RIYADHUS SHALIHIN # BAB 15 – MEMELIHARA KELANGSUNGAN AMALAN2
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 16:12
3 menit membacaSyarah Riyadhus Shalihin BAB 15.
*MEMELIHARA KELANGSUNGAN AMALAN-AMALAN.*
Ustadz Luthfi Abdul Jabbar
7 Dzulqaidah 1440 H
Amal shaleh, yang tersulit adalah menjaganya.
Allah berfirman, dalam menjelaskan hal tersebut.
هَـٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍۢ
Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (kewajiban, amal shaleh). Qs Qaf 32.
Ayat-ayat yang berkaitan amal shaleh dijelaskan kemudian..
Allah Ta’ala berfirman:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”
(QS. Al Hadiid [57]:16).
Ada orang yang ketika dapat Taufik dan hidayah, dengan berjalannya waktu hatinya mengeras. Karena bosan..
Kejenuhan itu ada, dan kita harus menyikapi kejenuhan tersebut dengan tepat.
Untuk terus diatas kebaikan itu juga perjuangan yang besar. Perjuangan belum selesai, kita harus mempertahankan dan meningkatkan amalan shaleh kita.
Kita harus jaga iman kita..
Bila bosan dengan amalan yang satu maka kita coba dengan amalan lain, dan pastikan kita berada dalam kebaikan..
Barang siapa yang futur di atas agama maka dia selamat.. (Hadits)
عَنْ جَعْدَةَ بن هُبَيْرَةَ ، قَالَ : ذُكِرَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْلًى لِبَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يُصَلِّي وَلا يَنَامُ ، وَيَصُومُ وَلا يُفْطِرُ ، فَقَالَ : ” أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ ، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَلِكُلِّ عَمِلٍ شِرَّةٌ ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ يَكُنْ فَتْرَتُهُ إِلَى السُّنَّةِ ، فَقَدِ اهْتَدَى ، وَمَنْ يَكُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ ، فَقَدْ ضَلَّ “.
Dari Ja’dah bin Hubairah, ia berkata bahwa disebutkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib, ia shalat (malam) namun tidak tidur. Ia puasa setiap hari, tidak ada waktu kosong untuk tidak puasa.
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri shalat (malam) namun aku tetap tidur. Aku puasa, namun lain waktu aku tidak berpuasa. Ingatlah, setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya).
Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.”
(HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir 2: 284)
وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.
Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
(QS. An Nahl [16]:92)
Dalam hati kita selalu ada pergulatan.
Orang yang terbaik, adalah orang yang bisa menjaga hatinya.
Amal itu usaha kita, namun hati itu Allah yang mengkondisikan.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”
(QS. Al Hijr [15]:99)
Adapun Hadis-hadis yang menerangkan bab di atas itu, di antaranya ialah Hadisnya Aisyah:
“Mengerjakan agama yang tercinta di sisi Allah ialah yang dikekalkan oleh orangnya – yakni tidak bosan-bosan melakukannya sekalipun sederhana.”
Amalan harus dijaga (istiqomah).
Misalnya saat Ramadhan banyak amalan, di luar Ramadhan kita harus tetap melakukan walaupun kadarnya berkurang, misal sholat malam 3 rakaat.
Selain Hadis di atas ialah, dari Umar bin Khaththab.
وعن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ من نام عن حزبه من الليل، أو عن شيء منه فقرأه ما بين صلاة الفجر وصلاة الظهر، كتب له كأنما قرأه من الليل” ((رواه مسلم)).
Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang tertidur sehingga kelupaan membacakan hizibnya di waktu malam atau sebagian dari hizibnya itu, kemudian ia membacanya antara waktu shalat fajar dengan zuhur, maka dicatatlah untuknya seolah-olah ia membacanya itu di waktu malam harinya.”
HR Muslim.
Itulah keistimewaan orang yang istiqomah.
وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال: قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا عبد الله لا تكن مثل فلان، كان يقوم الليل فترك قيام الليل” ((متفق عليه)) .
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma, katanya
Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam pernah bersabda kepadaku:
“Hai Abdullah, janganlah engkau seperti si Fulan itu. Dulu ia suka bangun untuk sholat malam, kemudian ia meninggalkan bangun malam itu.”
(Muttafaq ‘alaih)
وعن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا فاتته الصلاة من الليل من وجع أو غيره، صلى من النهار ثنتي عشرة ركعة” ((رواه مسلم)).
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam itu apabila terlambat dari shaiat malam, baik karena sakit ataupun lain-lainnya, maka beliau sholat di waktu siangnya sebanyak duabelas rakaat.”
(HR. Muslim)
Amal shaleh itu bagus diusahakan untuk dikerjakan.
Jadikan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dapat terlihat dari keseharian amalan kita.
Jangan tinggalkan amal walaupun kecil.
##$$-aa-$$##

