This entry is part 53 of 57 in the series Hisnul Muslim

Diterbitkan pertama kali pada: 21-Des-2024 @ 06:56

3 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 62*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
19 Jumadil Akhir 1446H/21 Desember 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.

Kita lanjut pada dzikir manasik haji.

Ibadah haji hanya perlu 6 hari untuk dapat berhaji secara sempurna. Mulai dari tanggal 8 sampai 13 Dzulhijjah.

Ada talbiyah yang dibaca saat orang berihram.

➡️ *115. Bacaan talbiyah*

Kalimat ini dibaca saat umroh dan Haji. Umroh dilakukan pada waktu yang bebas. Sedangkan haji dilakukan pada saat tertentu.

Kapan dibaca? Yaitu saat mulai ihram dan berada di miqat untuk berniat.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaik Allaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syariika lak.

“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Dzikri ini sudah tidak dibaca saat mulai masuk area Masjidil Haram.

Kalau ibadah haji boleh dibaca mulai tanggal 8 – 9 – 10 saat penyembelihan.

Kalimat talbiyah ini seakan-akan adalah jawaban dari undangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Undangan ini disampaikan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًۭا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍۢ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍۢ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
Surat Al-Hajj (22) Ayat 27

Kabah dibangun sejak Nabi Adam alaihi salam. Sempat tidak terlihat dan mulai ramai saat Nabi Ismail dan Hajar mulai tinggal di sana.

🔹Nabi Ibrahim menyeru seruan ini di atas Maqam Ibrahim. Yaitu tempat pijakan Nabi Ibrahim saat meninggikan Kabah.

Ada riwayat bacaan Allahumma diganti dengan Ila Al Haq.

Namun berbeda talbiyah yang dibaca orang musyrikin Quraisy – ada tambahan yang sudah dilarang oleh Rasulullah ﷺ.

إلا شريكا هو لك ، تملكه وما ملك

(kecuali syarikat yang mana itu milikMu Ya Allah yang Engkau memiliki mereka dan apa yang Kau miliki).

🔹Lafazh talbiyah mengandung kalimat tauhid : Rububiyah dan Uluhiyah
🔹Disunnahkan mengencangkan suara saat baca talbiyah. Khusus untuk laki-laki.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي لَبِيدٍ، عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْطَبٍ، عَنْ خَلَّادِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” جَاءَنِي جِبْرِيلُ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مُرْ أَصْحَابَكَ فَلْيَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالتَّلْبِيَةِ، فَإِنَّهَا مِنْ شِعَارِ الْحَجِّ ”

…. Zaid bin Kholid meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jibril datang kepadaku (Nabi), maka mengatakan: Wahai Muhammad, perintahlah para sahabatmu untuk mengeraskan suaranya saat membaca Talbiyah, sesungguhnya Talbiyah adalah bagian dari symbol haji”.

🔹Talbiyah dinamakan juga Al ‘Aj yaitu meninggikan suara.

🔹Bacaan Dzikri Haji dan Umroh itu sederhana, tidak ribet.

Kabah dinamakan juga Al Bait

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَا بَةً لِّلنَّا سِ وَاَ مْنًا ۗ وَا تَّخِذُوْا مِنْ مَّقَا مِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّى ۗ وَعَهِدْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهٖمَ وَاِ سْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّآئِفِيْنَ وَا لْعٰكِفِيْنَ وَا لرُّکَّعِ السُّجُوْدِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ism’ail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk, dan orang yang sujud!””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 125)

Kabah ada empat sudut.
1. Rukun Hajar Aswad – tanda lampu hijau.
2. Rukun Syami (Suriah, Palestina, Lebanon, Yordania)
3. Rukun Iraqi
4. Rukun Yaman (sunnah nya di usap juga).

Cara tawaf.
1. Kalau bisa dan memungkinkan, mulai tawaf dengan mencium Hajar Aswad
2. Usap dengan tangan dan cium
3. Sentuh dengan tongkat dan cium
4. Dengan angkat tangan tanpa cium sebagai Isyarat. Yang dicium adalah sesuatu yang bisa menyentuh Hajar Aswad.

Dua sudut Syami dan Iraqi tidak ada anjuran untuk usap karena sebenarnya keduanya bukan batas asli bangunan Kabah tetapi Hijr Ismail.

🔹Disyariatkan untuk bertakbir saat mulai tawaf.

🔹 Tatkala mencium hajar aswad tidak boleh berkeyakinan bahwa hajar aswad punya keutamaan mampu datangkan maslahat dan menolak mudhorot. Keyakinan nya adalah ini adalah ibadah.

Umar bin Khattab pernah berkata,

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah ﷺ menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim).

Semoga bermanfaat.

#salaf #sunnah #umroh #haji #talbiyah

##$$-aa-##$$

Hisnul Muslim

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 61 MAKNA DOA DAN DZIKIR – 63
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?