ADABUL MUFRAD-dakwah orang tua yang belum muslim
Diterbitkan pertama kali pada: 23-Jan-2024 @ 17:41
6 menit membaca*ADABUL MUFRAD-dakwah orang tua yang belum muslim*
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc MA
10 Rajab 1445H/21 Jan 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
✅ Dakwah kepada orang tua yang belum beriman
Abu Hurairah, orang tua nya keturunan Yaman yang saat itu kaum Nasrani.
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ ، قَالَ : حَدَّثَنِي أَبُو كَثِيرٍ السُّحَيْمِيُّ ، قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ، يَقُولُ : ” مَا سَمِعَ بِي أَحَدٌ، يَهُودِيٌّ وَلا نَصْرَانِيٌّ ، إِلا أَحَبَّنِي، إِنَّ أُمِّي كُنْتُ أُرِيدُهَا عَلَى الإِسْلامِ فَتَأْبَى، فَقُلْتُ لَهَا، فَأَبَتْ، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : ادْعُ اللَّهَ لَهَا، فَدَعَا، فَأَتَيْتُهَا، وَقَدْ أَجَافَتْ عَلَيْهَا الْبَابَ، فَقَالَتْ : يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، إِنِّي أَسْلَمْتُ، فَأَخْبَرْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : ادْعُ اللَّهَ لِي وَلأُمِّي، فَقَالَ : اللَّهُمَّ عَبْدُكَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَأُمُّهُ، أَحِبَّهُمَا إِلَى النَّاسِ ”
Abu Walid Hisyam bin Abdul Malik menceritakan pada kami: Ikrimah bin Amar menceritakan pada kami: Abu Katsir As-Suhaimi menceritakan padaku: Aku mendengar Abu Hurairah, dia berkata: “Tidak seorangpun Yahudi atau Nasrani mendengar (perkataanku) kecuali dia mencintaiku. Sesungguhnya aku menginginkan ibuku agar masuk Islam, tetapi dia menolak.
Aku berkata kepadanya, tetapi dia menolak. Kemudian aku mendatangi Nabi ﷺ dan berkata, ‘Doakanlah ibuku kepada Allah.”
Lalu Nabi mendoakannya. Kemudian aku mendatanginya (ibuku), pintu telah menutup dia, lalu dia berkata, “Wahai Abu Hurairah! Sesungguhnya aku telah masuk Islam.’
Aku Memberitahukan (hal ini) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku berkata, ‘Berdoalah kepada Allah untukku dan untuk ibuku,”
Kemudian Nabi berdoa, ‘Ya Allah! ini hamba-Mu Abu Hurairah dan ibunya, jadikanlah keduanya dicintai manusia’.”
Hadits Hasan.
Abu Hurairah bertawasul dengan doa orang sholeh yang saat itu masih hidup.
Abu Hurairah dan Ibunya dicintai oleh banyak orang berkat doa Nabi shallallahu alaihi wasallam.
🔸Boleh menceritakan kebaikan diri dengan dua syarat.
1. Aman dari fitnah (diri misal ujub, sombong).
2. Untuk kemaslahatan
Dan saat ini banyak kaum muslimin mencintai Abu Hurairah. Kecuali orang-orang Syiah rafidhah.
Walaupun Abu Hurairah belum lama bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, namun berhasil mengumpulkan paling banyak hadits, karena semangat walaupun sampai menahan kelaparan.
🔸Kelaparan Bersama Abu Bakar, Umar dan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
Dikisahkan bahwa Abu Hurairah di suatu hari telah mengikat dengan keras perutnya dengan batu agar tidak terasa lapar yang menusuk, demi mendapatkan makanan, beliau duduk di jalan yang biasa di lewati oleh para sahabat.
Tak lama berselang lewatlah Sahabat yang mulia Abu Bakar Radhiallahu Anhu di hadapan Abu Hurairah, maka langsung Abu Hurairah menghampiri Abu Bakar bertanya-tanya tentang masalah agama, namun di dalam pertanyaan tersebut Abu Hurairah berharap pertanyaan yang ia layangkan dapat membawanya diundang makan bersama Abu Bakar, namun tidak seperti yang di harapkan, lalu berpisahlah mereka berdua.
Kemudian lewatlah Al Faruq Umar bin Khattab Radhiallahu Anhu, maka Abu Hurairah Radhiallahu Anhu melakukan apa yang ia lakukan bersama Abu Bakar dengan harapan yang sama, namun tidak juga seperti yang di harapkan. Kedua sahabat yang mulia itu tidak mengetahui maksud dari Abu Hurairah.
