AMALAN QALBU 6-AL QONA’AH (MERASA PUAS DENGAN PEMBERIAN ALLAH)
Diterbitkan pertama kali pada: 15-Okt-2023 @ 08:02
6 menit membacaAMALAN QALBU 6-AL QONA’AH (MERASA PUAS DENGAN PEMBERIAN ALLAH)
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
30 Rabi’ul Awal 1445H/15 oktober . 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Ustadz memulai dengan doa memohon ilmu yang bermanfaat,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.
❓KAPAN Dzikir Pagi tapi ada kajian Ba’da Subuh? Menurut Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily, solusinya adalah:
1. Antara adzan dan iqomah (karena sudah masuk pagi)
2. Qadha di waktu dhuha.
➡️ QONA’AH
Secara bahasa – merasa rela
Secara istilah – rela dengan apa saja yang Allah berikan.
Imam Suyuthy As Syafi’iyah – Rela dengan apa yang kurang dari cukup.
Dan tidak melihat/memikirkan kepada sesuatu dengan yang tidak ada dan merasa cukup dengan apa yang ada.
Misalnya saat makan ada nasi, kecap, telur dadar..
Saat makan dia berkata – kalau ada sambel lebih nikmat – maka ini tidak qona’ah.
✅ Pentingnya tema ini
1️⃣ Qona’ah adalah amalan Qalbu dan asal dari amalan lahiriah. Seperti perkataan Ibnul Qayyim bahwa amalan jawarih adalah pengikut amalan Qalbu.
2️⃣ Umat muslim adalah umat Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa ada ujian khusus yaitu harta.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jelaskan dalam sabdanya,
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
“Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta.” HR Tirmidzi
Dan obatnya adalah qona’ah.
3️⃣ Terkhusus untuk perempuan, karena paling banyak penghuni neraka.
1. Suka mencaci
2. Tidak berterima kasih kepada pemberian suami
4️⃣ Apa beda qona’ah dan sederhana, dan zuhud?
Sederhana adalah bagian dari qona’ah, yaitu tidak berlebih-lebihan.
Zuhud adalah mencukupkan dengan yang sedikit. Bagian dari qona’ah juga.
5️⃣ Dalil dalam Al Qur’an
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)
Kata حَيٰوةً طَيِّبَةً adalah qona’ah, seperti perkataan Ali bin Abi Thalib dan Ka’ab bin Malik.
Kehidupan yang baik mencakup apa yang didalamnya ada sifat qona’ah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نْكِحُوا الْاَ يَا مٰى مِنْكُمْ وَا لصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَا دِكُمْ وَاِ مَآئِكُمْ ۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 32)
MAKNA يُغْنِهِمُ اللّٰهُ – kekayaan – merasa cukup.
Hikmah dari larangan wanita sebaiknya di rumah adalah mencegah adanya perselingkuhan.
Jika istri malas masak maka wajib bagi suami beri makan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ
“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Dawud)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)
Tafsir فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً – sikap qona’ah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قد أفلح من أسلم، ورُزق كفافًا، وقنعه الله بما آتاه
“Sungguh beruntung orang yang berislam, memperoleh kecukupan rezeki dan dianugerahi sifat qana’ah atas segala pemberian” (Hasan. HR. Tirmidzi).
al-Munawi,
قد أفلح من أسلم ورزق كفافًا: أي ما يكف من الحاجات ويدفع الضرورات، وقنعة الله بما آتاه: فلم تطمح نفسه لطلب ما زاد على ذلك؛ فمن حصل له ذلك فقد فاز
“Sungguh beruntung orang yang berislam, memperoleh kecukupan rezeki, yaitu rezeki yang dapat mencukupi kebutuhan dan mengantisipasi kondisi darurat. Dan dianugerahi sifat qana’ah, di mana jiwanya tidak berambisi untuk memperoleh melebihi kebutuhan. Maka siapa saja yang memiliki ketiga hal tersebut sungguh telah beruntung” (at-Taisir bi Syarh al-Jaami’ ash-Shaghiir).
➡️ Agar punya sifat Qona’ah adalah ingat mati.
