BAHAGIA DENGAN QONA’AH
Diterbitkan pertama kali pada: 16-Des-2023 @ 06:55
4 menit membaca*BAHAGIA DENGAN QONA’AH*
🎙️ Ustadz Salman Tenri Handriadi, Lc
🗓️ Sabtu, 02 Jumadal Akhir 1445 H / 16 Desember 2023
Termasuk rasa syukur kita adalah dengan menanamkan qona’ah dalam diri kita.
➡️ Definisi qona’ah.
Imam Suyuthy As Syafi’iyah – Rela dengan apa yang kurang dari cukup.
Dan tidak melihat/memikirkan sesuatu dengan yang tidak ada dan merasa cukup dengan apa yang ada..
Salah satu sebab stres adalah kurangnya rasa qona’ah pada diri seseorang.
➡️ Manfaat qona’ah
1️⃣ Memperkuat iman
Hasan al Bashri – Diantara tanda kelemahan iman adalah seseorang lebih percaya dengan apa yang ada ditangan dari pada yang Allah sediakan untuk orang-orang yang sabar.
Di akhir zaman seperti yang telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ ada orang yang pagi hari mukmin sore sudah kafir, sore masih mukmin pagi hari sudah kafir.
2️⃣ Membantu mewujudkan rasa syukur.
Nabi ﷺ bersabda,
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad).
3️⃣ Dapat memperoleh kehidupan yang baik/bahagia.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)
Imam Thobari – حَيٰوةً طَيِّبَةً maksudnya rasa qona’ah.
4️⃣ Memperoleh kekayaan sejati.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam, Surat Ad-Dhuha (93) Ayat 8
وَوَجَدَكَ عَآئِلًۭا فَأَغْنَىٰ
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
Kecukupan tidak berarti kemewahan.
5️⃣ Memperoleh kemuliaan.
Jangan merasa tergantung kepada orang lain.
6️⃣ Mendatangkan keberuntungan.
Sungguh beruntung orang Islam lalu diberikan rezeki yang cukup dan diberi rasa qona’ah (Hadits).
➡️ Kiat qona’ah
1️⃣ Kuatkan iman kita bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah pemberi rezeki.
Firman Allah dalam, Surat Adz-Dzariyat (51) Ayat 58
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَفَاَ مِنُوْۤا اَنْ تَأْتِيَهُمْ غَا شِيَةٌ مِّنْ عَذَا بِ اللّٰهِ اَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّا عَةُ بَغْتَةً وَّ هُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
“Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?”
(QS. Yusuf 12: Ayat 107)
2️⃣ Sadar diri bahwa dunia ini akan segera sirna.
Dunia adalah hanya permainan,
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَـٰعِبِينَ
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.
Surat Al-Anbiya (21) Ayat 16
3️⃣ Perhatikan orang-orang yang dibawah kita dalam permasalahan dunia.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم
“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kadang seseorang hanya memandang nikmat adalah kemewahan.
Bisa nikmat sholat malam, bisa menangis dihadapan Allah adalah nikmat terbesar.
4️⃣ Hidup sederhana dan banyak infak.
Surat Al-A’raf (7) Ayat 31
۞ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
5️⃣ Meyakini perbedaan rezeki pasti ada hikmahnya.
Karena itu adalah ujian. Semua nikmat itu akan ditanya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا للّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِيْنَ فُضِّلُوْا بِرَآ دِّيْ رِزْقِهِمْ عَلٰى مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُمْ فَهُمْ فِيْهِ سَوَآءٌ ۗ اَفَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
“Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 71)
6️⃣ Bergaul dengan orang-orang yang qona’ah.
Nasihat seorang salaf – kurangi berkunjung pada orang-orang kaya karena itu akan mengurangi qona’ah.
7️⃣ Melihat sosok orang yang paling qona’ah.
Yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Bacalah Shirah Nabawiyah.
Nabi ﷺ, barang nya gak diganti kalau sudah tidak bisa diperbaiki.
Dalam salah satu doanya, Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam berdoa tidak untuk kekayaan dunia tapi hanya kecukupan dalam makanan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi).
Dalam banyak hadits disebutkan kadang Rasulullah ﷺ tidak punya makanan.
Anas bin Malik radhiyallahu anhu menceritakan sandal Nabi ﷺ adalah sandal bertali (sandal jepit).
Umar bin Khaththab menangis saat melihat ada bekas alas tidur di badan Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Rumah Nabi shallallahu alaihi wasallam juga sangat sempit dan beliau ﷺ tidak meninggalkan warisan.
8️⃣ Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Doa yang sering Nabi shallallahu alaihi wasallam panjatkan adalah.
Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, ‘Afaf (Terjaga) Dan Ghina (Merasa Cukup)
اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ، وَالغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa, wat-tuqoo, wal ‘afaaf, wal ghinaa.
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.
HR. Muslim.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

