6 menit membaca

*DUSTA MEMBAWA PETAKA*
Ustadz Armin Akbar, Lc
1 Shafar 1447H /26 Juli 2025
Ba’da Subuh
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Sebagian orang beranggapan bahwa kejujuran itu membawa kesusahan. Ini adalah persangkaan yang tidak benar.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَقَدْ خَابَ مَنِ ٱفْتَرَىٰ

Sungguh, orang yang mengada-adakan kebohongan pasti merugi (mendapat petaka).
Qs thoha 61

✅ Apa saja petaka itu?

1. Tanda kemunafikan.

Nabi ﷺ bersabda,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ:
إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu ada tiga:
1. Jika berbicara, ia berdusta.
2. Jika berjanji, ia ingkar.
3. Jika diberi amanah, ia khianat.” HR Bukhari dan Muslim.

2. Terhalang dari hidayah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّا رٌ

Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

> إِنَّمَا يَفْتَرِي ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَاتِ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah; dan mereka itulah para pendusta.” (QS. An-Nahl: 105)

Hadits Shahih (HR. Bukhari dan Muslim):

> …وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ

“… Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kefajiran (kefasikan), dan kefajiran membawa ke neraka.”

3. Dimasukan ke neraka.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

> إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِندَ اللَّهِ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِندَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang yang selalu jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur (ṣiddīq). Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kefajiran, dan kefajiran membawa ke neraka. Seseorang yang terus berdusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (kadzab).” HR Bukhari dan Muslim

4. Diadzab di alam kubur.

Hadits dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

فَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُفْلَقُ رَأْسُهُ بِالْحَجَرِ، فَإِنَّهُ يَأْخُذُ الْقُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ، وَيَنَامُ عَنْ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ، وَيَكْذِبُ الْكَذْبَةَ، فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ مَا رَأَيْتَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Nabi ﷺ diperlihatkan dua orang yang sedang disiksa di alam kubur. Salah satu dari mereka:

“Dihancurkan kepalanya dengan batu karena ia berdusta dengan satu kebohongan, lalu berita bohongnya menyebar ke seluruh penjuru, dan ia terus disiksa seperti itu sampai hari kiamat.” HR Bukhari .

5. Berenang di cairan yang keluar dari penghuni neraka.

Firman Allah,

مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ ۝ يَتَجَرَّعُهُۥ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُۥ وَيَأْتِيهِ ٱلْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍۢ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِن وَرَآئِهِۦ عَذَابٌ غَلِيظٌ

“Di hadapannya ada neraka Jahanam dan dia diberi minuman dari air nanah (yang mendidih). Ia mencoba meneguknya tetapi hampir tidak bisa menelannya, dan kematian datang dari segala penjuru, namun ia tidak mati, dan di hadapannya ada azab yang berat.” (QS. Ibrahim: 16–17)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Aku melihat seorang laki-laki pada malam Isra’ Mi’raj, mulutnya disobek dari satu sisi ke sisi lain. Setiap kali disobek, kembali seperti semula, lalu disobek lagi… Aku bertanya, ‘Siapa ini wahai Jibril?’ Ia menjawab, ‘Itulah orang yang suka berdusta, dan dustanya tersebar ke seluruh penjuru. Ia disiksa seperti itu sampai hari kiamat.'” HR Ahmad.

6. Dilaknat Allah (dijauhkan dari rahmat Allah)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُتِلَ الْخَـرّٰصُوْنَ 

“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 10).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَمَنْ حَآ جَّكَ فِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَا لَوْا نَدْعُ اَبْنَآءَنَا وَاَ بْنَآءَكُمْ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمْ وَاَ نْفُسَنَا وَاَ نْفُسَكُمْ ۗ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَّعْنَتَ اللّٰهِ عَلَى الْكٰذِبِيْنَ

“Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 61)

Hati-hati dengan mubahalalah.

7. Tidak diajak bicara oleh Allah.

Hadits dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

> ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ:

شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

“Tiga golongan yang Allah tidak akan ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan memandang mereka, tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih:
1. Orang tua yang berzina,
2. Pemimpin (raja) yang suka berdusta,
3. Orang miskin yang sombong.”
HR. Muslim.

❓Apa yang mendorong orang berdusta?

1. Untuk keuntungan duniawi, misalnya pedagang yang dusta untuk menarik pembeli.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

> أَرْبَعٌ إِذَا كُنَّ فِيْكَ فَلَا عَلَيْكَ مَا فَاتَكَ مِنَ الدُّنْيَا: صِدْقُ الْحَدِيْثِ، وَحِفْظُ الأَمَانَةِ، وَحُسْنُ الْخُلُقِ، وَعِفَّةٌ فِي طُعْمَةٍ

Empat hal, jika ada padamu maka tidak mengapa apa pun yang luput darimu dari urusan dunia:

1. Jujur dalam ucapan,
2. Menjaga amanah,
3. Berakhlak mulia ,
4. Menjaga kehormatan dalam mencari nafkah (tidak tamak). HR Ahmad.

2. Ambil barang orang lain.

Hadits dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ اللَّهُ لَهُ النَّارَ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

فَقَالَ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: وَإِنْ كَانَ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ

“Barang siapa mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya (sumpah palsu), maka sungguh Allah telah mewajibkan neraka untuknya dan mengharamkan surga atasnya.”
Lalu ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, meskipun hanya sedikit (nilainya kecil)?”

