TUJUAN DITURUNKANNYA AL QUR’AN
TUJUAN DITURUNKANNYA AL QUR’AN
Ustadz Ahmad Fathurahman, Lc.
20 Jumadil Awal 1448H/1 Nopember 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Dalam kitab ushul fii tafsir Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: Al Qur’an diturunkan karena tiga perkara, yaitu
1. Beribadah dengan membaca Al Qur’an
2. Memahami makna Al Qur’an
3. Mengamalkan ayat-ayat Al Qur’an
➡️ Membaca Al Qur’an
Al Qur’an adalah petunjuk yang Allah berikan kepada umat manusia.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
“Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 123)
Membaca Al Qur’an adalah perintah Allah yang wajib bagi muslim.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Al-Qur’an dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,”
(QS. Fatir 35: Ayat 29)
Lihatlah itu adalah amalan yang merupakan perdagangan yang tidak pernah merugi.
Manfaatkan waktu kita untuk membaca Al-Qur’an.
Ingatlah nasihat dari Hasan Al-Bashri rahimahullah yang mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya’, 2: 148)
Dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ menjelaskan barang dagangan Allah.
عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «مَنْ خَافَ أَدْلَجَ، ومَنْ أَدْلَجَ بَلَغَ المنْزِلَ، أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ، أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الجَنَّةُ
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu ‘anhu- secara marfū’, “Siapa yang takut, hendaknya ia berjalan di awal malam. Siapa yang berjalan di awal malam, niscaya dia sampai tujuan. Ketahuilah bahwa barang dagangan Allah itu mahal. Ingatlah bahwa barang dagangan Allah itu adalah surga.”
[Hadis sahih] [Diriwayatkan oleh Tirmiżi]
Barang dagangan Allah surga.
Dalam firman Allah, Allah perintahkan untuk membaca Al Qur’an.
وَا تْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنْ كِتَا بِ رَبِّكَ ۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ ۗ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُوْنِهٖ مُلْتَحَدًا”
Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur’an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 27)
Ayat serupa,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ
“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 45)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نْ اَتْلُوَا الْقُرْاٰ نَ ۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَاِ نَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
“dan agar aku membacakan Al-Qur’an (kepada manusia). Maka barang siapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.””
(QS. An-Naml 27: Ayat 92)
Perintah Nabi ﷺ pada Abdullah bin Amr..
Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Rasulullah shallalahu ‘alahi wa sallam bersabda kepadaku:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « اِقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى كُلِّ شَهْرٍ. قَالَ: قُلْتُ: إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً. قَالَ: فَاقْرَأْهُ فِى عِشْرِيْنَ لَيْلَةً. قَالَ: قُلْتُ: إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً. قَالَ: فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَتَزِدْ عَلَى ذلِكَ.» [ أخرجه البخاري ومسلم ]
‘Bacalah al-Qur`an setiap bulan (satu kali khatam).’ Ia berkata: ‘Aku berkata: ‘Sesungguhnya saya mendapat kekuatan (lebih dari itu).’ Beliau shallalahu ‘alahi wa sallam bersabda: ‘Bacalah dalam dua puluh malam.’ Ia berkata: ‘Aku berkata: ‘Sesungguhnya saya mendapat kekuatan (lebih dari itu).’ Beliau shallalahu ‘alahi wa sallam bersabda: ‘Maka bacalah dalam tujuh hari dan jangan engkau menambah atas hal itu.’
HR Bukhari dan Muslim
Agar rumah dan keluarga menjadi penuh keberkahan maka, penuhi rumah dengan membaca Al Qur’an.
Dalam sebuah, Nabi ﷺ bersabda :
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحِبَّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَلْيَقْرَأْ فِي الْمُصْحَفِ
Barang siapa yang ingin mencintai Allah dan Rasul-Nya, hendaknya ia membaca mushaf (alQuran)(HR al-Baihaqi, dinilai sanadnya hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah as-Shahihah)
Orang akan semangat beribadah bila mengetahui keutamaan amalan tersebut.
Dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari).
Al Qur’an akan memberi syafaat kepada para pembacanya.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” HR Muslim.
Baca Al Quran pahalanya banyak dan mudah.
Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” HR Tirmidzi
➡️ Hendaknya kita Memahami Al Qur’an
Dengan cara Tadabur Qur’an, tidak mencukupkan diri dengan membaca Al Qur’an saja.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰ نَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَا لُهَا
“Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?”
(QS. Muhammad 47: Ayat 24)
Ayat ini turun untuk menegaskan perilaku orang-orang munafik.
Allah jelaskan orang munafik.
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allâh, dan Allâh akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allâh Azza wa Jallaecuali sedikit sekali [An-Nisȃ’/4:142]
Lihatlah firman Allah
كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌۭ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
QS Sad (38) Ayat 29
Harus sinkronisasi hati dan penglihatan.
Hati harus lurus.
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ (36) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ (37)
Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedangkan dia menyaksikannya. Qs Qaf 36-37.
Mempelajari Al Qur’an adalah satu cara menuntut ilmu.
Ilmu lebih penting daripada sekedar nafkah. Ilmu akan menuntun pemiliknya ke surga.
➡️ Mengamalkan Al Qur’an
Al Quran bisa jadi hujjah bagi kita atau atas kita..
عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ» (رواه مسلم)
Dari Abu Malik Al-Asy’ari رضي الله عنه ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Bersuci adalah separuh dari iman. Alhamdulillah memenuhi timbangan, dan Subhanallah serta Alhamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, kesabaran adalah sinar, dan Al-Qur’an adalah hujjah bagimu atau atasmu.” (HR. Muslim)
Lihatlah bagaimana orang-orang khawarij yang hanya sebatas baca Al Qur’an dan akhirnya membangkamg perintah-perintah Allah. Mereka hujat para sahabat dan orang-orang sholeh.
Jangan pula seperti orang-orang yahudi yang Allah murka karena mereka tahu tapi tidak beramal.
Allah sifati orang-orang yahudi dalam firman-Nya.
مَثَلُ ٱلَّذِينَ حُمِّلُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ ٱلْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًۢا ۚ بِئْسَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Surat Al-Jumu’ah (62) Ayat 5
Semoga bermanfaat.
#AlIkhlasDukuhBima #Alquran #hidayah #petunjuk #Tadabur #hujjah
##$$-aa-$$##

