Diterbitkan pertama kali pada: 08-Jan-2023 @ 10:57

4 menit membaca

*BERSABAR DALAM MENJAGA IMAN*
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc
15 Jumadil Akhir 1444H (8 Jan 2023)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Melakukan amalan sholeh, selalu dalam Ketaatan kepada Allah adalah kegiatan yang sangat baik dalam mengisi waktu menunggu datangnya ajal yang pasti menjemput kita.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.

HR. Ibnu Hibban. Hadis hasan sahih. Lihat at-Ta’liqaat al-Hisaan, al-Albani No 82.

Dan Allah menguji hamba-Nya yang berdoa apakah doanya serius atau hanya asal bunyi.

Semua keburukan dan kebaikan adalah ujian.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35).

Inilah yang dipahami oleh Nabi Sulaiman, ketika memindahkan istana ratu Saba dalam sekejap.

{قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي}

(Nabi Sulaiman) pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku.” (An-Naml: 40)

Bukan malah diakui itu adalah kehebatan dirinya, tapi disandarkan kepada pada Allah.

Ujian dari Allah, maka yang kuat yang sukses. Ujian yang tidak bisa nyontek, karena ujian nya masing masing.

Kaya diuji, miskin diuji.

Sekarang banyak orang miskin tapi sombong (tidak sholat misalnya).

*Diantara ujian kita adalah ujian IMAN yang sering tidak kita sadari. Dan ini yang sangat berbahaya.*

Kaya miskin ujungnya mati
Ujian iman ujungnya adzab Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

{الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3) }

Alif Lam Mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
QS Al-‘Ankabut, ayat 1-3

Dengan demikian ujian dari Allah adalah sunatullah, berlaku untuk semua umat baik yang terdahulu maupun sampai akhir zaman.

Dalam ayat lain juga Allah jelaskan,

{أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ}

 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah: 214)

➡️ *Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat.*

Sahabat Khabbab yang pada masa awal Islam mendapatkan siksa yang sangat pedih dari orang-orang musyrikin Quraisy.

Sempat pada suatu saat, Khabbab bin al-Arat mengadu akan beratnya siksaan  yang dihadapi kepada Nabi ﷺ Kemudian Nabi bersabda: “Wahai Khabbab,  sebelum kamu, orang-orang kepala disisir dengan sisir besi sehingga dagingnya terlepas dari tulangnya, tapi mereka tidak menyimpang dari imannya. Bahkan Ada yang dipenggal lehernya sampai dipenggal kepalanya tetapi mereka tetap teguh dalam imannya. Sesungguhnya Allah ﷻ akan memenangkan pertempuran iman ini sampai suatu hari orang bepergian dari Shana’ ke Hadramaut tanpa rasa takut kecuali kepada Allah sampai serigala bisa hidup berdampingan dengan kambing (tanpa memangsa mereka). Sungguh kalian adalah orang-orang yang terburu-buru.”

Setelah mendengar perkataan Nabi ﷺ , Khabbab bin al-Arat tulus dalam penderitaannya dan teguh dalam imannya. 

Ujian umat terdahulu jauh lebih berat daripada ujian saat ini.
Permintaan Khaththab kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam menunjukan bahwa perbuatan musyrikin Quraisy sangat berlebihan kekejiannya.

Sabar nya Khabbab dan Kawan-kawan dalam menghadapi siksaan dan tetap di atas keimanan kepada Allah, menyebabkan mereka dianugerahi balasan yang sempurna.

Musibah yang menimpa kita adalah bukti bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Berbuat sekehendak-Nya.

Madinah – Makkah gunung gundul tapi tidak banjir
Wonosobo yang gunung hanya ditanami kentang dan sejenisnya juga gak banjir.

Inilah ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak bisa dibendung oleh hamba-Nya.

Ketika Nabi Musa alaihissalam, dalam keadaan kepepet antara laut dan tentara Fir’aun – keimanan masih kokoh.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَا لَ كَلَّا ۚ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
“Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.””
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 62)

✅ *Allah pasti beri pertolongan ketika hamba-Nya yang taat saat keadaan mentok.*

Iman lah membuat kita bisa bersabar dalam ujian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” HR Muslim.

Orang kafir dan mukmin itu semua diuji.
Ujian orang yang beriman akan selalu bertambah.

✅ *Tidak mungkin orang nurut dengan nasihat kita bila tidak ada cinta.*

Begitu juga untuk keluarga, tampakkan yang terbaik untuk keluarga.

➡️ Bagaimana cara bersabar dengan iman?

🔹1. Wajib beriman dengan rukun iman yang enam.

🔸Tahu Allah sebagai satu-satunya penolong yang mampu
🔸Ada malaikat yang menjaga kita, ada yang menulis amalan kita, ada ketenangan
🔸Kitab suci sebagai petunjuk kita
🔸Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah contoh yang istimewa dalam sabar
🔸Hari akhir – dunia ini sakitnya tidak sama dengan sakit di akhirat nanti. Carilah yang enak di akhirat. Dunia hanya sekejap.
🔸Iman dengan takdir ini jelas..

Orang yang faham rukun iman dengan baik akan mampu sabar dalam cobaan iman.

🔹2. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Manusia tidak bisa mengalahkan makar iblis tanpa bantuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Qs An Naas – sebut beberapa nama Allah untuk meminta perlindungan dari gangguan iblis dan bala tentaranya.

🔹3. Mengenal dan ingat kisah-kisah umat terdahulu yang dapat ujian dan sabar dalam ujian.

🔹4. Berlatih untuk sabar. Jangan tergesa-gesa.

Kuncinya kunci adalah banyak Mengaji – menuntut ilmu.

Semoga bermanfaat

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?