Beliau ﷺ menjawab:
“Ya, meskipun hanya sebatang kayu siwak.”
(HR. Muslim)

3. Ingin dianggap hebat.

Misalnya orang yang sering mengaku mimpi ketemu Rasul.

Hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ تَحَلَّمَ بِحُلْمٍ لَمْ يَرَهُ، كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ بَيْنَ شَعِيرَتَيْنِ، وَلَنْ يَفْعَلَ

“Barang siapa yang mengaku bermimpi padahal dia tidak bermimpi (berdusta tentang mimpi), maka ia akan dibebani untuk mengikat dua butir jelai (yang halus dan mustahil diikat), dan ia tidak akan mampu melakukannya.” HR Bukhari.

4. Ingin menampakkan diri orang rajin ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ تَشَبَّعَ بِمَا لَمْ يُعْطَ، كَانَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Barang siapa yang berpura-pura memiliki sesuatu yang tidak diberikan kepadanya, maka dia seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan (tsaubay zūr).” HR Bukhari dan Muslim.

4. Ingin dianggap paling update.

Rasulullah ﷺ bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dianggap pendusta bila ia menceritakan semua yang ia dengar.” HR Muslim.

5. Bercanda dusta

Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” HR Abu Dawud.

Hati-hati bercanda dengan talak karena candaan talak itu dianggap serius. Hati hati dengan prank.

Dari ‘Abdur-Raḥmān bin Abi Layla, ia berkata:

“Para sahabat Nabi ﷺ menceritakan bahwa mereka sedang bepergian bersama Baginda ﷺ. Seorang di antara mereka tertidur, lalu ada yang mengambil tali miliknya sehingga terbangun dan ketakutan. Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ أَخَاهُ

‘Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mengejutkan saudaranya.’ HR Abu Dawud.

6. Kebiasaan dari kecil. Kadang orang tua ngajari anak berdusta.

7. Terhindar dari Celaan/hukuman.

8. Ingin menolong saudaranya dengan bersaksi palsu.

Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam (sebelum nya bersandar kemudian duduk serius) :

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ – ثَلَاثًا- قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: اَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ. وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ: أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ، فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ

“‘Maukah aku beritahukan kepadamu dosa besar yang paling besar?’ –Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya tiga kali–. Kami (para Shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”Awalnya Beliau bersandar kemudian duduk dan bersabda, “Serta camkanlah, juga perkataan bohong dan saksi palsu.” Nabi selalu mengulanginya sehingga kami berkata (dalam hati kami), ‘Seandainya Beliau diam.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantara prakteknya adalah minta surat miskin.

➡️ Dusta yang boleh.

1. Mendamaikan orang yang sedang berselisih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ليس الكذاب الذي يصلح بين الناس فينمي خيرا أو يقول خيرا

“Bukan seorang pendusta, orang yang berbohong untuk mendamaikan antar-sesama manusia. Dia menunbuhkan kebaikan atau mengatakan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Saat perang. Ambil kisah perang para sahabat.

3. Dusta antara suami istri. Untuk mempererat hubungan.

Diriwayatkan dari Ummu Kultsum binti ‘Uqbah radhiyallahu Ta’ala ‘anha, beliau berkata,

مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَخِّصُ فِي شَيْءٍ مِنَ الْكَذِبِ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ، كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

“Tidaklah aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan sedikit pun berkaitan dengan perkataan dusta kecuali dalam tiga perkara.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

لَا أَعُدُّهُ كَاذِبًا، الرَّجُلُ يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ، يَقُولُ: الْقَوْلَ وَلَا يُرِيدُ بِهِ إِلَّا الْإِصْلَاحَ، وَالرَّجُلُ يَقُولُ: فِي الْحَرْبِ، وَالرَّجُلُ يُحَدِّثُ امْرَأَتَهُ، وَالْمَرْأَةُ تُحَدِّثُ زَوْجَهَا

“Tidaklah termasuk bohong:
(1) Jika seseorang (berbohong) untuk mendamaikan di antara manusia, dia mengatakan suatu perkataan yang tidaklah dia maksudkan kecuali hanya untuk mengadakan perdamaian (perbaikan);

(2) Seseorang yang berkata (bohong) ketika dalam peperangan; dan

(3) Seorang suami yang berkata kepada istri dan istri yang berkata kepada suami.” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

➡️ Macam-macam dusta.

1. Paling besar adalah dusta atas nama Allah.

1.1 Yaitu mengharamkan atau menghalalkan sesuatu tanpa ilmu.
1.2 Berfatwa tanpa ilmu
1.3 Mendustakan ayat-ayat Allah.

Imam Malik adalah contoh orang sholeh yang takut jawab pertanyaan yang beliau tidak tahu.

Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللّهِ كَذِباً لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

”Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta atas nama Allah sehingga menyesatkan manusia tanpa pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-An ‘am: 144)

2. Dusta atas nama Nabi ﷺ, bisa munculnya hukum baru dalam Islam dan bisa sebabkan kesyirikan. Diantara pendorong nya adalah ingin kebaikan.

Contoh hadits palsu misalnya keutamaan makan semangka..

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

”Sesungguhnya berdusta atas namaku itu tidak sama dengan berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa yang dengan sengaja berdusta atas namaku, maka persiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat.

#majelisilmu #salaf #sunnah #dusta #celaka #jujur #neraka #siksa #kubur

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?