matahari, hingga ketika matahari berada di antara dua tanduk setan, ia berdiri lalu sholat empat rakaat dengan cepat (seperti patukan ayam), dan ia tidak mengingat Allah kecuali sedikit.”
(HR. Muslim)

Makruh tidur dulu sebelum sholat Isya.
Sholat Isya itu batas akhir sampai pertengahan malam. Tengah antara maghrib – subuh.

Karakter malas itu melekat pada orang munafik.

Seorang ulama – siapa yang malas jadi kaum rebahan maka dia telah menurunkan derajatnya menjadi hewan dan bahkan orang mati.

Siapa yang malas-malasan maka dia akan kehilangan istirahat yang sesungguhnya.

Hadits – Rasul ﷺ – surga dagangan mahal.

Ada dua sebab orang gagal beribadah.

1. Tidak mampu
2. Tidak mau (malas)

Orang yang malas maka masa tuanya lebih buruk dari pada orang yang rajin.

Karena itu harus pasang tekad.
Kenapa para Nabi ada yang disebut Ulul Azmi. (Azm = tekad).

➡️ Fenomena orang yang malas.

Malas asa dua bentuk.
1. Malas menggunakan pikiran.

Padahal Rasulullah ﷺ memotivasi dengan banyak keutamaan belajar ilmu agama.

Mikir masalah hidup, padahal sudah Allah jamin.

Bisa jadi orang yang banyak luangkan waktu pikiran untuk ilmu, Allah alihkan pikiran untuk mikir masalah hidup.

2. Malas badan, fisik. Malas gerak.

Yang paling parah – malas mikir dan malas fisik.

Kenapa Futur?

🔹1. Fenomena malas mikir. Kehidupan banyak dipengaruhi oleh hawa nafsu dan akal.

Umar bin Khaththab pernah ingatkan jangan pentingkan akal / logika.

Karena ada yang tidak bisa dilogikakan – dan ini perlu dalil.

Malas mikir akan dikendalikan oleh hawa nafsu.

Orang malas di akhir zaman –

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا يُوشِكُ رَجُلٌ شَبْعَانُ عَلَىٰ أَرِيكَتِهِ يَقُولُ: عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْقُرْآنِ، فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَلَالٍ فَأَحِلُّوهُ، وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ، أَلَا وَإِنَّ مَا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مِثْلُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ

“Ketahuilah, akan datang suatu masa seorang laki-laki yang kenyang (bersandar) di atas sofanya berkata: ‘Cukup bagi kalian Al-Qur’an ini saja. Apa yang kalian dapati di dalamnya sebagai halal maka halalkanlah, dan apa yang kalian dapati di dalamnya sebagai haram maka haramkanlah.’ Ketahuilah, sesungguhnya apa yang diharamkan oleh Rasulullah ﷺ sama seperti apa yang diharamkan oleh Allah.”
(HR. Abu Dawud , Tirmidzi — hadits hasan shahih)

🔹2. Manusia takut pelajar takut karena ada perbedaan pendapat. Gagal melihat perbedaan.

Perbedaan adalah nyata, dan harus dihadapi. Kita harus berusaha memilih yang mendekati kebenaran semampunya.

Kalau gak mampu lihat penjelasan – boleh lihat orangnya – mungkin keilmuan. Dengan niat untuk bertakwa.

Konsekuensi memilih pendapat itu menyalahkan pendapat yang lain. Yang tidak boleh adalah caci maki.

🔹3. Orang terlalu sayang badannya dan tidak jadi ibadah. Malas ibadah.

Dari Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, disebutkan kepada Nabi ﷺ tentang seseorang yang tidur sampai pagi (tidak bangun sholat Subuh), maka beliau bersabda:

ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنَيْهِ
(atau beliau bersabda: في أُذُنِهِ)

“Itu adalah orang yang telah dikencingi setan di kedua telinganya.”
HR Bukhari dan Muslim

Pekerja keras itu tetap wajib puasa. Karena yang boleh gak puasa itu sakit, Safar.

🔹4. Komunitas.
Teman itu punya kemampuan menyeret.
Carilah teman yang baik.

Berlindung lah dari sifat malas karena malas adalah penyebab terbanyak jauh dari ketaatan.

Semoga bermanfaat.

#anb #malas #munafik #akhirat #surga #taat

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?