Diterbitkan pertama kali pada: 02-Mar-2024 @ 06:18

7 menit membaca

*TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 259-261*
Ustadz Muhammad Shoim Lc
21 Sya’ban 1445H / 02.03.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

✅ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

اَوْ كَا لَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّ هِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا ۚ قَا لَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ فَاَ مَا تَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَا مٍ ثُمَّ بَعَثَهٗ ۗ قَا لَ كَمْ لَبِثْتَ ۗ قَا لَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۗ قَا لَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَا مٍ فَا نْظُرْ اِلٰى طَعَا مِكَ وَشَرَا بِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۚ وَا نْظُرْ اِلٰى حِمَا رِكَ ۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّا سِ وَا نْظُرْ اِلَى الْعِظَا مِ كَيْفَ نُـنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًا ۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَا لَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?”

Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.”

Allah berfirman, “Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang).

Dan Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 259)

Dalam ayat ini, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya.

ℹ️ Ada beberapa pendapat siapa lelaki yang lewat negeri ini.

1. Uzair yang dikatakan Yahudi sebagai anak Allah. Paling masyhur.
2. Salah seorang dari Bani Israil.
3. Nabi Hiskiyal

Negeri yang dimaksud adalah Baitul Maqdis. Yang pernah dihancurkan oleh seorang raja yang kuasai Timur dan barat, yaitu Namrud.

🎈Ada 4 orang yang pernah menguasai dunia,
🔸Dua orang muslim, yaitu Sulaiman dan Dzulqarnain
🔸Dua orang kafir yaitu, Dua penguasa Babilonia atau mesopotamia. Yaitu Namrud dan Nenukadnezar atau Bukhtanazar (pernah hancurkan Baitul Maqdis 587 tahun sebelum Masehi)

Nabi Bani Israil – Armia (Yeremia), yang mana tidak mau patuh pada nya. Dan Allah kirim Bukhtanazar untuk hancurkan negeri tersebut.
Kemudian Uzair lewat tempat tersebut.

Allah wafatkan Uzair (dan akan dihidupkan), 70 tahun kemudian. Setelah Allah memakmurkan kembali Baitul Maqdis.

Ketika Allah membangkitkannya sesudah ia mati, maka anggota tubuhnya yang mula-mula dihidupkan oleh Allah adalah kedua matanya. Dengan demikian, maka ia dapat menyaksikan perbuatan Allah, bagaimana Allah menghidupkan kembali dirinya. Setelah seluruh tubuhnya itu hidup seperti sediakala, maka Allah berfirman kepadanya melalui malaikat:

{كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْم}

Berapakah lamanya kamu tinggal? Ia menjawab, “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.” (Al-Baqarah: 259)

Dia merasakan bahwa dirinya mati pada permulaan siang hari, kemudian dihidupkan kembali pada petang harinya. Akan tetapi, ketika ia melihat matahari masih tetap ada, ia menduga bahwa ia dibangkitkan dalam hari yang sama. Karena itulah ia berkata, “Atau setengah hari.” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab dengan melalui firman-Nya:

{أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ}

Allah berfirman, “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah.” (Al-Baqarah: 259)

Demikian itu karena menurut kisahnya disebutkan bahwa lelaki itu membawa buah anggur, buah tin, dan minuman jus. Maka ia melihatnya masih utuh seperti semula, tiada sesuatu pun yang berubah; minuman jusnya tidak berubah, buah tinnya tidak masam dan tidak busuk, serta buah anggurnya tidak berkurang barang sedikit pun.

{وَانْظُرْ إِلَى حِمَارِك}

dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang-belulang). (Al-Baqarah: 259)

Yakni bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menghidupkannya kembali dengan disaksikan oleh kedua matamu.

{وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ}

Kami  akan  menjadikan kamu tanda  kekuasaan Kami bagi manusia. (Al-Baqarah: 259)

Yaitu sebagai dalil yang membuktikan adanya hari berbangkit.

وَانْظُرْ إِلَى الْعِظامِ كَيْفَ نُنْشِزُها

Dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali. (Al-Baqarah: 259)

Menurut pendapat yang lain dibaca nunsyiruha (dengan memakai huruf ra), artinya ‘Kami menghidupkannya kembali’. Demikianlah menurut Mujahid.

ثُمَّ نَكْسُوها لَحْماً

kemudian Kami menutupinya dengan daging. (Al-Baqarah: 259)

As-Saddi dan lain-lainnya mengatakan bahwa tulang-belulang keledainya telah bercerai-berai di sebelah kanan dan kirinya. Lalu ia memandang ke tulang-belulang itu yang berkilauan karena putihnya. Kemudian Allah mengirimkan angin, lalu angin itu menghimpun kembali tulang-belulang itu ke tempat semula. Kemudian masing-masing tulang tersusun pada tempatnya masing-masing, hingga jadilah seekor keledai yang berdiri berbentuk rangka tulang tanpa daging. Selanjutnya Allah memakaikan kepadanya daging, otot, urat, dan kulit, lalu Allah mengirim malaikat yang ditugaskan untuk meniupkan roh ke dalam tubuh keledai itu melalui kedua lubang hidungnya. Maka dengan serta merta keledai itu meringkik dan hidup kembali dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala Semuanya itu terjadi di hadapan pandangan mata Uzair. Setelah ia menyaksikan hal itu dengan jelas dan kini ia mengerti, maka ia berkata yang perkataannya disitir oleh firman-Nya:

{قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ}

Dia berkata, “Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Al-Baqarah: 259)

ℹ️Ayat selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

{وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (260) }

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman, “Apakah kamu belum percaya?” Ibrahim menjawab, “Saya telah percaya, tetapi agar bertambah tetap hati saya.” Allah berfirman, “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu potong-potonglah burung-burung itu olehmu, kemudian letakkanlah tiap bagian darinya atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya dia akan datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Inilah bukti kedua bahwa Allah bisa hidupkan kembali makhluk yang sudah mati dan hancur.

