MENJAGA UKHUWAH YANG HAKIKI
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Sep-2020 @ 16:41
6 menit membacaMENJAGA UKHUWAH YANG HAKIKI
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
2 Safar 1442H
Persaudaraan karena Allah yang merupakan nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Timbulnya ada krisis Ukhuwah karena9 kurang menjaga hak-hak sesama muslim.
Bahkan seorang ulama di abad 4 Hijriah menulis buku
تَفْضِيْلُ الْكِلاَبِ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ لَبِسَ الثِّيَابِ
Pengutamaan anjing-anjing atas banyak orang yang memakai pakaian.
yang isinya mengatakan bahwa anjing-anjing lebih amanah dari pada tuannya.
Banyak manusia yang berpenampilan Islami namun tindakannya saat muamalah dengan sesama muslim kurang terpuji, karena mereka tidak memahami hakikat Ukhuwah Islamiah.
Al Ukhuwah Fiillah.
Muqadimah..
1. Persaudaraan karena Allah adalah nikmat yang sangat besar seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْواناً
Jadilah kalian menjadi bersaudara karena nikmat Allah.
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ
Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu infakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
وَالْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
Roh-roh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok, jika saling mengenal mereka akan menjadi akrab, dan jika saling bermusuhan (tidak cocok) maka mereka akan saling berselisih. HR Muslim.
2. Bersaudara karena Allah adalah ladang pahala
Karena penerapannya membutuhkan akhlaq yang tinggi, sebagian kita waktunya lebih banyak untuk kawan2 dari pada keluarga (walaupun ini tidak pas tapi kenyataan).
Dan hendaklah kita menjadikan diri kita mendapatkan pahala dari segala arah muamalah kita (keluarga, teman dst) , seperti doa Nabi Isa agar berberkah pada segala keadaan. Allah Subhanahu Wa Ta’âlâ berfirman,
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ
“Dan Dia menjadikan aku seorang yang berberkah di mana saja aku berada.” [Maryam: 31]
3. Keutamaan Persaudaraan karena Allah sangat besar
Diantara 7 golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
رَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.
Juga kata Allah di hari kiamat.
اين المتحابون بجلالي
Mana orang-orang yang saling mencintai karena Aku.
Jadi mencintai karena Allah itu juga ibadah, dan pahala mengalir.
4. Jangan sembarang memilih teman
Kata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا
“Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan seorang mukmin. ” (HR. Abu Dawud, shahih).
Bergaul secara umum.. Tapi kalau bersahabat harus selektif.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Seseorang diatas agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud)
Pepatah arab mengatakan
الصاحبصاحب
Teman itu menggeret
Sebaik-baik teman adalah yang kalau kita lihat mengingatkan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala/kepada akhirat.
Cara milih teman..
Setelah berteman dengan dia, lihat apakah semakin cinta dunia atau semakin cinta akhirat.
Contoh cinta akhirat… Semakin giat baca Al Qur’an, semakin giat sedekah, semakin giat ikut majelis ilmu..
Perkara-perkara yang hendaknya dilakukan untuk menjaga Persaudaraan
1. Bersaudara dengan ikhlas
Karena Al Ukhuwah fiillah adalah ibadah dan semua ibadah butuh Ikhlas.
Pertanyaan: bukan yang penting engkau cocok /senang /enak ngobrol tetapi bagaimana cara bersahabat dengan dia?
harus ikut aturan syariat
2. Teman kita tidak ada yang sempurna
Maka kita harus siapakan jiwa untuk menghadapi jika dia bersalah.
Seorang penyair berkata, “Kau ingin sahabat yang tidak salah nya maka tidak mungkin, kayu gahar tidak akan keluar bau nya bila tidak terbakar”.
3. Jaga harga dirinya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ ….
“Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian, dan kehormatan dan harga diri kalian haram atas kalian….”
Harga diri adalah haram untuk dijatuhkan, konsekuensi nya adalah :
A. Tidak menyebarkan aibnya sedikitpun (terutama ibu2).
Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ.
“Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.” (HR. Bukhari)
B. Menjaga rahasianya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلَ بِحَدِيْثٍ ثُمَّ الْتَفَتَ عَنْهُ فَهِيَ أَمَانَةٌ
“Jika seseorang mengabarkan kepada orang lain suatu kabar, kemudian ia berpaling dari orang yang dikabari tersebut maka kabar itu adalah amanah (atas orang yang dikabari) (HR At-Tirmidzi, shahih.)
