Diterbitkan pertama kali pada: 29-Okt-2023 @ 07:11

7 menit membaca

*SEBAB-SEBAB KEJAYAAN ISLAM*
Ustadz Armin Akbar, Lc
14 Rabi’ul Akhir 1445 H/29 Oktober 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

✅ Islam pernah menguasai sepertiga dunia karena keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tidak ada jaminan bahwa Islam di Indonesia akan tetap seperti ini, lihatlah bagaimana Islam di Andalusia (Spanyol) yang sempat berjaya selama 800 tahun.

❓Bagaimana Islam bisa berjaya?

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَ رْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 55)

Yaitu dengan 5 hal.

1️⃣ Beriman

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوْا وَ لَا تَحْزَنُوْا وَاَ نْتُمُ الْاَ عْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 139)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

2️⃣ Amal sholeh

Yaitu dengan dua hal yaitu ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Allah tidak mengatakan siapa paling banyak amal nya tapi yang paling bagus, yaitu Ikhlas dan sesuai tuntutan.

🔸Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ}

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya (Al-Hajj: 40)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَ لَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَ رْضِ اَقَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تَوُا الزَّكٰوةَ وَاَ مَرُوْا بِا لْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلّٰهِ عَا قِبَةُ الْاُ مُوْرِ

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 41)

Lihatlah bagaimana para sahabat yang dengan jumlah sedikit bisa mengalahkan orang-orang Romawi dan Persia.
Para sahabat, mereka mendirikan Qiyamul lail dan puasa di siang hari.

❗Intinya perhatikan ibadah kita. Amal sholeh juga bermanfaat untuk kebaikan kita.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

🔸Amal sholeh juga yang akan menemani kita di alam barzakh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu alaihi wasallam memberi motivasi untuk beramal sholeh, bahkan hanya sedekah dengan sepotong kurma.

Contoh lain adalah ketika memasak, dengan memperbanyak kuah untuk diberikan kepada tetangga.

Jangan remeh kan amal sholeh meskipun dengan wajah yang berseri-seri.

3️⃣ Ikuti sahabat atau para salaf

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ

Kata مِنْكُمْ adalah para sahabat saat itu.

Yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebutkan bahwa para sahabat adalah generasi terbaik umat manusia.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (HR Bukhari dan Muslim, shahih )

🔸Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata: “Barang siapa di antara kalian ingin mengikuti sunnah, maka ikutilah sunnah orang-orang yang sudah wafat. Karena orang yang masih hidup, tidak ada jaminan selamat dari fitnah (kesesatan). Mereka ialah sahabat-sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Mereka merupakan generasi terbaik umat ini, generasi yang paling baik hatinya, yang paling dalam ilmunya, yang tidak banyak mengada-ada, kaum yang telah dipilih Allah menjadi sahabat Nabi-Nya dalam menegakkan agama-Nya. Kenalilah keutamaan mereka, ikutilah jejak mereka, berpegang teguhlah dengan akhlak dan agama mereka semampu kalian, karena mereka merupakan generasi yang berada di atas Shirathal- Mustaqîm.

Lihatlah bagaimana pujian para ulama kepada Abdullah Al Qasimi karena keilmuan nya saat membela tauhid, namun dia terkena fitnah kesombongan sehingga akhir hayat menjadi ateis.

🔸Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu juga berkata: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat hati para hamba-Nya. Allah menemukan hati Muhammad adalah sebaik-baik hati hamba-Nya. Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya dengan membawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba setelah hati Muhammad. Allah mendapati hati sahabat-sahabat beliau adalah sebaik-baik hati hamba. Maka Allah mengangkat mereka sebagai pembantu Nabi-Nya, berperang demi membela agama-Nya. Maka apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Dan apa yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi-Nya” HR Ahmad.

❗❌ Saat ini sayangnya banyak muslim tapi ikuti orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

4️⃣ Tauhid dan 5️⃣ Tidak sekutukan Allah

Kesyirikan itu membuat lemah. Syirik kecil pun akan membuat lemah.

