5 menit membaca

*TAFSIR QS ALI IMRAN ayat 38-44*
Ustadz Muhammad Shoim
10 Jumadil Awal 1447H / 1 Nopember 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Ketika Nabi Zakaria alaihissalam mengasuh Mariam, Ibunda Nabi Isa alaihissalam dan menempatkan Mariam di
Mihrab khusus dan mendapati di mihrab buah-buahan yang tidak sesuai musimnya.

Hal ini membuat Nabi Zakaria alaihissalam yang belum punya keturunan walaupun usianya 90 tahun menjadi yakin akan Kekuasaan Allah agar memberi keturunan kepada Nabi Zakaria alaihissalam walaupun istri beliau juga sudah tua.

Allah adalah..

فَعَّالٌۭ لِّمَا يُرِيدُ

Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُنَا لِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَا لَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ

“Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 38)

Bahkan Nabi Zakaria sudah renta,

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًۭا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّۭا

Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.
Surat Maryam (19) Ayat 4

Dan Nabi Zakaria berdoa dengan lembut,

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّۭا

yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
Surat Maryam (19) Ayat 3

seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:  

{رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ} أَيْ: مِنْ عِنْدِكَ {ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً}

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. (Ali Imran: 38)
Yakni dari sisi-Mu seorang anak yang saleh.

Dalam ayat lain doanya adalah

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًۭا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
Surat Al-Anbiya (21) Ayat 89

{إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ}
Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. (Ali Imran: 38)

Allah pasti mendengar doa hamba yang lirih, dan Allah pasti mengabulkan asal doa dengan keyakinan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa Dia akan mengabulkannya. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak bersungguh-sungguh.” HR Tirmidzi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَنادَتْهُ الْمَلائِكَةُ وَهُوَ قائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرابِ

Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakaria yang tengah berdiri salat di mihrab. (Ali Imran: 39)

Ada khilaf, apakah hanya malaikat Jibril atau malaikat yang lain karena jumlahnya banyak sesuai ayat diatas.

Yakni malaikat berbicara langsung kepadanya dengan pembicaraan yang dapat didengar Zakaria, sedangkan ia tengah berdiri salat di mihrab tempat ibadahnya yang khusus buat dia sendiri di saat ia bermunajat dan melakukan salat menyembah Tuhannya.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan perihal berita gembira yang disampaikan oleh malaikat kepada Zakaria:

أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيى

Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya. (Ali Imran: 39)

Doa dikabulkan pada saat melaksanakan ketaatan kepada Allah. Diantara sebab dikabulkan doa adalah dengan ibadah.

Yaitu seorang anak laki-laki yang diciptakan buatmu dari tulang sul-bimu, bernama Yahya.

Yahya artinya hidup. Dan nama Yahya itu sebelum nya tidak ada, baru pertama bagi Nabi Yahya alaihissalam. Yang sifat Nabi Yahya adalah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

مُصَدِّقاً بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ

yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah. (Ali Imran: 39)

Yang dimaksud adalah Nabi Isa alaihissalam.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَسَيِّداً
menjadi pemimpin. (Ali Imran: 39)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَحَصُوراً

menahan diri (dari pengaruh hawa nafsu). (Ali Imran: 39)

Maksudnya dari nafsu yang haram.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ
dan seorang nabi serta keturunan orang-orang saleh. (Ali Imran: 39)

Setelah nyata bagi Zakaria ‘alaihissalam berita gembira tersebut, ia merasa heran akan mempunyai seorang anak, padahal usianya telah lanjut.

{قَالَ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ قَالَ}

Zakaria berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku dapat beranak, sedangkan aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul? (Ali Imran: 40),

Maka malaikat yang menyampaikan berita gembira itu berkata:

{كَذَلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ}

Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Ali Imran: 40)

Yakni demikianlah urusan Allah itu sangat besar. Tiada sesuatu pun yang tidak mampu dilakukan-Nya, dan tiada suatu urusan pun yang berat bagi-Nya; semuanya dapat dilakukan-Nya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

{قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً}

Zakaria berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.”(Ali Imran: 41).

Maksudnya, suatu tanda yang menunjukkan bahwa istriku telah mengandung. Ini bukan berarti Nabi Zakaria ragu, tapi supaya hati nya lebih tenang.

1. Ilmu yakin karena dengar
2. Ilmu yakin dengan melihat, ini lebih yakin.

{قَالَ آيَتُكَ أَلا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ إِلا رَمْزًا}

Allah berfirman, “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat.” (Ali Imran: 41).

Yang dimaksud dengan ramzan ialah isyarat, yakni ‘kamu tidak dapat berkata-kata, sekalipun kamu adalah orang yang sehat’.

Seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lainnya, yaitu firman-Nya:

ثَلاثَ لَيالٍ سَوِيًّا
selama tiga malam, padahal kamu sehat. (Maryam: 10)

Kemudian Allah memerintahkan kepada Zakaria agar banyak berzikir, bertakbir, dan membaca tasbih selama masa tersebut. Untuk itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالإبْكَارِ}

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari. (Ali Imran: 41)

Nabi Zakaria tidak bisa bicara pada manusia tetapi bisa berdzikir kepada Allah, untuk persiapan menghadapi sesuatu yang berat.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةًۭ فَٱثْبُتُوا۟ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Surat Al-Anfal (8) Ayat 45

Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang berat bisa diatasi dengan banyak berdzikir.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتِ الْمَلٰٓئِكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰٮكِ وَطَهَّرَكِ وَا صْطَفٰٮكِ عَلٰى نِسَآءِ الْعٰلَمِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 42)

Allah memilih Maryam, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memilihnya menjadi wanita yang terpilih, karena ibadahnya yang banyak, zuhudnya, kemuliaannya, dan kesuciannya dari semua kotoran dan godaan setan. Allah memilihnya kembali dari suatu waktu ke waktu yang lain karena kemuliaan yang dimilikinya berada di atas semua wanita di dunia (pada masanya).

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ”

Sebaik-baik wanitanya adalah Maryam binti Imran, dan sebaik-baik wanitanya adalah Khadijah binti Khuwailid.

Kita tahu bahwa semua manusia akan berpasangan, lalu siapa yang akan menjadi pasangan Maryam dan Asyah?
Ada yang mengatakan pasangan mereka di surga adalah Rasulullah ﷺ namun tanpa riwayat yang jelas.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلا ثَلاث: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

Orang lelaki yang mencapai kesempurnaan banyak jumlahnya, tetapi dari kalangan wanita hanya ada tiga orang, yaitu Maryam binti Imran, Asiah istri Fir’aun, dan Khadijah binti Khuwailid. Sedangkan keutamaan Aisyah atas kaum wanita sama dengan keutamaan makanan Sarid atas makanan lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ}

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. (Ali Imran: 43)

Qunut di sini maknanya,
1. Khusyu – taat
2. Berdiri
3. Doa Qunut

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya Shalallahu’alaihi Wasallam sesudah memaparkan kepadanya dengan jelas semua kisah tersebut, yaitu:

ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢـبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَا مَهُمْ اَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ

“Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 44)

Mereka bertengkar – ini kisah saat pengundian siapa yang akan mengasuh Maryam. Dan setelah diundi 3x, terpilih Nabi Zakaria.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #salaf #sunnah #islam #tauhid #anak #nadzar

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?