KISAH MARYAM BINTI IMRAN
Diterbitkan pertama kali pada: 22-Des-2024 @ 06:38
8 menit membaca*KISAH MARYAM BINTI IMRAN*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
20 Jumadil Akhir 1446H/22 Desember 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kisah ini terdapat dalam Al Qur’an Al Karim.
Kisah jaman dahulu tidak dapat kita ungkap kecuali dari Wahyu Allah dan sabda Nabi Muhammad ﷺ.
Terdapat dalam 4 surat.
Ali Imran – asal usul keluarga Ali Imran, hikmahnya untuk menguatkan bahwa Maryam adalah manusia biasa.
Maryam
An Nabiya
At Tahrim.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰۤى اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰ لَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing),”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 33)
Allah memilih dengan haq.
Ibnu Katsir : Nabi Nuh adalah rasul pertama yang Allah utus di bumi ini.
Ibnu Katsir : masuk dalam keluarga Ibrahim adalah Nabi Muhammad ﷺ. Beliau ﷺ lahir dari hubungan yang suci.
Dan اٰ لَ عِمْرٰنَ = keluarga Imran, adalah bapak dari Maryam.
Istri Imran adalah Hamnah (ada yang mengatakan Hanna).
Nabi Ibrahim punya dua anak yaitu Ishak (jalur para nabi berakhir pada Isa alaihissalam) dan Ibrahim yang berakhir pada Muhammad ﷺ.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنْۢ بَعْضٍ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“(sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 34)
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِذْ قَا لَتِ امْرَاَ تُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَـكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“(Ingatlah), ketika istri `Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 35)
Ibnu Katsir : Hannah ini adalah wanita yang tidak bisa hamil. Dan ingin punya anak dan berdoa seperti dalam ayat ini.
Maksud dari مُحَرَّرًا adalah Dulu ada anak laki-laki kecil (10-15),ditaruh di masjid untuk belajar, dan setelah baligh di beri pilihan lanjut di masjid atau keluar. Harapan Hannah adalah anak laki-laki.
Maka hikmahnya adalah tujuan nikah harus jelas. Contoh dalam doa ini tujuan nikah punya anak yang taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
🔹Selanjutnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَا لَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَاۤ اُنْثٰى ۗ وَا للّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ ۗ وَ لَيْسَ الذَّكَرُ كَا لْاُ نْثٰى ۚ وَاِ نِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِ نِّيْۤ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
“Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. “Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak-cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 36)
Setelah melahirkan, ternyata perempuan, sedih karena tidak sesuai harapan yang ingin anak laki-laki. Namun Hannah tahu bahwa Allah lebih tahu.
Tidak sama laki-laki dan perempuan.
Laki-laki adalah pemberi nafkah, menjaga wanita. Dan wanita mulia karena adanya laki-laki suaminya. Suami mengayomi perempuan.
Perempuan harus taat pada suami, gak boleh berani (melawan) pada suami. Ini banyak hikmahnya.
Dan ibunya Maryam mendoakan kebaikan untuk Maryam.
Dalam ayat ini ada aqidah bahwa Maryam adalah bukan tuhan karena dilahirkan oleh manusia.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَا تًا حَسَنًا ۙ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۗ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَا بَ ۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۚ قَا لَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَـكِ هٰذَا ۗ قَا لَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
“Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 37)
Kata ulama – Maryam diizinkan untuk tinggal di Masjid yaitu Baitul Maqdis, karena keistimewaan. Karena keturunan orang besar.
Diadakan undian untuk memilih siapa yang bakal merawatnya, dan pemenangnya adalah Nabi Zakariya.
Zakariya menikah dengan saudari dari Hannah ibunya Maryam.
Zakariya yang mentarbiah dan memelihara Maryam, itulah makna dari وَّكَفَّلَهَا.
❗Sebab kerusakan anak itu banyak disebabkan oleh rusaknya bapak.