Dari ‘Imran bin Hushoin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat pada lengan seseorang suatu gelang. Lalu si pengguna tersebut menampakkannya pada beliau lantas ia berkata,

قَالَ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ « وَيْحَكَ مَا هَذِهِ ». قَالَ مِنَ الْوَاهِنَةِ قَالَ « أَمَا إِنَّهَا لاَ تَزِيدُكَ إِلاَّ وَهْناً انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِىَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَداً »

“Ini dari tembaga (yang bagus).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Celaka engkau, apa tujuan engkau mengenakan ini?” Ia menjawab, “Ini untuk melindungiku dari sakit wahinah (suatu penyakit yang ada di tangan).” Beliau pun bersabda, “Jimat tersebut hanyalah menambah rasa sakit padamu. Lepaskanlah ia dari tanganmu. Karena jika engkau masih mengenakannya, engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad).

Sebagai tambahan..

6️⃣ Dengan ilmu.

Seseorang tidak bisa dengan benar bertauhid tanpa ilmu.
Seseorang tidak bisa dengan benar beriman tanpa ilmu.
Seseorang tidak bisa dengan benar beramal sholeh tanpa ilmu.

Maka semangatlah untuk belajar. Jabir bin Abdillah jalan satu bulan hanya untuk mendapatkan satu hadits. Yaitu menemui Abdullah bin Unay.

Para sahabat tidak hanya semangat untuk dirinya sendiri, bahkan mereka ajarin para budak mereka, apalagi anak-anak mereka.

Ibnu Umar – ajari budaknya Nabi-yang riwayat hadits nya dianggap rantai emas.

Budak Ibnu Abbas – Ikrimah – yang dikenal ahli tafsir.

Lihat bagaimana ahli ilmu yang dimuliakan.

7️⃣ Surat Umar bin Khaththab kepada Sa’ad bin Abi Waqash.

Saat perang qadisiyah, menaklukkan Persia.

Isi surat tersebut adalah..

1. Amma Ba’du, aku memerintahkan kepadamu dan seluruh anggota pasukanmu untuk bertakwa kepada Allah dalam setiap keadaan. Karena ketakwaan kepada Allah adalah senjata yang paling kuat dan strategi yang paling jitu untuk mengalahkan musuhmu.

2.Aku memerintahkan kepadamu dan seluruh anggota pasukanmu untuk sangat berhati-hati terhadap perbuatan maksiat, lebih hati-hati dari pada kepada musuhmu sendiri. Karena maksiat yang diperbuat pasukan lebih ditakutkan dari pada kekuatan pasukan musuh.

3. Allah memenangkan pasukan Islam disebabkan kemaksiatan yang dilakukan musuh-musuhnya. Tanpa hal itu, niscaya pasukan Islam tidak berdaya menghadapi pasukan musuh, karena jumlah kita tak seberapa dibanding jumlah mereka, persenjataan kita pun tak ada apa-apanya dibandingkan persenjataan musuh. Sehingga pasukan Islam dan pasukan musuh sama-sama dalam perbuatan maksiat, maka pasukan musuh akan menang karena mereka lebih kuat. Jika tidak sama, maka pasukan Islam akan menang, karena keutamaan mereka, bukan karena kekuatan mereka.

4. Kemudian ketahuilah, selama perjalanan kalian, Allah mengirim para malaikat yang akan mengawasi. Mereka mengetahui apa yang kalian lakukan. Maka bersikaplah malu kepada mereka. Janganlah kalian bermaksiat kepada Allah, padahal kalian sedang berada dalam jalan Allah.

5. Janganlah kalian berkata bahwa musuh-musuh kalian lebih buruk dari kalian, sehingga tidak mungkin mereka akan menguasai kalian. Karena sangat mungkin sebuah kaum dikuasai oleh kaum yang buruk dari kaum yang dikuasai.

✅ Intinya adalah
🔸 Bertakwa
🔸Jauhi dosa (maksiat).

Perang Uhud – karena satu maksiat – Kaum musyrikin sempat terdesak dan banyak yang terbunuh. Dan hampir kalah.

Begitu juga saat perang Hunain. Pasukan muslimin 12 ribu lawan 3 ribu – karena adanya maksiat diantara kaum muslimin (kesombongan).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِيْ مَوَا طِنَ كَثِيْرَةٍ ۙ وَّيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ اِذْ اَعْجَبَـتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًـا وَّضَا قَتْ عَلَيْكُمُ الْاَ رْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّـيْتُمْ مُّدْبِرِيْنَ 
“Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan Bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 25)

🔸Berdoa kepada Allah.

Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Perbanyak amal sholeh supaya doa didengar oleh Allah.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?