SILSILAH HADITS SHAHIH-01
📖 *SILSILAH HADITS SHAHIH-01*
✒️ Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani yang disusun oleh Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman
19 Sya’ban 1446H/18 Februari 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
➡️ BAB 1: Akhlak, Perbuatan baik dan Hubungan sesama manusia.
🔹Haidts 01
Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata:
آجى ﷺ بين الزّ بير وبين عبد الله بن مسعود
Rasulullah ﷺ mempersaudarakan antara az-Zubair dengan Abdullah bin Mas’ud. HR Bukhari dan Al-Baihaqi.
Ini tentang persaudaraan Muhajirin dan Anshar.
Ini terjadi saat hijrah dari Makkah ke Madinah.
Seperti Ja‘far bin Abi Thalib yang dipersaudarakan dengan Muadz bin Jabal , Hamzah bin Abdul Muthalib dengan Zaid bin Haritsah, Abu Bakar as-Shiddiq dengan Kharijah bin Zuhair, Umar bin Khaththab dengan Utban bin Malik , Abdurrahman bin Auf dengan Sa‘d bin ar-Rabi’ , dan selainnya.
Awal nya mereka saling mewarisi dan Allah telah mansukh hukum ini.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
{وَأُوْلُوا الأرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللهِ}
Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. (Al-Anfal: 75)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ
Sesungguhnya kaum beriman itu bersaudara. [Al Hujurat/49 :10].
Apa hak persaudaraan semasa muslim?
Hadits nya antara lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
Artinya: “Hak seorang muslim terhadap seorang muslim ada enam perkara.” Lalu, beliau ditanya, “Apa enam perkara itu, wahai Rasulullah?” Jawab beliau, “Bila engkau bertemu dengannya, ucapkankanlah salam kepadanya. Bila dia mengundangmu, penuhilah undangannya. Apabila dia meminta nasihat, berilah dia nasihat. Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid, doakanlah semoga dia memperoleh rahmat. Bila dia sakit, kunjungilah dia. Dan bila dia meninggal dunia, ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur.” (HR. Muslim)
Hadits hak lain adalah, jaga aib.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن نفَّسَ عن مُؤْمنٍ كُرْبَةً مِن كُرَبِ الدُّنيا؛ نفَّسَ اللهُ عَنه كُرْبَةً مِن كُرَبِ يَوْمِ القِيامَةِ، ومَن ستَرَ مُسْلمًا ستَرَه اللهُ في الدُّنيا والآخِرَةِ، ومَن يسَّرَ على مُعْسِرٍ يسَّرَ اللهُ عليه في الدُّنيا والآخِرَةِ، واللهُ في عَوْنِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَوْنِ أَخيه
“Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699, At-Tirmidzi no. 2945, Ibnu Majah no. 225, Abu Dawud no. 1455, Ahmad no. 7427 dan ini adalah redaksi beliau).
Hadits lain adalah menyukai saudara sesuatu yang juga sukai.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه
“Tidaklah beriman seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
🔹Hadits 02.
Dari Abu Mas’ud al Badri..
عَنْ أَبيْ مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ البَدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: صلى الله عليه وسلّم (إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذا لَم تَستَحْيِ فاصْنَعْ مَا شِئْتَ)
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu ‘anhu dia berkata: ‘Rasulullah ﷺ bersabda: ”Sesungguhnya termasuk perkara yang didapati oleh manusia dari perkataan nubuwwah (kenabian) yang pertama adalah jika engkau tidak malu maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Al Bukhari)
🔸Beberapa tafsir.
1. Hadits ini dalam rangka mengancam.
2. Pengabaran, orang yang tidak punya malu maka akan berbuat seenaknya.
Dalam hadits lain,
Malu adalah bagian dari iman.
Rasulullah ﷺ bersabda,
اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.
“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.” [Muttafaq ‘alaihi]
Rasulullah ﷺ bersabda.
َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ.
“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”
HR Bukhari dan Muslim.
🔹Hadits 03
Ka’ab bin Ujrah lama tidak muncul dan dicari Rasulullah ﷺ.
Dari Ka’ab bin Ujrah, bahwasanya Nabi ﷺ kehilangan Ka’ab, maka beliau ﷺ menanyakan tentangnya. Para sahabat pun menjawab : ia sedang sakit. Lalu beliau ﷺ berjalan keluar hingga tiba di rumah Ka’ab. Ketika Nabi ﷺ masuk menemuinya, beliau berkata kepadanya : “Bergembiralah wahai Ka’ab!” Lalu Ibu Ka’ab berkata kepadanya : “ini adalah berita gembira terkait Jannah (surga) untukmu, wahai Ka’ab.” mendengar ucapan itu, Nabi ﷺ berkata kepada Ka’ab: “Siapa wanita yang berbicara lancang terhadap Allah ini?” Ka’ab berkata : “Dia Ibuku,wahai Rasulullah!”. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata kepada ibunya : “dari mana kamu tahu itu, wahai Ummu Ka’ab? Mungkin saja Ka’ab pernah mengatakan sesuatu yang tidak berfaedah baginya, atau ia pernah menolak memberikan sesuatu yang tidak merugikan dirinya.” HR Ibnu Abid Dunya.
🔹Faidah.
1. Jadi pemimpin itu harus perhatian kepada umat nya
2. Nasihat untuk menjenguk orang sakit.
Sakit yang wajib dikunjungi, menurut Syaikh Utsaimin adalah sakit yang sebabkan dia tidak bisa keluar rumah…
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
3. Keutamaan Ka’ab bin Ujrah
4. Orang sakit sejatinya mendapatkan kenikmatan.
A. Dosa digugurkan
B. Derajat diangkat di sisi Allah ﷻ
C. Dihindarkan dari mudharat.
5. Adab, hendaklah ucapkan kata-kata yang membuat yang sakit gembira..
6. Tidak boleh seseorang itu penduduk surga Atau neraka.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pasti masuk surga. Dalil nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ
“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.”
(QS. Al-Kausar 108: Ayat 1)
Nikmat yang banyak = surga.
Tafsir lain = telaga Kautsar.
Menjelaskan kesesatan tidak sama dengan menghukumi.
Menghukumi sesat tidak sama dengan memastikan nya masuk neraka.
🔹Hadits 04
Orang yang paling dibenci oleh Allah – suka debat dan bertengkar.
Dari Aisyah radhiallahu’anha, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إلى اللَّهِ الألَدُّ الخَصِمُ
“Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang sangat suka berdebat / menentang kebenaran.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Orang yang kalah debat belum pasti diatas kesalahan. Bisa jadi karena kekurangan ilmu.
Tuntut ilmu dari debat, maka rusaklah agama ini. Ini perkataan Imam Malik.
Syarat orang boleh debat adalah punya ilmu yang mumpuni.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya. [HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahihkan an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani di dalam ash-Shahîhah, no. 273]
Semoga bermanfaat,
#sunnah #salaf #debat #shahih #persaudaraan #Anshar #Muhajirin
##$$-aa-$$##