Maksud dari فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ adalah Maryam diizinkan tinggal di Masjid sesuai dengan nadzar ibunya.
Makna الْمِحْرَا بَ ۙ adalah bilik kecil khusus Maryam.
Para ulama menjelaskan bahwa Maryam adalah wali Allah karena punya karomah.
Karomah itu kemampuan melakukan hal yang luar biasa dan tidak semua orang bisa.
Rezeki Maryam adalah buah-buahan yang ada dan tidak sesuai musim yang sedang terjadi.
Makna بِغَيْرِ حِسَا بٍ = tanpa diduga, tanpa perhitungan.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
هُنَا لِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَا لَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ
“Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 38)
Setelah ada Maryam maka Nabi Zakariya jadi ingin punya anak.
Dengan susah payah didik anak bisa jadi Ikhlas.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا ذْكُرْ فِى الْـكِتٰبِ مَرْيَمَ ۘ اِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ اَهْلِهَا مَكَا نًا شَرْقِيًّا
“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),”
(QS. Maryam 19: Ayat 16)
Makna dasar dari نبذ adalah dibuang. Disini adalah Maryam ingin asingkan diri.
Baitulmaqdis ada Baitul Lahm =Betlehem.
Arah timur, saat itu arah yang lebih diunggulkan karena arah munculnya cahaya.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا تَّخَذَتْ مِنْ دُوْنِهِمْ حِجَا بًا ۗ فَاَ رْسَلْنَاۤ اِلَيْهَا رُوْحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
“lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.”
(QS. Maryam 19: Ayat 17)
Ini menjelaskan betapa suci dan mulia nya Maryam.
Dan Maryam hamil bukan karena hubungan dengan laki-laki tetapi karena Allah.
Maksud رُوْحَنَا adalah malaikat Jibril.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَتْ اِنِّيْۤ اَعُوْذُ بِا لرَّحْمٰنِ مِنْكَ اِنْ كُنْتَ تَقِيًّا
“Dia (Maryam) berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.””
(QS. Maryam 19: Ayat 18)
Ini adalah reaksi yang wajar dari perempuan yang baik-baik.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ رَسُوْلُ رَبِّكِ ۖ لِاَ هَبَ لَـكِ غُلٰمًا زَكِيًّا
“Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.””
(QS. Maryam 19: Ayat 19)
Dan akhir nya Maryam percaya bahwa Jibril adalah utusan Allah.
Hati-hati dengan bisikan syetan bahwa Jibril berhubungan dengan Maryam.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَتْ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ وَّلَمْ اَكُ بَغِيًّا
“Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!”” (QS. Maryam 19: Ayat 20)
Ini menegaskan akan mulia nya Maryam dari tuduhan buruk kepada nya.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ كَذٰلِكِ ۚ قَا لَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۚ وَلِنَجْعَلَهٗۤ اٰيَةً لِّلنَّا سِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۚ وَكَا نَ اَمْرًا مَّقْضِيًّا
“Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.””
(QS. Maryam 19: Ayat 21)
Ini penegasan bahwa Allah mudah dan Maha Kuasa atas segalanya. Allah mampu mencipta manusia dan tanpa bapak, bahkan tanpa bapak dan ibu (Adam).
Penciptaan langit itu lebih dahsyat daripada penciptaan manusia.
Maryam ridha dengan keputusan Allah.
✅ Dan ridha atas keputusan Allah adalah kunci kebahagian.
🔹 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَحَمَلَـتْهُ فَا نْتَبَذَتْ بِهٖ مَكَا نًا قَصِيًّا
“Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.”
(QS. Maryam 19: Ayat 22)
Dan Maryam pergi ke tempat yang lebih jauh.
Pendapat ulama tentang hamilnya Maryam?
1. Maryam hamil normal sampai 9 bulan
2. Maryam hamil dan langsung lahir. Dari ayat ini
فَحَمَلَـتْهُ فَا نْتَبَذَتْ
Ada ف tanpa tsumma..