Dalam sebuah hadits,
وعن ابن عمر – رضي الله عنهما- قال: أخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال: كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري
Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda,
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.”
Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhari)
Seakan-akan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintah Ibnu Umar untuk qona’ah. Karena pengembara itu gak perlu bawa banyak-banyak.
➡️ Salah satu kiat qona’ah adalah mengingat surga sebagai tujuan hidup.
6️⃣ Perkataan salafus sholeh
🔸Ibnu Abbas – merasa cukup dengan apa yang kurang dan tidak memikirkan yang tidak ada dan merasa cukup dengan apa yang ada.
🔸Sa’ad bin Abi Waqash – wahai anakku, jika engkau mencari rejeki maka carilah dengan perasan qona’ah, sesungguhnya orang yang tidak punya rasa qona’ah harta apa pun yang engkau punya tidak akan pernah membuat engkau kaya.
Carilah pesan-pesan (quote) dari orang-orang yang sudah Allah beri stempel orang-orang terbaik.
Ibnul Jauzi – siapa yang punya sifat qona’ah akan baik hidupnya, dan siapa yang rakus akan sengsara hidupnya.
7️⃣ Potret qona’ah.
🔸1. Merasa puas dengan harta yang sedikit.
🔸2. Merasa puas dengan rezeki yang diberikan meskipun sedikit.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Syaikh As Sa’di berkata – berapa banyak orang yang kaya tapi hatinya miskin. Dan betapa banyak orang miskin tapi hatinya kaya
🔸3. Qona’ah dengan bentuk rupa.
Tidak perlu operasi plastik.
🔸4. Qona’ah dengan makanan yang sedikit, tidak berlebihan.
🔸5. Qona’ah dengan apa yang tersisa setelah dibagikan kepada orang lain.
Sunnah nya bila bagikan makanan maka dia yang terakhir.
🔸6. Qona’ah dalam bertanya agama, merasa cukup dengan jawaban
🔸7. Dalam pakaian, tidak perlu bermewah-mewah.
🔸8. Qona’ah dengan strata sosial.
🔸9. Qona’ah dengan istri.
Seorang ulama berkata – satu istri Dan mampu menundukkan pandangan maka lebih afdhal dari pada poligami, karena poligami akan masuk ranah tidak adil.
➡️ Cara qona’ah
1. Siapkan perasan merasa rela
2. Ingat mati
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian” (HR. Tirmidzi).
Abu Ali – siapa yang banyak ingat kematian ada dapat tiga kemuliaan, yaitu, Segera tobat, merasa qona’ah, dan semangat ibadah.
3. Ingat nikmat surga lebih indah.
4. Senantiasa melihat yang bawah.
5. Kuatkan iman.
➡️ Qona’ah nya Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Ada seorang ibu yang ingin sumbang pembangunan sekolah sebesar 100 juta, setelah diketahui orang nya ternyata rumahnya sederhana, sepertinya uang itu lebih pantas untuk renovasi rumah.
Disebutkan dalam Hadist riwayat Bukhari dan Muslim. Pernah suatu ketika Umar bin Khattab memasuki rumah rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, dan Rasulullah sedang tidar diatas tikar, tidak ada alas antara kulit beliau dengan tikar tersebut. Dan dibawah kepala beliau ada bantal yang terbuat dari kulit-kulit yang dibungkus, dan diatas kepala beliau ada tempat minum yang terbuat dari kulit yang tergantung.
Melihat keadaan seperti itu Umar bin Khattab mengatakan,
“Aku melihat bekas tikar membekas pada sisi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia.”
Kemudian Umar menangis melihat hal demikian, lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Umar.
“Wahai Umar apa yang membuat engkau menangis.”
Umar mengatakan,
“Wahai Rasulullah, itu raja kaisar mereka dengan segala macam kemewahannya, padahal mereka kafir. Sedangkan engkau Rasulullah kenapa demikian.?”
Sungguh manusia termulia pernah tidur diatas tikar yang membekas ditubuhnya.
Lihatlah bagaimana beliau zuhud kepada dunia. Apa jawab Rasulullah,
“Tidakkah engkau rela wahai Umar, biarkan mereka punya dunia, kita punya akhirat.”
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


