Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematikTazkiyatun Nafs

MENUMBUHKAN SIFAT KHOUF (TAKUT) KEPADA ALLAH – Launching UFA24Live

Diterbitkan pertama kali pada: 02-Jan-2021 @ 17:33

8 menit membaca

📖 MENUMBUHKAN SIFAT KHOUF (TAKUT) KEPADA ALLAH – Launching UFA24Live
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 17 Jumadil Ula 1442H

Sifat KHOUF dibutuhkan oleh setiap manusia, apalagi saat ini terlalu banyak fitnah yang mengotori hati manusia sehingga sensitifitas terhadap dosa menjadi berkurang.

Sehingga sebagaimana perkataan seorang sahabat, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”

Seorang sahabat lain berkata, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang munafik/fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.”

Inilah yang terjadi pada kita, tidak takut dosa. Karena hatinya terkotori oleh maksiat (termasuk medsos) yang tidak kita ingkari akhirnya menjadi biasa.

Sehingga bahasan takut kepada Allah adalah bahasan yang penting,

Takut kepada Allah adalah
1. Ciri orang yang beriman
2. Sebab masuk surga
3. Sebab utama seseorang mudah meninggalkan kemaksiatan.

Allah sebutkan ciri-ciri orang yang mulia adalah takut kepada Allah.

Allah berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Ini dalil bahwasanya diantara ciri orang berilmu adalah takut kepada Allah.

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (27) إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ (28)

{وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ}

dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. (Al-Ma’arij:27)

Maksudnya, takut dan ngeri terhadap azab Allah.

{إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ}

Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari adzab Allah)

Allah bercerita tentang penghuni surga,

قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”.
Surat Ath-Thur Ayat 26

{فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ}

Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan Allah selamatkan kami dari azab neraka. (Ath-Thur: 27)

Orang beriman adalah orang yang takut kepada Allah.

{أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا}

(Apakah kamu, hai orang musyrik, yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri. (Az-Zumar: 9)

Membuat dia semangat dalam ibadah.

{يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ}

Sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya. (Az-Zumar: 9)

{تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ}

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. (As-Sajdah: 16)

{يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا}

sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap. (As-Sajdah: 16)

Allah juga berfirman kepada Nabi Muhammad ﷺ,

قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ
Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku”.
Surat Al-An’am (6) Ayat 15

Allah juga menjelaskan sifat malaikat yang taat kepada Allah dan tidak pernah letih ibadah kepada Allah.

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).
Surat An-Nahl (16) Ayat 50

Kalau rasa takut kita kepada Allah kurang ini ada masalah dengan iman kita. ❗❗

{وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ (46) }

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

Allah berfirman,

{إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57) وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (58) وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ (59) وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (61) }

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut (azab) Tuhan mereka, dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
Al Mu’minun, ayat 57-61

Aisyah radhiallahu’anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ ketika turun ayat ini,

“Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan “orang-orang yang mengerjakan perbuatan mereka, sedangkan hati mereka takut” itu adalah orang yang mencuri, berzina, dan minum khamr dalam keadaan takut kepada Allah?” Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam menjawab: Tidak, hai anak perempuan As-Siddiq. Tetapi dia adalah orang yang salat, puasa, dan bersedekah, sedangkan ia takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dari hadits, sabda beliau Shallallâhu ‘alaihi wa sallam

عينان لا تمسهما النار ، عين بكت من خشية الله ، وعين باتت تحرس في سبيل الله

“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.”

Dan diantara tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah di hari kiamat kelak ialah orang yang yang takut kepada Allah.

وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ

seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allah.’

ورَجُلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“dan seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).”

Takut kepada Allah adalah sebab masuk surga, sebab selamat di hari kiamat.

Pada jaman sebelum Islam ada sesorang yang sangat takut adzab Allah.

            Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam beliau berkata; “Ada seseorang yang berlebihan terhadap dirinya sendiri. Ketika ajalnya datang dia berwasiat kepada anak-anaknya. Ia berkata; Apabila aku mati maka bakarlah aku, kemudian tumbuk dan buang (abunya) di tengah angin laut. Demi Allah, apabila Allah sanggup mengumpulkanku Dia akan mengazabku dengan siksaan yang belum pernah dia timpakan kepada seorang pun. Maka mereka pun melakukannya. Lalu Allah berkata kepada bumi; Kumpulkan apa yang telah kamu ambil, dan seketika itu juga orang itu pun berdiri. Allah berkata kepadanya; Apa alasanmu melakukan itu? Orang itu menjawab; Takut kepada-Mu ya Rabb! Lalu dia pun diampuni.” HR Muslim dan An-Nasa’i.

Inilah ciri-ciri orang shaleh, mereka melakukan amal sholeh yang luar biasa tetapi tetapi takut kepada Allah.

Lihatlah Umar bin Khaththab yang sangat takut kepada Allah padahal banyak pujian Nabi ﷺ kepada Umar bin Khaththab.

