Diterbitkan pertama kali pada: 15-Jun-2020 @ 21:38

5 menit membaca

*Banyak bukan pasti benar*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda,Lc
11 Jumadil Akhir 1440H

Allah subhana wata ‘ala, kasih sayang nya lebih luas, meskipun kita ada kemaksiatan, meskipun manusia banyak melakukan kekufuran.

Majelis ilmu adalah majelis mulia karena di dalamnya dibicarakan firman Allah dan perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan pemahaman para sahabat.

Hanya kaum mukmin saja, yang apabila disebut nama Allah, hati mereka bergetar takut..

Bahasan prinsip beragama Ahlussunnah.
Islam adalah agama yang sudah sempurna absolut.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا}

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku. dan telah Ku­ridai Islam itu jadi agama bagi kalian. (Al-Maidah; 3)

Sahabat Salman radhiyallahu anhu ketika diskusi dengan Yahudi, yahudi mengakui kesempurnaan Islam karena sampai detail (hal kecil) diajarkan dalam Islam.

Persoalan nya bukan pada pertanyaan apakah Islam sudah mengajarkan atau belum namun seberapa besar minat kita untuk mempelajari nya.

Bagaimana ukuran kebenaran menurut Islam?
Bukan dari banyaknya orang yang mengamalkan.

Namun, pada kesesuaian tuntutan Allah, tuntutan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan apakah sesuai dengan pemahaman yang lurus dari para sahabat.

Firman Allah dalam surat Al An’am 116.

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.

Tentang ayat ini Syaikh As Sa’di menjelaskan ayat ini menjadi dalil bahwa kebenaran itu tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang mengamalkan, dan jumlah sedikit yang mengamalkan bukan berarti amalan tersebut salah.
Realita berkata bahwa orang yang mengamalkan ajaran Allah dan Rasul-Nya sesuai dengan pemahaman para sahabat jumlahnya sedikit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” HR Muslim

Dalam riwayat Ahmad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan hal tersebut pada hadits ghuroba.

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا ثُمَّ يَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُحَازَنَّ الْإِيمَانُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا يَحُوزُ السَّيْلُ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيَأْرِزَنَّ الْإِسْلَامُ إِلَى مَا بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

Islam datang dalam keadaan asing lalu akan kembali asing sebagaimana bermula, maka beruntunglah orang yang asing”.

Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?”

Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.

Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sungguh iman itu akan masuk ke Madinah sebagaimana masuknya cairan.

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh Islam akan bersatu ke tempat antara dua masjid ini sebagaimana kembalinya ular ke lubangnya.” HR Ahmad..

Al Fudhail Ibnu Iyadh, seorang Tabi’in : hendaklah engkau konsisten di atas satu jalan kebenaran meskipun yang jalan di atas jalan tersebut sedikit, meskipun hanya seorang.

Meskipun banyak cabang jalan lain yang dilewati oleh banyak orang, jangan tertipu..

Suatu saat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,

خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’ kemudian beliau membaca,

{وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya)

Para imam tafsir menjelaskan bahwa pada ayat ini, Allah Tabaraka wa Ta’ala menggunakan bentuk jamak ketika menyebutkan jalan-jalan yang dilarang manusia mengikutinya, yaitu {السُّبُلَ}, dalam rangka menerangkan cabang-cabang dan banyaknya jalan-jalan kesesatan. Sedangkan pada kata tentang jalan kebenaran, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggunakan bentuk tunggal dalam ayat tersebut, yaitu {سَبِيلِهِ}. karena memang jalan kebenaran itu hanya satu, dan tidak berbilang. (Sittu Duror, hal.52).

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membaca ayat Al anam 153.

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa.

Dalam Qs Al Baqarah 243.

{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ (243)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati, maka Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kalian,” kemudian Allah menghidupkan mereka. *Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. *

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا}

Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah). (Saba: 13)

{وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ}

Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Saba: 13)

Dalam surat Al A’raf 187.
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Qs Hud 17.
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Kebanyakan manusia tidak beriman.

Akan ada senantiasa umat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berada di atas kebenaran, konsisten, mereka tidak terganggu dengan manusia.

Para sahabat berkata jamaah itu siapa saja yang di atas kebenaran walaupun sendirian.

Allah mengisahkan perangai Yahudi yang memprotes keputusan Allah..

{فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلا قَلِيلا مِنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ (249) }

Maka tatkala Talut keluar membawa tentaranya, ia berkata, “Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kalian meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tidak meminumnya, kecuali mencedok secedok tangan, maka ia adalah pengikutku.”

Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Talut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.”

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” Qs Al Baqarah 249.

{وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلا قَلِيلا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ (83) }

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Jsrail (yaitu): Janganlah kalian menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin; serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kalian tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kalian, dan kalian selalu berpaling. QS Al Baqarah 83.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطانَ إِلَّا قَلِيلًا

tentulah kalian mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kalian). (An-Nisa: 83)

{وَلَكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ}

tetapi kebanyakan di antara kamu benci kepada kebenaran itu. (Az-Zukhruf: 78)

Hadits Al Ghuroba.. *Terasing itu bukan exclusive.
Tetapi Terasing diatas kebenaran..*

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?