5 menit membaca

*SAAT SETAN BERI NASIHAT*
Ustadz Ali Nur, Lc
Sabtu, 16 Rabi’ul Awal 1448H/29 Agustus 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Nasihat berasal dari kata nasaha – kata yang mengandung ketulusan dan menghendaki kebaikan bagi orang yang dinasihati.

Imam Nawawi – nasihat itu memberi kebaikan bagi orang yang diberi nasihat.

Saking pentingnya, Nabi ﷺ bersabda b

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

agama adalah nasihat.

Ini mirip dengan sabtu Nabi ﷺ :

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Haji itu Arafah.

Sebagaimana haji tidak sah tanpa wukuf, agama tanpa nasihat akan luntur.

Sebagaimana percakapan antara iblis dan Adam Hawa… Dalam surat Al A’raf.

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ،

(Dan Allah berfirman’), “Hai Adam, bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”
QS Al A’raf 19.

Allah melarang Adam dan Hawa mendekati satu saja pohon… Karena kalau dekat dengan pohon tersebut akan menarik Adam Hawa melakukan pelanggaran yang lain.

Apa saja yang Allah larang, pasti akan memberi manfaat dan menghindari midhorot.

Sebagai contoh, dalam hal qishosh..

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ

“Dan dalam qishash itu ada kehidupan bagi kalian.”

Seperti tidak masuk akal padahal dalam pelaksanaan qishosh ada nyawa yang dihilangkan… Ternyata benar bahwa dengan qishah mencegah manusia bermudah-mudahan menghilangkan nyawa orang lain..

Jin – dibuat dari api.
Malaikat dari cahaya
Manusia dari tanah.

Iblis adalah jenis jin..
Setan adalah pendukung iblis, bisa jin bisa manusia.

Semua yang menghalangi manusia dari jalan kebaikan adalah setan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-An’am ayat 112:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا
Artinya:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi musuh, yaitu setan-setan dari golongan manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah sebagai tipu daya”

Meninggalkan larangan vs melaksanakan perintah, mana yang lebih mudah? Tentu meninggalkan larangan karena effort nya lebih sedikit.

Iblis sudah tahu ketika Adam sedang diciptakan dengan ada rongga (sebelum ditiupkan ruh), nanti akan mudah digoda.

Dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ bersabda,

خُلِقَ آدَمُ أَجْوَفَ

Kata أَجْوَفَ (ajwaf) berarti memiliki rongga di dalam tubuh, seperti manusia pada umumnya.

Iblis pun menggoda Adam dan Hawa , seolah-olah memberi nasihat… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطٰنُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وٗرِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْاٰ تِهِمَا وَقَا لَ مَا نَهٰٮكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هٰذِهِ الشَّجَرَةِ اِلَّاۤ اَنْ تَكُوْنَا مَلَـكَيْنِ اَوْ تَكُوْنَا مِنَ الْخٰلِدِيْنَ

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, “Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 20)

Bahkan Iblis pun sampai bersumpah..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا سَمَهُمَاۤ اِنِّيْ لَـكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِيْنَ
“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 21)

Akhirnya Adam dan Hawa terjerumus godaan setan..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَدَلّٰٮهُمَا بِغُرُوْرٍ ۚ فَلَمَّا ذَا قَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَـنَّةِ ۗ وَنَا دٰٮهُمَا رَبُّهُمَاۤ اَلَمْ اَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَاَ قُلْ لَّـكُمَاۤ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَـكُمَا عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 22)

Semua kita tahu setan adalah musuh. Ini tidak cukup harus ada jadikan setan benar-benar musuh kita.

Lihatlah firman Allah yang berbunyi,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Artinya:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah dia sebagai musuh. Sesungguhnya setan hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”
📖 QS. Fathir: 6

Dalam hal ini, Allah hanya melarang 1 hal, memakan buah… (bukan buah khuldi – yang beri nama iblis).

Orang yang paling jauh dari syariat, tidak punya ilmu adalah orang yang paling mudah digoda setan.