Berikutnya, lewatlah manusia yang paling mulia Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam, melihat Abu Hurairah yang sedang duduk-duduk di jalan, Rasulullah mengetahui bahwa sahabatnya itu sedang kelaparan, lalu Rasulullah memanggil Abu Hurairah untuk datang kerumahnya, ternyata di dapati di dalam rumah Rasulullah hadiah berupa satu bejana susu. Kemudian Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Abu hurairah panggilah para ahli suffah”. Mendengar perintah tersebut abu hurairah pergi memanggil ahli suffah sambil berkata dalam hatinya, “kenapa tidak saya dikasih minum dulu, jika telah datang ahlu suffah maka akan habis susu itu, tapi biarlah kelaparan ku ini tak menghalangi ku untuk taat kepada Allah dan RasulNya”.
Datanglah Ahlu Suffah dengan perasaan senang menyambut panggilan, begitu mereka duduk, Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan Abu Hurairah untuk menuangkan kepada setiap ahlu suffah susu tersebut sampai semua kenyang. Maka tak tersisa lagi yang kelaparan pada saat itu kecuali Abu Hurairah dan Rasulullah, kemudian Rasulullah senyum sambil melihat bejana susu lalu melihat kepada Abu Hurairah yang kelaparan,
“wahai Abu hurairah tinggal tersisa aku dan kamu”,
Abu Hurairah menjawab, “benar wahai Rasulullah”,
Rasulullah berkata, “minumlah”
Abu Hurairah berkata, dan akupun langsung meminumnya, dan tidaklah Rasulullah memerintahkan ku untuk terus meminum susu tersebut sampai aku tidak mendapatkan ruang kosong dalam lambungku, setelah aku kenyang barulah Rasulullah meminum susunya” [HR. Muslim].
➡️ Wajib berbakti kepada orang tua yang sudah wafat.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : ” تُرْفَعُ لِلْمَيِّتِ بَعْدَ مَوْتِهِ دَرَجَتُهُ، فَيَقُولُ : أَيْ رَبِّي، أَيُّ شَيْءٍ هَذِهِ؟، فَيُقَالُ : وَلَدَكَ اسْتَغْفَرَ لَكَ ”
Dari Abu Shalih: Dari Abu Hurairah, beliau ﷺ berkata, “Diangkat derajat mayat seseorang setelah meninggalnya, lalu berkata, ‘Wahai Tuhanku! apa yang terjadi?’ Lalu dikatakan, ‘Anakmu memohonkan ampunan untukmu.” Hadits hasan.
Nama asli Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakr Ad Dusy.
📍Bakti anak kepada orang tua yang sudah wafat adalah
1. dengan mendoakan orang tua.
2. Berbuat baik dengan sambung silaturahim dengan kerabat orang tua.
E. Sedekah dengan pahala untuk orang tua
➡️
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ : كُنَّا عِنْدَ أَبِي هُرَيْرَةَ لَيْلَةً، فَقَالَ : ” اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَبِي هُرَيْرَةَ، وَلأُمِّي، وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُمَا ” ، قَالَ لِي مُحَمَّدٌ : فَنَحْنُ نَسْتَغْفِرُ لَهُمَا حَتَّى نَدْخُلَ فِي دَعْوَةِ أَبِي هُرَيْرَةَ ”
Muhammad Ibnu Sirrin berkata: “Kami pernah berada di sisi Abu Hurairah pada suatu malam,” Lalu dia berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah Abu Hurairah, ibuku dan orang yang memohonkan ampunan untuk keduanya.”
Muhammad bin Sirin berkata, “Lalu kami memohonkan ampunan untuk keduanya sehingga kami masuk bagian dari doa Abu Hurairah.” hadits shahih.
Ibnu Sirin adalah murid abu Hurairah.
➡️
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِذَا مَاتَ الْعَبْدُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ ”
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila seorang hamba meninggal, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” hadits shahih.
Sedekah jariyah misal tanah waqah, gali sumur, bangun masjid dst.
✅4️⃣ Termasuk dalil boleh sedekah untuk orang yang sudah meninggal.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، ” أَنَّ رَجُلا، قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَلَمْ تُوصِ، أَفَيَنْفَعُهَا أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهَا؟، قَالَ : نَعَمْ ”
Dari Ibnu Abbas, bahwa seseorang berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya ibuku telah meninggal dan belum berwasiat. Apakah akan bermanfaat baginya jika aku bersedekah untuknya?.” Rasul menjawab, “Ya.” hadist, shahih.