Meskipun tidak mengatakan bahwa hal tersebut rahasia.. Tapi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebut amanah apalagi kalau ngomong rahasiakan ya…
Termasuk rahasia adalah bicara cuma berdua..
Kalau kita gak mampu jaga rahasia maka lebih baik menolak..
C. Senantiasa ketika berteman. Ingat hadits.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
( مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ)
‘Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang bukan urusannya.” [HR Tirmidzi, hasan]
Jangan sekali2 tanya tentang pribadinya.
Bukan konsekuensi persahabatan adalah tahu rahasianya..
4. Berbaik sangka kepadanya
Allah berfirman:
اِجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” (QS. Al-Hujuraat: 12).
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
إياكم والظنَّ، فإنَّ الظنَّ أكذب الحديث
“jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta” (HR. Bukhari-Muslim).
Karena itu lebih parah dari dusta yang sesungguhnya.. (kadang merasa benar).
Hidupkan tradisi tabayyun – crosscheck..
Dan seorang mukmin harus berusaha mencari udzur bagi kawannya. Harus berusaha Husnudzon.
5. Membantunya dengan harta, waktu, syafaat
Abdullah bin Utsman sangat bersemangat membantu kawannya.. Baik dengan harta, tenaga atau syafaat.
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu‘alaihi wasallam bersabda,
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.”
Kalau bisa tidak perlu tunggu teman kita minta bantuan.
Diantaranya:
A. Memerhatikan perasaan orang lain terutama
+ dalam grup WA,
+ketika rapat
+ ketika bercanda.
Syetan itu suka adu domba, dan setan adalah musuh yang nyata.
6. berterima kasih kepada kawan atas segala kebaikan sekecil apapun
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوْفٌ فَلْيَجْزِهِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَا يَجْزِيْهِ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ، فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ
“Barang siapa diperlakukan dengan baik (oleh seseorang), hendaklah ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah ia memujinya. Jika ia memujinya, ia telah berterima kasih kepadanya. Namun, jika ia menyembunyikannya (tidak berterima kasih ataupun memujinya), berarti ia telah mengingkari (kebaikan)nya.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, no. 157)
Intinya jangan pelit mengucapkan syukron..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ
orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain) berarti ia tidak bersyukur kepada Allah
7. Menyebut2 kebaikan atau memujinya tetapi bukan didepannya karena bisa menyebabkan riya..
8. Saling memberi hadiah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَهَادُوا تَحَابُّوا
“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“
9.Apabila dia sudah meninggal dunia
+ check kondisi keluarga (istri, anak)
+ banyak doakan dia
Nabi shallallahu alaihi wasallam masih suka memberi hadiah kepada teman-teman Khadijah.
Perkara yang hendaknya dijauhi dalam persahabatan
1. Jauhi perdebatan diskusi ok, debat jangan.
Terkadang diskusi bisa berubah menjadi debat.
Tanda-tanda adalah :
+ angkat suara (ada emosi)
+ ngeyel – mbulet
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.”
2. terlalu banyak ziarah – kunjungan
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda – Kunjungi sesekali semakin tambah sayang.
Akibat banyak ziarah :
– buang waktu
– terjatuh dalam ghibah
– hak-hak keluarga terbengkalai
– ngobrol sampai malam, lewat subuh.
3. Larangan2 Nabi
A. Tidak menjual diatas jualan saudara
B. Tidak menawar diatas tawaran saudara
C. Tidak melamar calon teman (kecuali temannya sudah ditolak).
Ini sekedar contoh, sisanya maka kiaskan.
4. Tidak memaafkan sahabat ketika bersalah
Dengan memaafkan dada menjadi lapang..
##$$-aa-$$##



Assalamualaikum…afwan ana mau bertanya…Saling memberi hadiah karena bisa menyebabkan riya..
Maksud dr riya disini apa ya sedangkan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَهَادُوا تَحَابُّوا
“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“
Walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh – jazaakillahu khayran telah diingatkan, maksud kami adalah – “bisa menjadi riya” untuk poin yang sebelumnya, yaitu memberi pujian di depan orang banyak… artikel sudah dibenarkan sesuai atas saran anti.. sekali lagi jazaakillahu khayran – barakallahu fii kum.