HIDAYAH & TAUFIK, DITUNGGU ATAU DIBURU?
Diterbitkan pertama kali pada: 23-Feb-2022 @ 23:25
6 menit membacaHIDAYAH & TAUFIK, DITUNGGU ATAU DIBURU?
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
21 Rajab 1443 H
Hidayah adalah nikmat teragung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam sholat kita, minta Hidayah kepada Allah, minimal 17x dalam sehari.
{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) }
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Hidayah akan mempermudah kita menjalani hidup menuju Allah.
Saking pentingnya hidayah, menurut Ibnul Qayyim, Allah mengajarkan kita untuk meminta hidayah kepada Allah.
Intisari Al Fatihah adalah ayat 6,yaitu petunjuk pada jalan yang lurus.
{صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka;
{غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ}
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Al-Fatihah: 7)
Yahudi, dimurkai karena berilmu tapi tidak diamalkan
Nasrani, beramal tanpa ilmu.
Ibnu Taimiyyah : kebutuhan kita terhadap hidayah lebih besar dari pada kebutuhan kepada duniawi (makanan, minuman dst) ..
🖍️Para ulama mengatakan,
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Ini mencakup beberapa.
🔻1. Kalau kami masih salah, maka tunjukkan kami ke jalan yang benar.
🔻2. Kalau kami sudah di atas jalan yang benar, maka istiqomah kan kami diatas jalan tersebut.
🔻3. Jika kami sudah istiqomah, tunjukkanlah kebaikan2 yang lain yang kami belum ketahui.
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
Bukan jalan orang-orang yang dimurkai (Yahudi), dan bukan jalan yang disesatkan (Nasrani).
Dari sisi, Aqidah, Ibadah, Muamalah, Akhlaq
Jalan kesesatan semua kembali kepada dua yaitu jalan Yahudi dan Nasrani.
➡️ MACAM HIDAYAH
1️⃣ Hidayah Al Irsyad
2️⃣ Hidayah At Taufiq
3️⃣ Hidayah Al Ammah (Umum), bagaimana insting yang Allah berikan kepada manusia atau hewan untuk melangsungkan kehidupannya.
Kata Allah,
{وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى}
dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. (Al-A’la: 3)
Petunjuk kepada makhluk untuk bisa melakukan apa dia perlukan.
Misalnya bayi baru lahir bisa menyusu pada ibunya.
Demikian juga lebah..
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ، ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).
Juga dalam ayat aliran.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ فَمَا بَا لُ الْقُرُوْنِ الْاُ وْلٰى
“Dia (Fir’aun) berkata, “Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?””
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 51)
1️⃣ Hidayah Al Irsyad, adalah kemampuan untuk menjelaskan kebenaran.
Seperti Allah memuji Nabi Muhammad ﷺ.
{وَإِنَّكَ} يَا مُحَمَّدُ {لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ}
Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Asy-Syura: 52)
Rasulullah ﷺ sempurna dalam memberi petunjuk,karena paling fasih dalam menyampaikan, paling sabar dan paling mulia akhlaknya.
Nabi Muhammad ﷺ diberi Jawami’ al-Kalim, yaitu bahwa Nabi ﷺ berbicara dengan kalimat yang ringkas, lafadznya pendek, namun banyak makna.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِ
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan).”
(QS. Al-Balad 90: Ayat 10)
Semua Allah jelaskan..
{وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ}
Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami jelaskan. (Fushshilat: 17)
Tetapi mereka mendustakan Nabi Sholeh.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَكَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰ يٰتِ وَلِتَسْتَبِيْنَ سَبِيْلُ الْمُجْرِمِيْنَ
“Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 55)
Jadi Al Qur’an isinya hidayah..
2️⃣ Hidayah At Taufiq, bagaimana hatinya tergerak untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ini hak Allah semata. Bahkan Nabi ﷺ tidak mampu,seperti kepada paman nya Abu Thalib.
{إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ}
tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. (Al-Qashash: 56)
{إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ}
Sesungguhnya kamu tidak akan bisa memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Al-Qashash: 56)
Dalam ayat lain..
{لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ}
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. (Al-Baqarah: 272)
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ}
Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya. (Yusuf: 103)
❓ Kita tunggu atau kita usahakan?
Ketika orang-orang masuk surga, mereka memuji Allah atas hidayah yang Allah berikan..
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ
“Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat hidayah kalau Allah tidak memberi kami petunjuk
Kita harus minta kepada Allah..
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
{وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا}
Seandainya tidaklah karena Karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kalian bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. (An-Nur: 21)
{وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ}
tetapi Allah membersihkan (beri hidayah) siapa yang dikehendaki-Nya. (An-Nur: 21)
🔻Hukum asal manusia adalah dalam kesesatan sehingga butuh minta Hidayah kepada Allah, jadi harus diminta kepada Allah dan dicari/diusahakan.🔻
Allah mengatakan dalam hadits qudsi,
Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kalian minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya.🖍️
Kita harus berusaha mencari hidayah, lihatlah bagaimana Salman Al Farisi mencari hidayah.
➡️ Sebab mendapatkan hidayah
1️⃣ Berdoa meminta hidayah
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Jangan asal berdoa tapi harus dihayati
اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ، وَالغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa, wat-tuqoo, wal ‘afaaf, wal ghinaa.
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu hidayah, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي
Robbigh-fir lii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii.
Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki dan tunjukilah aku.
اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang engkau beri petunjuk.
Dan lain-lain
2️⃣ Berdoa agar istiqomah di atas hidayah.
Doa dalam Al-Qur’an
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 8)
Karena hati ini mudah disimpangkan.
Doa yang sering dibaca Rasulullah ﷺ,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik artinya “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”
Banyak kisah orang yang dulunya diatas kebenaran, di akhir hayat malah tersesat, karena hati berubah.
Lihatlah kisah Abdullah Al Qasimy (karena ujub), Imran bin Hathan (menikah dengan Khawarij sangat cantik). Sampai Imran bin Hathan ini memuji pembunuh Ali bin Abi Thalib.
3️⃣ Beriman dengan takdir.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ
“siapa yang beriman bahwa musibah dari Allah, niscaya Allah akan menunjuki hatinya.”
(QS. At-Taghabun 64: Ayat 11)
Ujian zaman itu datang tidak ada henti-hentinya (Imam Syafi’i).
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura: 30).
4️⃣ Mencari hidayah dengan Mempelajari Al Qur’an
Allah berfirman,
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus
Semakin kita dekat dengan Al Qur’an maka hidayah akan semakin mudah didapatkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2)
Kita baca, kita catat, kita amalkan
5️⃣ Memakmurkan masjid (para laki-laki).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ فَعَسٰۤى اُولٰٓئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan
masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 18)
Tetapi harus dengan ikhlas.
6️⃣ Taat kepada Rasulullah ﷺ
{وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا}
Dan jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian mendapat petunjuk. (An-Nur: 54)
Imam Syafi’i : Jika mendapatkan perkataan Nabi bertentangan dengan perkataan ku, maka buang perkataan ku.
7️⃣ Memurnikan Tauhid.
Ini perlu perjuangan.. Perlu mengenal berbagai macam kesyirikan.
Allah berfirman,
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَـٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Surat Al-An’am (6) Ayat 82
8️⃣ Bersungguh-sungguh dalam mencari hidayah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 69)
Masih ada poin yang lain…
Intinya hidayah atas kekuasaan Allah..
Banyak orang yang ada kesempatan hidayah terbuka,dekat sumber hidayah tapi tidak dapat juga.
Misalnya Abu Thalib, Istri dan anak Nabi Nuh,istri Nabi Luth…
Meskipun dekat dengan kesesatan tapi Allah memberi petunjuk.
Contohnya istri Firaun yang dapat Istana di sisi Allah.
Minta lah hidayah dengan sungguh-sungguh, merasa butuh….
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-##$$