✅ BERLAKU BAIK KEPADA KERABAT ORANG TUA
عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ ”
Dari Ibnu Umar, dari Rasulullah, beliau bersabda, “Sesungguhnya silaturrahim yang sangat terpuji adalah menjalin tali silaturrahim dengan sahabat dekat ayahnya.”
Ini menunjukkan bakti kepada orang tua itu bertingkat-tingkat.
Abdullah Ibnu Umar -radhiallahu ‘anhuma- yang pernah bertemu seorang laki-laki Badui di jalanan Mekkah. Lalu Abdullah ibnu Umar mengucapkan salam kepadanya dan menaikkannya ke atas punggung seekor himar yang telah ditungganginya, serta memberikannya sebuah serban yang berada di atas kepalanya. Kata Ibnu Dinar, “Lalu kami berkata kepadanya: ‘Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbingmu, sesungguhnya mereka adalah orang Badui, dan mereka sudah merasa senang dengan pemberian yang sedikit.”
Maka Abdullah ibnu Umar pun berkata, “Sesungguhnya ayah orang ini menyayangi Umar ibnu al-Khatthab -radhiallahu ‘anhu-, dan sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, ‘Sesungguhnya bakti yang paling mulia adalah menyambungkan hubungan dengan orang-orang yang menyayangi ayahnya oleh si anak.”
✅Tidak Dibolehkan kepada Seseorang untuk Memangggil Bapaknya dengan Namanya, Duduk Sebelumnya, dan Tidak Boleh Berjalan di Depannya
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ ، ” أَبْصَرَ رَجُلَيْنِ، فَقَالَ لأَحَدِهِمَا : مَا هَذَا مِنْكَ؟، فَقَالَ : أَبِي، فَقَالَ : لا تُسَمِّهِ بِاسْمِهِ، وَلا تَمْشِ أَمَامَهُ، وَلا تَجْلِسْ قَبْلَهُ ”
Bahwa Abu Hurairah melihat dua orang laki-laki, lalu dia berkata kepada salah satunya, “Apa hubungannya dengan kamu?, Orang itu menjawab, “Dia bapakku,” Lalu Abu Hurairah berkata, “Janganlah engkau memanggilnya dengan namanya, janganlah engkau berjalan di depannya, dan janganlah engkau duduk sebelumnya.”
✅ BOLEH panggil ayah dengan kunyah nya.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : ” لَكِنْ أَبُو حَفْصٍ عُمَرُ قَضَى ”
dari Ibnu Umar berkata, “Tetapi Abu Hafsh Umar memberi keputusan (hukum).”
Shahih, sanadnya.
Abu Bakar adalah kunyah, nama asli nya adalah Abdullah bin Utsman.
Umar bin Khaththab, Al Faruq (Gelar)
Abu Hafsha (kunyah).
✅ Wajib sambung silaturahim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : ” لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ : وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ ، قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَادَى : يَا بَنِي كَعْبِ بْنِ لُؤَيٍّ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِي هَاشِمٍ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ ، أَنْقِذِي نَفْسَكِ مِنَ النَّارِ، فَإِنِّي لا أَمْلِكُ لَكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا، غَيْرَ أَنَّ لَكُمْ رَحِمًا سَأَبُلُّهُمَا بِبِلالِهَا ”
Dari Abu Hurairah berkata, “Tatkala turun ayat, ‘(Dan peringatkanlah keluargamu yang terdekat)’ (Qs. As-Syu’araa (26): 214), maka Nabi ﷺ berdiri lalu mengajak (kaumnya), ‘Wahai bani Ka’ab Ibnu Lu’ai!, selamatkartlah dirimu dari siksa neraka, wahai bani Abdul Manaf! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai Bani Hasyim! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai bani Abdul Muththalib! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai Fatimah binti Muhammad! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka. Sesungguhnya aku tidak bisa melindungimu sedikitpun dari siksa Allah, hanya saja kalian memiliki rahim (kerabat) yang aku akan jalin silaturrahimnya di dunia.'” shahih. Siang Selamat musibah
Hadits ini menunjukkan wajibnya menyambung silaturahim kepada kerabat walaupun bukan muslim.
#birulwalaidain #berbakti #dakwah
##$$-aa-$$##

