Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jun-2023 @ 06:12

6 menit membaca

*TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 244-251*
Ustadz Muhammad Shoim Lc
22 Dzulqaidah 1444H / 11.06.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا تِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Dan berperanglah kamu di jalan Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 244)

Melarikan diri dari kematian karena menghindarinya tidak dapat memperpendek atau memperpanjang ajal, melainkan ajal itu telah dipastikan serta rezeki telah ditetapkan takaran dan bagiannya masing-masing, tiada yang diberi tambahan, tiada pula yang dikurangi, semuanya tepat seperti apa yang dikehendaki-Nya. Demikian juga rezeki telah ditentukan.

❗Ajal tidak dapat dihindari.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Khalid bin Walid yang selalu dalam peperangan dengan semua tubuh terkena senjata lawan dan menginginkan wafat di medan perang, Allah tetapkan meninggal di atas tempat tidur.

Namun jangan campakkan diri di dalam kebinasaan.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗۤ اَضْعَا فًا کَثِيْرَةً ۗ وَا للّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ ۖ وَ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 245)

✳️ Harta yang kita miliki adalah harta yang kita infakkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻣَﺎﻟِﻰ ﻣَﺎﻟِﻰ – ﻗَﺎﻝَ – ﻭَﻫَﻞْ ﻟَﻚَ ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻠْﺖَ ﻓَﺄَﻓْﻨَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺴْﺖَ ﻓَﺄَﺑْﻠَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﺖَ ﻓَﺄَﻣْﻀَﻴْﺖَ

“Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.” Beliau bersabda, “Wahai manusia, apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang? Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja? ” (HR. Muslim)

✳️ Sebagaimana dalam sebuah hadits tatkala disembelih seekor kambing kemudian Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyuruh istri-istrinya untuk membagikan (daging) kambing tersebut kepada orang lain. Maka setelah dibagikan (daging) kambing tersebut Nabi bertanya kepada ‘Aisyah:

مَا بَقِيَ مِنْهَا؟ قَالَتْ مَا بَقِيَ مِنْهَا إِلَّا كَتِفُهَا. قَالَ بَقِيَ كُلُّهَا غَيْرَ كَتِفِهَا

“Wahai ‘Aisyah, bagian mana dari kambing tersebut yang masih tersisa?” Maka ‘Aisyah berkata: “Tidak ada yang tersisa kecuali hanya bagian pundak dari kambing.” Maka Nabi mengatakan: “Seluruh kambing tersisa kecuali pundak yang tersisa.” (HR. Tirmidzi)

✴️ Sedekah adalah jalan meminjamkan hata di jalan Allah.
Abu Dahdah al-Anshari berkata, “Sungguh Allah menginginkan pinjaman (pengorbanan) dari kita.” Rasulullah ﷺ menanggapi, “Iya, Abu Dahdah.”

Abu Dahdah berkata, “Ulurkan tangan Anda, wahai Rasulullah.” Rasulullah ﷺ menjabat tangannya. Lalu Abu Dahdah berkata, “Sesungguhnya kupinjamkan (kupersembahkan) kebunku kepada Rabbku.” Ia melanjutkan, “Di kebunku ini terdapat 600 pohon kurma. Dan istriku tinggal di dalamnya.”

Ia pergi menuju kebunnya, lalu berseru pada istrinya, “Ummu Dahdah!” “Kupenuhi panggilanmu, suamiku”, jawab Ummu Dahdah. Ia berkata, “Keluarlah dari kebun! Sungguh kebun ini telah kupinjamkan kepada Rabku.”

Dalam riwayat lain, tatkala istrinya mendengar ucapan suaminya, ia keluarkan kurma dari mulut anaknya. Dan menumpahkan yang sudah ada di kantong mereka. Mengomentari hal itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alangkah banyak tandan besar kurma di surga milik Abu Dahdah.”

