TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 238
Diterbitkan pertama kali pada: 12-Mar-2023 @ 06:20
4 menit membaca*TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 238*
Ustadz Muhammad Shoim Lc
19 Sya’ban 1444H / 12.03.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
✅ Allah berfirman
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. Qs Al Baqarah ayat 238
Ini adalah perintah Allah untuk memperhatikan sholat dalam waktunya.
Allah memerintahkan agar semua salat dipelihara dalam waktunya masing-masing, dan memelihara batasannya serta menunaikannya di dalam waktunya masing-masing
Orang yang meninggalkan sholat karena lupa atau ketiduran maka harus mengqadha sholatnya saat ingat atau bangun. Ini termasuk udzur.
Kalau meninggalkan sholat karena sengaja maka ini khilaf, Ibnu Hazm mengatakan bahwa dia tidak perlu mengqadha sholat yang ditinggalkan dan mendapatkan dosa besar.
Sedangkan jumhur ulama mengatakan tetap mengqadha sholat dan mendapatkan dosa besar.
Terdapat khilaf ulama apakah hukum nya kafir bagi orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja.
Imam Ahmad mengatakan hukumnya kafir.
Namun hal ini perlu hati-hati menyampaikan kepada masyarakat. Namun bisa menjadi pelajaran bila ada orang yang meninggal namun tidak pernah sholat selama hidupnya, maka kita tidak perlu mensholatkan jenazahnya.
Makna
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ
Adalah menjaga sholat di awal waktu.
Terutama sholat Al Wusto – paling tengah.
Seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain, dari Ibnu Mas’ud yang menceritakan:
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْعَمَلِ أفضل؟ قال: «الصلاة في وَقْتِهَا» . قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ» . قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ «بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» ، قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم ولو استزدته لزادني.
Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Amal apakah yang paling utama?” Ia menjawab, “Mengerjakan salat pada waktunya.” Aku berkata lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Ibnu Mas’ud mengatakan, “Semua itu diceritakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam kepadaku. Seandainya aku meminta keterangan yang lebih lanjut, niscaya beliau akan menambahkannya.”
➡️ Yang dimaksud sholat Al Wustho, ada khilaf
1. Sholat subuh (Abu Umamah, Anas bin Malik, Jabir, dan salah satu pendapat Ibnu Umar)
2. Mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan Tabiin – maksudnya sholat Ashar (Umar bin Khaththab, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Hafsah, salah satu pendapat Ibnu Umar, ibnu Abbas)
Pendapat yang lebih kuat adalah sholat Ashar,
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda dalam Perang Ahzab:
“شَغَلُونَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى، صَلَاةِ الْعَصْرِ، مَلَأَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَبُيُوتَهُمْ نَارًا”. ثُمَّ صَلَّاهَا بَيْنَ الْعِشَاءَيْنِ: الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ
Mereka menyibukkan kami dari salat wusta, yaitu salat Asar. Semoga Allah memenuhi hati dan rumah mereka dengan api. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengerjakannya di antara salat Magrib dan Isya.
❗Mengapa sholat Ashar sangat penting untuk diperhatikan?
1. Manusia itu cenderung sibuk. Baik sibuk kerja maupun tidur. Waktu Ashar adalah waktu yang nanggung.
Apalagi Allah bersumpah dengan Wal Ashar.. Salah satu tafsir nya adalah waktu Ashar.
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
مَنْ فَاتَتْهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَكَأَنَّمَا وَتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ
Barang siapa yang meninggalkan salat Asarnya, maka seakan-akan ia seperti orang yang kehilangan keluarga dan harta bendanya.
❗❗Namun saat ini orang biasa saja saat ketinggalan sholat Ashar.
Orang yang beriman sedih bila kehilangan pahala kebaikan. Seperti yang dicontohkan oleh orang-orang sholeh pada jaman dahulu.
🖍️ Demikian juga sebentar lagi masuk bulan Ramadhan, maka persiapkan diri untuk mendapatkan pahala yang besar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
🖍️ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di akhir hayatnya bisa khatam 2x.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
أن جبريل كان يعْرضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعرضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فيه
“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya)” ( HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad]
🖍️ Jiwa manusia itu cenderung santai, maka harus dipaksa untuk untuk beramal kebaikan.
Ramadhan itu identik dengan dua hal selain puasa.
1. Baca Al Qur’an
2. Sedekah, memberi makan orang miskin
Lanjut dengan sholat wustho, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
«بَكِّرُوا بِالصَّلَاةِ فِي يَوْمِ الْغَيْمِ، فَإِنَّهُ مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ، فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ»
Bersegeralah dalam melakukan salat (yakni di awal waktunya) pada hari yang berawan; karena sesungguhnya barang siapa yang meninggalkan salat Asar, niscaya amal perbuatannya dihapuskan.
Pahala yang hilang maksudnya (tafsir).
1. Pahala hari itu
2. Pahala sholat Ashar
وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
Qunut di sini maksudnya diam, tidak boleh berbicara.
➡️ Makna Qunut
1. Baca doa Qunut
2. Ketaatan kepada Allah
3. Diam dalam sholat
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada Mu’awiyah ibnu Hakam As-Sulami ketika berbicara dalam salatnya:
«إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاسِ، إِنَّمَا هِيَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَذِكْرُ اللَّهِ»
Sesungguhnya salat ini tidak layak dilakukan padanya sesuatu pun dari pembicaraan manusia, melainkan salat itu adalah tasbih, takbir, dan zikrullah.
dari Zaid ibnu Arqam yang menceritakan bahwa di zaman Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam seorang lelaki biasa berbicara dengan temannya untuk suatu keperluan di dalam salat, hingga turunlah firman-Nya: Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (Al-Baqarah: 238)
Yang dilarang adalah berbicara saat sholat, sedangkan gerakan dalam boleh bila ada keperluan.
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##


