Diterbitkan pertama kali pada: 27-Mar-2022 @ 06:24

5 menit membaca

*ADAB & AMALAN RAMADHAN*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
23 Syaban 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Bulan Rajab dan Syaban adalah bulan Muqaddimah untuk Ramadhan, menunjukkan betapa tidak mudahnya seseorang untuk istiqomah di bulan Ramadhan..

Kebanyakan orang berdoa untuk sampai bulan Ramadhan, namun yang lebih penting adalah taufik untuk sukses beramal sholeh di bulan Ramadhan..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

➡️ *AMALAN RAMADHAN*

🔸*1. BERPUASA*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.”

Puasa adalah wajib hukumnya dan tarawih.. Ini sunnah.

Yang lebih utama adalah yang wajib yaitu puasa, harus prioritas pertama. Bagaimana bisa berpuasa dengan sebenar-benarnya.

Jaga perut , lidah, mata, telinga…

Puasa itu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari subuh sampai maghrib.

🖍️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

✔️Para ulama menjelaskan pahala puasa ini tidak seperti kaidah amalan yang lain.
Bisa jauh lebih banyak. Karena di dalamnya ada sabar.

✔️Puasa ini istimewa. Karena kualitas Ikhlas dalam puasa itu lebih terjamin daripada ibadah yang lain.

Dan amalan yang terbaik adalah amalan yang ikhlas..

🔸2. *SAHUR*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

“Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dan puasa ahlul kitab terletak pada makan sahur.” HR Muslim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.”
HR Bukhari

Niat dan sahur itu berbeda. Bisa jadi orang yang sahur tidak berpuasa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. An-Nasai).

Sahur ini sunnah.. Ulama hanifiyah membolehkan niat pada 1x di awal bulan.

Niat dan sahur ini tidak ada doa khusus. Tidak ada anjuran untuk Lafazh tertentu..

Dari Zaid bin Tsabit, bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Rasulullah ﷺ.

Ini Faidah nya makan itu sebaiknya bersama-sama.

Waktu makan sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diterangkan dalam hadits Anas bin Malik berikut ini.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ – رضى الله عنه – أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ – رضى الله عنه – تَسَحَّرَا ، فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِىُّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى الصَّلاَةِ فَصَلَّى . قُلْنَا لأَنَسٍ كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِى الصَّلاَةِ قَالَ كَقَدْرِ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu pernah makan sahur.

Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, lalu beliau mengerjakan shalat. Kami bertanya pada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan shalat Shubuh. Anas menjawab, ‘Yaitu sekitar seseorang membaca 50 ayat (Al-Qur’an).’ (HR. Bukhari dan Muslim).

50 ayat ini, ayat yang tidak terlalu panjang atau pendek.

*Ingatkan keluarga saat sahur untuk berniat puasa.*

🔸3. *BERBUKA*

Sunnah nya adalah untuk segera berbuka puasa.

Dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا أقْبَلَ اللَّيْلُ مِن هَا هُنَا، وأَدْبَرَ النَّهَارُ مِن هَا هُنَا، وغَرَبَتِ الشَّمْسُ فقَدْ أفْطَرَ الصَّائِمُ

“jika datang malam dari sini, dan telah pergi siang dari sini, dan terbenam matahari, maka orang yang berpuasa boleh berbuka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يزالُ النَّاسُ بخَيرٍ ما عجَّلوا الفِطرَ عجِّلوا الفطرَ

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

Makhruh hukumnya seseorang dengan sengaja menunda berbuka puasa.

Ta’jil artinya menyegerakan berbuka puasa.

Berbuka dengan sederhana.

وَعَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ اَلضَّبِّيِّ – رضي الله عنه – عَنِ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُورٌ – رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhobbi radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan tamr (kurma kering). Jika tidak dapati kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan.”

Tamr = kurma kering. Ini adalah anjuran untuk berbuka dengan sederhana.

Berbuka itu penuh keberkahan, hanya didapatkan oleh orang-orang Islam yang berpuasa.

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

Sunnahnya adalah berbuka dahulu baru kemudian sholat.

Dari Anas bin Malikradhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

🔸4. *TARAWIH*

Ada khilaf para ulama terkait jumlah rakaat sholat tarawih.

Yang afdhal adalah 11 atau 13 rakaat.

Para imam yang menyaksikan amalan para salafus sholeh yang tarawih dengan lebih dari 20 rakaat.

Tidak ada sholat yang cepat, karena syarat sholat itu thuma’ninah..
Salah satu alasan ingin tarawih cepat adalah untuk dapat rakaat yang banyak.
Maka dari itu rakaat sedikit dan thuma’ninah lah yang lebih baik.

Tarawih tidak harus jamaah, boleh sholat sendirian bila tidak sempat sholat jamaah.

Orang sholeh mampu sholat tarawih dengan bacaan yang panjang karena paham maknanya.

🔸5. *BACA AL QUR’AN*

Ramadhan adalah bulan diturunkan Al Qur’an.

Usahakan untuk banyak membaca Al Qur’an. Tadabur bisa dilakukan bulan lain.

Tadabur sebaiknya dengan gugur atau Ustadz..

Persiapkan dengan Al Qur’an dengan mushaf yang bagus.

➡️ *ADAB PUASA*

1. Ikhlas

2. Larangan rofats.. Jangan berbuat dan berkata yang menjurus pada syahwat lawan jenis yang tidak halal. Jaga mata

3. Jangan berbuat konyol

4. Kalau ada yang mencaci maki atau ajak berantem.. Katakan saya puasa (tahan diri).

5. Jaga lisan. Lisan bebas bicara bila ngobrol dengan orang lain.
Batasi berbicara, berkumpul…. Apalagi dalam waktu yang lama.

6. Lupa puasa dengan makan dan minum, maka lanjutkan puasa karena itu rezeki dari Allah.

7. Jangan kumur dan masukkan air ke rongga hidung yang berlebihan.

8. Junub boleh sampai masuk subuh. Rasulullah ﷺ pernah junub saat puasa, kemudian mandi dan melanjutkan puasa.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?