Rezeki adalah titipan Allah, yang harus digunakan sesuai perintah Allah dan bisa saja Allah cabut sewaktu-waktu.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اِلَى الْمَلَاِ مِنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى ۘ اِذْ قَا لُوْا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِکًا نُّقَا تِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ قَا لَ هَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ کُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَا لُ اَ لَّا تُقَا تِلُوْا ۗ قَا لُوْا وَمَا لَنَاۤ اَلَّا نُقَا تِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَدْ اُخْرِجْنَا مِنْ دِيَا رِنَا وَاَ بْنَآئِنَا ۗ فَلَمَّا کُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَا لُ تَوَلَّوْا اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لظّٰلِمِيْنَ
“Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 246)

Nabi setelah Nabi Musa adalah Nabi Syamuel atau Syam’un.
Bani Israel dulunya orang-orang yang beriman. Beda dengan yang ada saat ini.
Mereka kufur terhadap isi Taurat.
Mereka akhirnya kalah karena kekufuran mereka.

🔸Raja yang ditunjuk adalah Talut, bukan dari golongan bangsawan seperti permintaan mereka. Dan mereka pun menolak penunjukan ini.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ بَعَثَ لَـکُمْ طَا لُوْتَ مَلِكًا ۗ قَا لُوْۤا اَنّٰى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ اَحَقُّ بِا لْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَا لِ ۗ قَا لَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰٮهُ عَلَيْکُمْ وَزَا دَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَ الْجِسْمِ ۗ وَا للّٰهُ يُؤْتِيْ مُلْکَهٗ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
“Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu darinya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?”

(Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 247)

Mereka pun menolak perintah Allah untuk berperang di jalan Allah.

Itulah tabiat mereka, suka menyelisihi janji mereka sendiri. Dan ini adalah sifat orang Yahudi yang selalu ingkar janji.

Kekuatan yang dimaksud adalah Ilmu.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اٰيَةَ مُلْکِهٖۤ اَنْ يَّأْتِيَکُمُ التَّا بُوْتُ فِيْهِ سَکِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّکُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ اٰلُ مُوْسٰى وَاٰ لُ هٰرُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلٰٓئِكَةُ  ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يَةً لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut (peti) kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh malaikat.” Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang beriman.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 248)

Dalam peti tersebut ada tongkat Nabi Musa alaihissalam dan potongan lembaran yang isinya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dengan bukti ini mereka beriman.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا فَصَلَ طَا لُوْتُ بِا لْجُـنُوْدِ ۙ قَا لَ اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْکُمْ بِنَهَرٍ ۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِ نَّهٗ مِنِّيْۤ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِۢيَدِهٖ ۚ فَشَرِبُوْا مِنْهُ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ فَلَمَّا جَاوَزَهٗ هُوَ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۙ قَا لُوْا لَا طَا قَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَا لُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ ۗ قَا لَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ کَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً کَثِيْرَةً بِۢاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
“Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, “Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barang siapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 249)

Sungai yang dimaksud sungai di Yordania dan Palestina.

Ada yang menggambarkan jumlah pasukan Talut saat itu seperti masukan muslim dalam perang Badr.

🖍️ Jalut = Goliat.

Tanah Palestina memang dijanjikan oleh Allah untuk Bani Israil, untuk orang-orang yang beriman dan bukan sebagai bangsa.
(sebagaimana yang diklaim oleh Israel saat ini).

Jalut akhirnya dikalahkan oleh Daud (masih belum diangkat jadi Nabi).

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَـالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَا لُوْا رَبَّنَاۤ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَا مَنَا وَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْکٰفِرِيْنَ 
“Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 250)

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَهَزَمُوْهُمْ بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَقَتَلَ دَاوٗدُ جَا لُوْتَ وَاٰ تٰٮهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ وَا لْحِکْمَةَ وَعَلَّمَهٗ مِمَّا يَشَآءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّا سَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْاَ رْضُ وَلٰـکِنَّ اللّٰهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ

“Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Daud membunuh Jalut. Kemudian, Allah memberinya (Daud) kerajaan, dan Hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 251)

Dalam kisah Israiliyat, Nabi Daud kalahkan Talut tanpa baju pelindung dan tanpa pedang.

❌ Kisah Israiliyat lainya Raja Talut membenci Nabi Daud dan ini pasti tidak benar karena Talut adalah raja yang Allah puji sebagai orang sholeh.

Allah muliakan Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman bukan karena harta dan kekuasaan namun karena ilmu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَ سُلَيْمٰنَ عِلْمًا ۚ وَقَا لَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَا دِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.””
(QS. An-Naml 27: Ayat 15)

Semoga bermanfaat, catatan ini bisa dibaca di sini

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?