Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATafsir

TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #15: AYAT 87-91

This entry is part 15 of 18 in the series Tafsir QS Al Maidah

Diterbitkan pertama kali pada: 15-Nov-2020 @ 21:04

4 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #15: AYAT 87-91
👤 Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 30 Rabi’ul Awal 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحَرِّمُوا۟ طَيِّبَٰتِ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
QS. Al-Ma’idah : 87

Ayat ini melarang merubah hukum Allah,

✳️Ada 3 perkara:

✔️1. Seorang misalnya merubah hukum Allah dan ini termasuk kekufuran, karena merubah hukum Allah.

Misal : zina halal, makan babi halal

✔️2. Pengharaman sesuatu yang halal dengan kedustaan atau keliru,bukan merubah hukum. Misalnya mengabarkan bahwa daging kuda haram. Ini termasuk maksiat.

✔️3. Jangan menahan diri dari hal yang halal (menolak yang Allah halalkan).

Misalnya sengaja tidak makan yang enak dalam rangka zuhud.

Sama seperti kisah tiga sahabat yang ingin ibadah lebih (tidak akan nikah, tidak akan tidur untuk sholat, puasa terus menerus) dan ini Rasulullah ﷺ larang.

Segala yang dihalalkan Allah silakan dinikmati dengan 2 syarat :

⛔1. Jangan berlebih-lebihan
⛔2. Jangan sampai sombong

Jika seseorang meninggalkan yang baik seakan-akan menolak pemberian Allah.

Salah satu tafsir melebihi batas adalah mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Ini berarti Allah punya sifat mencintai..

Sebagian firqoh (Jahmiyah) menolak sifat Allah ini, padahal ayat Al Qur’an jelas menyatakan sifat ini.

Allah menjadikan Nabi Ibrahim dan Rasulullah ﷺ sebagai kekasih Allah. Berarti Allah mempunyai sifat mencintai.

Allah juga berfirman,

وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
QS. Al-Ma’idah : 88

✔️Allah memerintahkan kita untuk makan yang halal dan thayyib.

Al Qurthubi menafsirkan

وَكُلُوا۟
Mencakup umum, seperti makanan, pakaian, tunggangan.. (disebut makan karena ini yang banyak saat itu).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَٰنِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلْأَيْمَٰنَ فَكَفَّٰرَتُهُۥٓ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَٰكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ ذَٰلِكَ كَفَّٰرَةُ أَيْمَٰنِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَٱحْفَظُوٓا۟ أَيْمَٰنَكُمْ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kalian pada kata yang sia-sia dalam sumpah kalian, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kalian niatkan, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya.

Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya). QS. Al-Ma’idah : 89

Macam-macam sumpah :

1️⃣ Sumpah tentang kejadian masa depan (ingin melakukan sesuatu)

🔸Bersumpah untuk lakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu.

Misalnya,
Demi Allah saya akan pindah rumah.
Demi Allah, saya tidak akan pindah rumah.

🔶Ini sumpah yang berlaku hukum kafarat.

🔸Mengabarkan sesuatu yang akan terjadi.

Bisa jadi jujur
Misalnya Demi Allah Ahmad akan datang (dia menyangka Ahmad datang)

Bisa jadi bohong (ada dua dosa yaitu bohong dan meremehkan nama Allah)
Misalnya Demi Allah Ahmad tidak akan datang, (sengaja bohong.)

2️⃣ Sumpah tentang sesuatu yang telah terjadi.

✔️ Mengabarkan tentang kejadian masa lalu.

Bisa jadi jujur
Bisa jadi bohong
(sama dengan yang diatas, dosa bila bohong)

✔️ Mengabarkan tentang masa lalu tapi berkaitan dengan hak orang lain

Jujur dan ambil haknya maka tidak mengapa

⛔ Bohong untuk ambil gak orang lain (Yamin Gomus – Dosa besar).

3️⃣ Sumpah yang sia-sia, bilang Demi Allah tapi maksudnya bukan sumpah tapi sekedar penekanan, di Indonesia 🇲🇨 hampir tidak ada kebiasaan ini.

✔️Syarat-syarat sumpah :

1️⃣ Mukallaf
2️⃣ Dengan menyebut nama Allah atau sifat-sifat Allah
3️⃣ Pada perkara yang mungkin dilakukan.

Jika melanggar sumpah bagaimana?

1️⃣ Memberi makan 10 orang miskin dari level tengah makanan yang kalian beri untuk keluarga kalian

Memberi makan siap saji yang mengenyangkan (siang atau malam), atau memberi bahan pokok.

❗Harus 10 orang bukan 5 orang dua kali.

2️⃣ Atau memberi pakaian kepada mereka (lebih mahal)

3️⃣ Atau memerdekakan budak. (sudah tidak mungkin).

✅ Bila tidak dapat (tidak ada orang miskin, tidak punya uang) maka puasa 3 hari (bebas, tidak harus berurutan).

❗Jaga sumpah :
1. Jangan batalkan sumpah
2. Kalau batal jangan lupa kafarat
3. Jangan sedikit-sedikit sumpah.

*Adakah sumpah yang boleh dilanggar?*y
Ada, yaitu bila kita mampu yang lebih baik.

Misal : sumpah pada Idul Adha akan sembelih 2 kambing.
Tapi ternyata kita bisa potong 2 sapi, maka ini boleh tapi tetap bayar kafarat.

Bagaimana dengan sumpah untuk kemaksiatan?

Misalnya
Demi Allah saya akan ganggu orang tersebut
Demi Allah saya akan putuskan silaturahim

⛔ Ini Sumpah yang harus ditinggalkan dan wajib bayar kafarat.

Ditinggalkan karena itu maksiat
Bayar kafarat karena kita sumpah dengan nama Allah.

Allah berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan najis dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. QS. Al-Ma’idah : 90

Khamr, semua yang memabukkan (ada kelezatan, fly).

Khamr bisa berbentuk makanan, zat cair atau uap.

Bila makanan yang dimakan banyak tapi tidak memabukkan maka ini halal. Contoh tape.
Contoh Nabis, bila belum 3 hari boleh karena tidak memabukkan.

Maisir adalah judi, naruh duit

Lomba dengan hadiah yang boleh adalah bila untuk semangat dan latihan (tidak melibatkan banyak uang), bukan cari uang..

1. Lomba panah
2. Pacuan kuda
3. Pacuan unta

Patung tidak najis, azlam tidak najis.
Khamr tidak najis secara zat.

Nabi shallallahu alaihi wasallam juga tidak memerintah untuk mencuci bekas khamr, yang najis dalam ayat ini adalah perbuatannya.

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat ; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
QS. Al-Ma’idah : 91

Khamr adalah induk dari perbuatan keji.
Maisir (mudah), karena mudah dapat duit dan mudah kehilangan duit.

Syetan ingin kita tidak ingat Allah dan tidak sholat.

Nadzar adalah salah satu bentuk sumpah..

Al Qurthubi berkata, “Tidak ada kemuliaan bila tinggalkan sesuatu yang Allah halalkan”

##$$-aa-$$##

Digita Template

Tafsir QS Al Maidah

TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #14: AYAT 77-86 TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #16: AYAT 92-97
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?