4 menit membaca

*TAFSIR QS ALI IMRAN ayat 18-20*
Ustadz Muhammad Shoim
9 Muharam 1447H / 5 Juli 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ فَاِ نَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَا بِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian (kedzaliman) di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 19)

Agama yang diterima sisi Allah (diridhai) adalah Islam. Maknanya manusia saat ini wajib beragama Islam. Walaupun tidak ada paksaan.

Islam dari kata aslama – yuslimu = berserah diri.

Konsekuensi nya Islam adalah menjaga kedamaian, seperti dalam hadits bahwa seorang muslim adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.

🔹 Makna Secara istilah
1. Umum – ikuti para rasul yang telah diutus oleh Allah Ta’ala (dari Nabi Adam – Muhammad ﷺ).

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

وَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

“Dan para nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu.“ (HR. Bukhari)

Pokok ajaran nya adalah mentauhidkan Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ,مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.” (QS. Asy-Syuura [42]: 13)

Maka dari itu kita (muslim) lebih berhak akan Nabi Ibrahim dan Nabi Musa daripada yahudi dan Nasrani.

2. Islam yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.

Sebagaimana yang terjadi ketika Umar bin Khaththab, ketika itu beliau Radhiyallahu ‘anhu memegang dan membaca lembaran Taurat, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَمُتَهَوِّكُوْنَ فِيْهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ ؟ وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ ، لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةًً ، لاَ تَسْأَلُوْهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوْكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوْا بِهِ ، أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوْا بِهِ ، وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ ، لَوْ أَنَّ مُوْسَى كَانَ حَيّاً مَا وَسِعَهُ إِلاَّأَنْ يَتَّبِعَنِيْ

“Apakah engkau merasa ragu, wahai Umar bin Khaththab? Demi yang diri Muhammad ada di tangan Allah, sungguh aku telah membawa kepada kalian agama ini dalam keadaan putih bersih. Janganlah kalian tanya kepada mereka tentang sesuatu, sebab nanti mereka kabarkan yang benar, namun kalian mendustakan. Atau mereka kabarkan yang bathil, kalian membenarkannya. Demi yang diri Muhammad berada di tanganNya, seandainya Nabi Musa itu hidup, maka tidak boleh bagi dia, melainkan harus mengikuti aku” HR Ahmad.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِ سْلَا مِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ ۚ وَهُوَ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 85)

Kita harus cukup bekal ilmu supaya tidak mudah terpengaruh oleh kebaikan orang-orang kafir, supaya jangan berfikir bahwa ternyata agama mereka benar… Perbuatan baik mereka sia-sia karena mereka kufur terhadap Allah, karena mereka tidak mentauhidkan Allah.

Ayat ini jangan diterjemahkan – agama yang paling benar adalah Islam, tapi agama yang benar adalah Islam.
Hati-hati dengan syubhat orang-orang liberal. ❗

Yahudi itu dari keturunan Yahuda salah satu anak Nabi Yakub. Ada juga dari makna ayat QS Al Araf 156.

إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ

“Sesungguhnya kami kembali kepada-Mu” atau “Kami bertaubat kepada-Mu.”

Kata “hudnā” berasal dari akar kata hada (هدى) yang juga bisa berarti tunduk atau bertaubat.

Sedang Nasrani dari firman Allah

وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ

“Dan orang-orang Nasrani berkata: Al-Masih itu adalah anak Allah.”
— (QS. At-Taubah: 30)

Ayat selanjut nya..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ فَاِ نَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَا بِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 19)

Yakni karena sebagian dari mereka merasa dengki terhadap sebagian yang lainnya, lalu mereka berselisih pendapat dalam perkara kebenaran. Hal tersebut terjadi karena terdorong oleh rasa dengki, benci, dan saling menjatuhkan, hingga sebagian dari mereka berusaha menjatuhkan sebagian yang lain dengan menentangnya dalam semua ucapan dan perbuatannya, sekalipun benar.

Jadi bukan karena tidak ada ada ilmu untuk beriman yang benar, tapi ngeyel.

Harus menerima Islam seluruhnya,

ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًۭا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًۭا

kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
Surat An-Nisa (4) Ayat 65

Orang-orang yahudi dimurkai Allah karena mereka sudah tahu kebenaran tapi mendebat.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 وَمَنْ يَكْفُرْ بِآياتِ اللَّهِ

Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah. (Ali Imran: 19)

Yakni barang siapa yang ingkar kepada apa yang diturunkan oleh Allah di dalam kitab-Nya.

فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسابِ
maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali Imran: 19)

Artinya,   sesungguhnya   Allah   akan  membalas   perbuatannya  dan melakukan perhitungan terhadapnya atas kedustaannya itu, dan akan menghukurnnya akibat ia menentang Kitab-Nya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَإِنْ حَاجُّوكَ
Kemudian jika mereka mendebat kamu. (Ali Imran: 20)

Yaitu mendebatmu tentang masalah tauhid.

فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ
maka katakanlah, “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” (Ali Imran: 20)

Yakni katakanlah bahwa aku memurnikan ibadahku hanya kepada Allah semata.

Jadi cukup bagi kita untuk tidak mendebat orang yang telah dijelaskan ayat dan Sunnah tapi tetap ingkar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالأمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاغُ}

Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, “Apakah kalian (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). (Ali Imran: 20)

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً
Katakanlah, “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua.” (Al-A’raf: 158)

Risalah Rasulullah ﷺ adalah umum..

Fakir – tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Miskin – punya pekerjaan tetap tapi tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #salaf #sunnah #islam #tauhid

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?