Hal kedua, setan berbisik – maksud nya tidak harus secara harfiah berbisik – bisa dengan suara pendukung iblis. Intinya membuat was-was..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَ الشَّيْطٰنُ لَـمَّا قُضِيَ الْاَ مْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَ خْلَفْتُكُمْ ۗ وَمَا كَا نَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّاۤ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَا سْتَجَبْتُمْ لِيْ ۚ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْۤا اَنْفُسَكُمْ ۗ مَاۤ اَنَاۡ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَاۤ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَاۤ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُ ۗ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

“Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru/mengajak kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu menyekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 22)

🔹 Bisikan iblis / setan itu menimbulkan keraguan menawarkan keuntungan sehingga timbul was-was.

Seperti dalam ayat di atas.

“Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).””

Manusia pada dasarnya nya ingin hidup lama dan tidak siap meninggal.

Contoh-contoh bahasa setan : nanti saja taubat, tunggu sudah siap (kaya), ntar taubat maksiat lagi taubat lagi.. Jangan pakai hijab, perbaiki akhlak dulu.

Padahal dalam Islam – Taubat jatuh lagi gak masalah.. Yang penting taubat hari ini memenuhi syarat taubat agar taubat diterima Allah.

Dan Allah menerima taubat manusia sebelum nyawa sampai kerongkongan.

Setan selalu berusaha menjatuhkan manusia kedalam keburukan.

Misalnya ketika kita dipukul orang, maka nasihat yang terbaik adalah memaafkan.

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Yaitu) orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
📖 QS. Ali ‘Imran: 134

Setan gunakan bahasa yang lebih halus untuk sesatkan manusia.

Setan mengaku dengan memberi nasihat..

Ada kisah 3 bersaudara ingin jihad, titip pada orang sholeh..

• Ada tiga bersaudara yang hendak pergi dan mereka memiliki seorang saudara perempuan.
• Mereka meminta beberapa orang untuk menjaganya, tetapi tidak ada yang bersedia.
• Akhirnya mereka menitipkannya kepada seorang ahli ibadah (rahib) yang mereka anggap terpercaya.
• Pada awalnya rahib tersebut sangat menjaga diri. Ia hanya meletakkan makanan di depan tempat tinggal wanita itu tanpa berbicara dengannya.
• Setan terus menggoda dan membuatnya mulai berbicara dengan wanita tersebut.
• Hubungan mereka semakin dekat sampai akhirnya rahib itu terjerumus ke dalam zina.
• Wanita tersebut kemudian hamil.
• Setan kembali membisikkan agar rahib itu membunuh wanita tersebut karena takut aibnya diketahui.
• Rahib itu akhirnya membunuh wanita tersebut dan menguburkannya.
• Ketika saudara-saudaranya kembali, rahasia tersebut akhirnya terbongkar.
• Setan kemudian membuat rahib itu mengakui perbuatannya.
• Akhirnya rahib tersebut dibunuh sebagai hukuman, dan ia menjadi contoh bagaimana setan menyeret manusia selangkah demi selangkah dari dosa kecil menuju dosa yang lebih besar.

Kisah terdapat dalam kitab talbis iblis, karya Ibnul Jauzi. Kisah akhir nya rahib tersebut mati dalam keadaan syirik, anggap setan sebagai tuhan.

Setan menggoda manusia tahap demi tahap.. Seolah-olah nasihat.

❓ Cara bedakan nasihat dan bisikan setan.

1. Timbang dengan Al Qur’an dan Sunnah
2. Perhatikan akibat nya : taat, taubat vs sombong dst
3. Jangan ambil keputusan terlalu cepat.
4. Mohon perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk.” (HR. Ibnu Majah)

Tips istiqomah.
1. Berdoa kepada Allah
2. Duduk di Majelis ilmu, terutama kitab
3. Pilih teman yang sholeh

Semoga bermanfaat.

#syetan #setan #tahapdemitahap #iblis #maksiat

##$$-aa-$$mm

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?