USHUL TSALATSAH-05
*USHUL TSALATSAH-05*
Syarah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
2 Jumadil Akhir 1447H /23 Nopember 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Penulis kitab ini adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
➡️ MENGENAL ALLAH
Apabila ditanyakan kepadamu, “Siapa Rabb mu?” Maka jawablah, “Rabb ku adalah Allah yang telah memeliharaku dan seluruh alam dengan nikmat-nikmat-Nya. Dia adalah sesembahanku. Aku tidak memiliki sesembahan selain Dia.”
Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾
“Segala puji milik Allah Rabb semesta alam.” (QS. Al-Fatihah [1]: 2] Segala sesuatu selain Allah adalah alam (makhluk).
Rabb – Yang Menciptakan, Yang Memiliki, Yang Mengatur.
Segala sesuatu Selain Allah disebut alam.
Jadi hanya dua, pencipta (Allah) dan yang diciptakan (alam).
Kita adalah bagian dari alam tersebut.
Apabila ditanyakan kepadamu, “Dengan apa engkau mengenal Rabb mu?” Maka Jawablah, “Dengan tanda-tanda (kekuasaan) dan makhluk-makhluk-Nya.”
Tidak tampaknya Allah saat ini adalah ujian keimanan bagi kita.
Di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya adalah malam dan siang, dan matahari dan bulan. Di antara makhluk-makhluk-Nya adalah langit yang tujuh dan bumi yang tujuh serta apa yang ada di antara keduanya.
Dalilnya dalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ﴾
“Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah malam dan siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang telah menciptakan semuanya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. Al-Fussilat [41]: 37)
Yaitu tanda Rububiyyah Allah. Siang dan malam silih berghsyu.
Matahari dan bulan tidak pernah bertabrakan. Sinar matahari itu sesuai dengan kebutuhan manusia.
Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
﴿إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ، أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ﴾
“Sesungguhnya Rabb-mu ialah Allah yang 1. telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
2. lalu Dia tinggi di atas ‘Arasy.
3. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,
4. dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
5. menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah . Maha Suci Allah , Rabb semesta alam.” (QS. Al-A’raf [7]: 54)
Jangan terjebak dalam bisikan syetan terkait pertanyaan nyeleneh tentang Allah.
Istawa maknanya adalah tinggi di atas Arsy. Sifat Allah tanpa di Ta’Thil dan Takwil.
Unsur Rububiyyah ini mudah dipahami dan diterima dengan akal sehat.
➡️ Rabb adalah yang disembah. Dalil hal ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾
“Hai manusia! Sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 21-22)
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata Kalimat الَّذِي خَلَقَكُمْ adalah menyingkap kalimat sebelumnya. Sifatun kasyifah.
Ayat ini adalah bantahan dari paham bahwa manusia adalah keturunan kera.
Banyak sekali ayat tentang Allah Yang Menciptakan Bumi dan Langit..
Jadi disini ada dua Rububiyyah dan Uluhiyah (serahkan ibadah kepada Allah).
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:
الْخَالِقُ لِهَذِهِ الْأَشْيَاءِ هُوَ الْمُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ
“Yang menciptakan semua ini adalah yang berhak untuk diibadahi.”
Ibadah – segala sesuatu yang menyebabkan Allah mencintai mencakup perbuatan, perkataan dan keyakinan.
Jenis-jenis ibadah yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Islam, iman, dan ihsan.
Di antaranya pula: doa, khauf (takut), raja` (berharap), tawakkal, raghbah (berharap amalnya diterima), rahbah (cemas amalnya ditolak), khusyu’, khasyyah (takut), inabah (tobat), isti’anah (minta pertolongan), isti’adzah
(minta perlindungan dari gangguan setan), istighatsah (minta pertolongan saat genting), menyembelih, bernadzar, dan ibadah-ibadah lainnya yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala secara keseluruhan.
Doa adalah ibadah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ
“Doa itu adalah ibadah.”
Dalilnya dari Al Qur’an adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
﴿وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللهِ أَحَدًا﴾
“Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang pun bersama Allah.” (QS. Jin [72]: 18)
Siapa yang memalingkan satu saja ibadah tersebut kepada selain Allah, maka dia seorang musyrik lagi kafir (batal keislamannya).
Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
﴿وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ﴾
“Dan siapa menyembah sesembahan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabb nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (QS. Al-Mukminun [23]: 117).
Dalilnya adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala:
﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ﴾
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang merasa tidak butuh dari berdo’a kepada-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.” (QS. Ghafir [40]: 60)
Asal ibadah itu terlarang sampai ada perintah.
Syirik itu itu menduakan Allah dalam ibadah.
🔸Doa ada dua.
1. Doa Masalah – memanggil dalam rangka meminta. Meminta hajah itu bentuk ibadah bila permintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itu mengandung penghambaan.
Dalam doa ada keyakinan Allah Maha Mampu…..
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin : boleh meminta kepada orang lain – orang tersebut berakal, mampu. Ini bukan ibadah.
Dan doa ibadah – seseorang merendahkan diri kepada Allah, karena harap pahala Dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga bermanfaat.
#ushul #syariat #aqidah
##$$-aa-$$##