Saat Umar jadi Khalifah, dia berkata, bila ada beghol yang jatuh karena jalan yang rusak maka pasti Allah akan bertanya hal itu.. Itulah rasa takut Umar kepada Allah.
Tidak ada rasa PD dan Ujub pada diri Umar bin Khaththab.

❗➡️HAL-HAL yang membantu kita untuk takut kepada Allah adalah m

1️⃣ Mempelajari Nama dan Sifat Allah, dengan tahu nama dan sifat Allah maka akan muncul amalan hati terhadap nama Allah, diantaranya rasa takut kepada Allah.

Kita akan mengerti betapa Maha Besar Allah, Betapa Maha Kuasa Allah, betapa besarnya alam semesta ini namun Allah yang mengaturnya dengan sempurna, dst.

Allah berfirman,

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (33) }

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong ayahnya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jangan m penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.
Qs Luqman ayat 33.

Takut kepada Rabb kalian, jangan sampai terpedaya oleh dunia.

Makanya Nabi ﷺ berkata : “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah di antara kalian.”

Allah mampu membuat orang tanpa terasa terjerumus kepada kemaksiatan. (Al Latief).

Kalau kita bermaksiat dan Allah tidak menghukum kita, maka kita harus khawatir akan siksa yang lebih berat.

2️⃣ Merenungkan adzab Allah.

Bagaimana neraka Jahannam, bagaimana keras nya adzab Allah.
Adzab yang tidak ada orang yang mampu melakukan selain Allah.

{كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ}

Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. (An-Nisa: 56), 

Dan banyak ayat lain dan sabda Nabi ﷺ yang menjelaskan betapa kerasnya adzab Allah bagi penghuni neraka.

Siksa paling ringan adalah pakai sendal api neraka dan otaknya mendidih.

Adzab kubur saja juga sudah dahsyat apalagi adzab neraka.

3️⃣ Kita mengakui kurangnya kita dalam ibadah kepada Allah.

Adanya tuntutan dari orang-orang yang hak nya tidak kita tunaikan.
Sholat kita mungkin banyak masalah. Mungkin juga tidak diterima m

4️⃣ Kita juga harus sadari nikmat kita harus dipertanggungjawabkan.

Mata untuk lihat yang haram, telinga untuk dengar yang haram dll.
Tentang umur, kesehatan, harta, ilmu kita yang juga harus dipertanggungjawabkan.

Makin banyak harta, usaha, urusan, akan semakin banyak pertanyaan yang harus kita jawab kelak.

5️⃣ Merenungkan bencana/teguran di sekitar kita.

Bencana yang Allah kirim adalah untuk menakuti kita.

{وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا}

Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk mena­kuti. (Al-Isra: 59)

Hanya Allah yang mampu angkat bencana di dunia ini.

6️⃣ Semua ada perhitungan.

Walaupun dosa yang paling kecil.
Walaupun hanya lirikan mati.

Setiap maksiat pasti ada dampaknya, minimal hati kita, agama kita yang jarang kita sadari.

Dalam maksiat itu lama, kita lihat Nabi Adam yang hanya 1 dosa akan dirasakan di padang Mahsyar kelak.

Juga terjadi dosa yang sedikit para Nabi akan mereka rasakan kegelisahan di padang Mahsyar.

7️⃣ Merenungkan apakah kita sudah bertaubat?

Apakah kita rutin istighfar kepada Allah
Apakah istighfar kita Allah terima? Masalah nya adalah syaratt diterima taubat sudah kita penuhi.

8️⃣ Siapa yang bisa jamin kita bisa terus istiqomah?

Harus sering berdoa minta keteguhan hati kepada Allah.

Doa meminta rasa takut kepada Allah:

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami” (HR Tirmidzi dan Hakim).

9️⃣ Kita khawatir dengan Suul Khatimah..

Meninggal itu tiba-tiba…

1️⃣0️⃣ Khawatir amal kita tidak diterima.

Apakah amalan kita sudah ikhlas dan ikuti penunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Apakah amal kita bertambah atau berkurang..

1️⃣1️⃣ Sering memikirkan kematian, kematian adalah pemutus segala kelezatan (Hadits)

1️⃣2️⃣ Mengingat apa yang terjadi setelah kematian, yaitu alam barzah.

Kondisi sempit, gelap, sendiri, dan akan ada adzab kubur..

1️⃣3️⃣ Merenungkan bahwa di akhirat banyak yang Allah adzab karena hal yang sepele.

Contoh, bermudah-mudahan dalam hutang, tidak kasih makan kucing yang dikurung,
Makan makanan haramz dagang tapi nipu.
Wanita suka kufur kepada suami, suka melaknat, angkat suara kepada suami.

Banyak ahli tauhid yang masuk neraka karena hal-hal demikian.

Mari kita suudzon kepada diri sendiri. Rajin taubat dan istighfar..

Semoga bermanfaat,

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?