Nabi Ibrahim alaihissalam ingin ilmu meningkat, dari ilmu yakin menjadi ainul yakin.

🎈Di dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan ‘yakin’ itu dengan beberapa nama yang menunjukkan tingkatannya. Ada yang namanya ilmul yaqin, ‘ainul yaqin, ada haqqul yaqin.

1️⃣Ilmul yaqin adalah yang dirasakan oleh orang-orang berilmu dengan hijab dunia mereka bisa melihat dengan keyakinan pada mata hatinya kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan bagi orang-orang yang beriman.

Kedudukan ini adalah awal dari tingkat-tingkatan yakin. Yaitu tersingkapnya sesuatu pada hati manusia. Sesuatu yang dikabarkan bisa dilihat oleh hati manusia.

2️⃣‘Ainul yaqin adalah tingkatan yang lebih tinggi lagi. Seolah-olah dia bisa melihat dengan matanya.

3️⃣ Haqqul yaqin adalah tingkatan yang paling tinggi. Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang sebenar-benarnya keyakinan. Yaitu merasakan langsung sesuatu itu dengan sempurna.

Nabi Ibrahim menangkap empat ekor burung, lalu menyembelihnya, kemudian memotong-motongnya, mencabuti bulu-bulunya, dan mencabik-cabiknya. Setelah itu sebagian dari burung-burung itu dicampuradukkan dengan sebagian yang lain. Kemudian   dibagi-bagi   menjadi   beberapa   bagian   dan   menaruh sebagian darinya pada tiap bukit. Menurut suatu pendapat adalah empat buah bukit, dan menurut pendapat yang lain tujuh buah bukit. Ibnu Abbas mengatakan, Nabi Ibrahim memegang kepala keempat burung itu pada tangannya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Ibrahim agar memanggil burung-burung itu. Maka Ibrahim memanggil burung-burung itu seperti apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Nabi Ibrahim melihat bulu-bulu burung-burung tersebut beterbangan ke arah bulu-bulunya, darah beterbangan ke arah darah-nya, dan daging beterbangan ke arah dagingnya; masing-masing bagian dari masing-masing burung bersatu dengan bagian lainnya, hingga masing-masing burung bangkit seperti semula, lalu datang kepada Ibrahim dengan berlari, dimaksudkan agar lebih jelas dilihat oleh orang yang meminta kejadian tersebut. Lalu masing-masing burung datang mengambil kepalanya yang ada di tangan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam Apabila Nabi Ibrahim mengulurkan kepala yang bukan milik burung yang bersangkutan, burung itu menolak; dan jika Ibrahim mengulurkan kepala yang menjadi milik burung bersangkutan, maka menyatulah kepala itu dengan tubuhnya berkat kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

{وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ}

Dan ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Al-Baqarah: 260)

❓Bagaimana dengan iman para nabi?

Iman malaikat itu tidak berkurang dan tidak bertambah.
Iman manusia itu bisa bertambah dan bisa berkurang.

Kalau para nabi Iman nya nambah dan tidak pernah berkurang. 🎈

ℹ️Sebenarnya ada 5 contoh bagaimana Allah hidupkan yang sudah mati dalam surat Al Baqarah.

♦️3. Qs Al Baqarah ayat 55-56.

{وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (56) }

Dan (ingatlah) ketika kalian berkata, “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang,” karena itu kalian disambar halilintar, sedangkan kalian menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kalian sesudah kalian mati, supaya kalian bersyukur.

♦️4. Al-Baqarah, ayat 72-73

{وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (72) فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (73) }

Dan (ingatlah) ketika kalian membunuh seorang manusia, lalu kalian saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kalian sembunyikan. Lalu Kami berfirman, —”Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan pada kalian tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kalian mengerti.

♦️5. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَا رِهِمْ وَهُمْ اُلُوْفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ ۖ فَقَا لَ لَهُمُ اللّٰهُ مُوْتُوْا ۗ ثُمَّ اَحْيَاھُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّا سِ وَلٰـكِنَّ اَکْثَرَ النَّا سِ لَا يَشْکُرُوْنَ
“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Lalu, Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kamu!” Kemudian, Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 243)

Ini terkait kisah Nabi Hiskiyal (Dzulqiyal).

ℹ️ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

{مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (261) }

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Infak harta di jalan kebaikan.

Niat dalam sedekah itu bertingkat-tingkat. Dan paling tinggi tingkatannya adalah yang benar-benar murni karena Allah.

Waktu pelaksanaan sedekah juga menentukan, misalnya saat lailatul qadr.

Sedekah yang utama itu di bulan Ramadhan. Yang lebih utama daripada itu adalah puasa.

Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa besarnya pahala puasa bisa melebihi pahala sedekah.

❓Kenapa puasa besar pahalanya?
1. Perlu kesabaran
2. Rahasia (tidak melakukan sesuatu).
3. Tidak hanya tinggalkan makan minum.

🎈Tingkatan puasa.
🍮❌Umum – tinggalkan makan minum hubungan suami istri
🌓 Khusus – tinggalkan ucapan dan pendengaran yang dilarang
❇️ Super khusus – hati juga puasa, tidak terlalu mikir duniawi.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #albaqarah #Rajadunia
#paksa #komitmen #namrud #burung
#uzair #hiskiyal #puasa

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?