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ جَآءَهَا الْمَخَا ضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِ ۚ قَا لَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا
“Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.””
(QS. Maryam 19: Ayat 23)
نَسْيًا مَّنْسِيًّا
Maryam merasa receh dan gak dibutuhkan lagi.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَنَا دٰٮهَا مِنْ تَحْتِهَاۤ اَ لَّا تَحْزَنِيْ قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا
“Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.”
(QS. Maryam 19: Ayat 24)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang akan mengurus semuanya.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهُزِّيْۤ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”
(QS. Maryam 19: Ayat 25)
Makna رُطَبًا adalah ruthob.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَكُلِيْ وَا شْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًا ۚ فَاِ مَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًا ۙ فَقُوْلِيْۤ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّا
“Maka makan, minum, dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.””
(QS. Maryam 19: Ayat 26)
Ada yang mengatakan ini perkataan Nabi Isa pada ibunya Maryam.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ تَتْ بِهٖ قَوْمَهَا تَحْمِلُهٗ ۗ قَا لُوْا يٰمَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًـا فَرِيًّا
“Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.”
(QS. Maryam 19: Ayat 27)
Ini tuduhan atau ingkari karena orang yang tidak tahu sebab.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاُخْتَ هٰرُوْنَ مَا كَا نَ اَ بُوْكِ امْرَاَ سَوْءٍ وَّمَا كَا نَتْ اُمُّكِ بَغِيًّا
“Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.””
(QS. Maryam 19: Ayat 28)
Maryam tidak menjawab tuduhan ini.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ شَا رَتْ اِلَيْهِ ۗ قَا لُوْا كَيْفَ نُـكَلِّمُ مَنْ كَا نَ فِى الْمَهْدِ صَبِيًّا
“Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?””
(QS. Maryam 19: Ayat 29)
Maryam sudah tahu bayi nya bisa bicara.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗ اٰتٰٮنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا
“Dia (‘Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,”
(QS. Maryam 19: Ayat 30)
Ini bantahan Nasrani bahwa Nabi Isa adalah Hamba Allah dan bukan tuhan.
Bantahan kepada Yahudi, Maryam bukan pezina.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَّجَعَلَنِيْ مُبٰـرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُ ۖ وَاَ وْصٰنِيْ بِا لصَّلٰوةِ وَا لزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;”
(QS. Maryam 19: Ayat 31)
Ini adalah mukjizat Nabi Isa.
Bisa mengobati orang sakit dan hidupkan yang mati.
Al Masih = diusap.
Kalau berdoa itu minta yang berkah, manfaat buat kita dan orang lain.
Dan sholat saat itu sudah ada, demikian juga zakat.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَّبَرًّاۢبِوَا لِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّا رًا شَقِيًّا
“dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”
(QS. Maryam 19: Ayat 32)
✅❗Orang yang berbakti kepada orang tua tidak akan celaka.
Chek sholat – zakat – berbakti kepada orang tua.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.””
(QS. Maryam 19: Ayat 33)
Sering disalahgunakan untuk membolehkan ucap selamat natal. Padahal ini doa Nabi Isa alaihissalam.
Nabi Isa adalah manusia bukan juru selamat.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَـقِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ
“Itulah ‘Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.”
(QS. Maryam 19: Ayat 34)
Ini jawaban kepada Nasrani, yahudi dan munafikun.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَا كَا نَ لِلّٰهِ اَنْ يَّتَّخِذَ مِنْ وَّلَدٍ ۙ سُبْحٰنَهٗ ۗ اِذَا قَضٰۤى اَمْرًا فَاِ نَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
“Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.”
(QS. Maryam 19: Ayat 35)
Secara akal, tidak logis Allah punya anak, punya keluarga.
Semoga bermanfaat,
#salaf #sunnah #Maryam #kisah #isa #yahudi #nasrani
##$$-aa-$$##

