12 menit membaca

*MEMPERBAIKI KUALITAS HIDUP*
Ustadz Ammi Nur Baits
Grand Rohan Yogyakarta
10 Sya’ban 1447 H/29 Januari 2026

Muqaddimah..

Ustadz memulai dengan gambaran Bagaimana seorang hamba tidak merespon hidayah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَا كُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ ۚ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَ نَّهٗۤ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 24)

Allah beri hidayah ➡️ respon ➡️ baik ➡️ amal ➡️diterima ➡️ pahala.

Bila respon itu buruk, Allah halangi dia dari hidayah, bertahan dalam maksiat – keburukan dianggap sebagai kebaikan – selamanya tidak bertaubat.

Ibnul Qayyim dalam Al Fawaid –
1. Hidayah itu ajakan kehidupan yang beri manfaat, yang hanya didapatkan ketika dia merespon hidayah Dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beri respons terhadap dakwah Rasulullah ﷺ. Hati makin mantap. Merasa tambah ilmu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا مَاۤ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ اَيُّكُمْ زَا دَتْهُ هٰذِهٖۤ اِيْمَا نًا  ۚ فَاَ مَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ

“Dan apabila diturunkan suatu surat maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya dan mereka merasa gembira.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 124)

Gembira dapat ilmu yang baru itu tambah iman, bentuk lain – tambah yakin.

Dan sebaliknya, orang yang menolak hidayah dengan respon yang buruk.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا مَاۤ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ اَيُّكُمْ زَا دَتْهُ هٰذِهٖۤ اِيْمَا نًا  ۚ فَاَ مَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ

“Dan apabila diturunkan suatu surat maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya dan mereka merasa gembira.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 124)

Direspon dengan hati berontak,hati tambah kotor ➡️ tabir hidayah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengumpulkan gabungan antara syariat dan takdir. Ibnul Qayyim jelaskan takdir buruk karena dia tidak merespon hidayah dengan baik.

Materi.

Setiap manusia itu lahir dengan keadaam tidak tahu apa-apa.

وَوَجَدَكَ ضَآلًّۭا فَهَدَىٰ

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

1. Jaga keselamatan iman.
Syarat masuk surga adalah menjadi mukmin yang bertauhid.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗۤ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ ۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 112)

Nabi ﷺ Berkata kepada Umar bin Khaththab – bahwa..

لا يدخل الخنة إلا الموْمنون

Sesungguhnya tidak boleh masuk surga kecuali orang yang beriman.
HR Muslim.

Iman akan bertahan ketika sang hamba tidak memiliki dosa syirik akbar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَـنَّةَ وَمَأْوٰٮهُ النَّا رُ ۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَا رٍ

“Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 72)

Bahaya dosa syirik.
1. Haram masuk surga – Kekal di neraka .qs Al Maidah ayat 72.

2. Hapuskan pahala amalan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِ لَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَئِنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 65)

3. Tidak akan diampuni oleh Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 48)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا

“Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 116)

4. Ruh tidak bisa baik ke langit.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

حُنَفَآءَ لِلّٰهِ غَيْرَ مُشْرِكِيْنَ بِهٖ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَكَاَ نَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ اَوْ تَهْوِيْ بِهِ الرِّيْحُ فِيْ مَكَا نٍ سَحِيْقٍ

“(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya. Barang siapa menyekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 31)

Bahaya syirik ⬅️ ➡️ jarak aman.

Model tabaruk dengan kuburan adalah contoh perbuatan yang melampaui batas jarak aman.

Amalan di kuburan.
1. Mendoakan mayit
2. Ingat kematian.

🔸Ilustrasi Tauhid.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ﷺ: بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Dari Abdullah bin Umar -semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Islam dibangun di atas 5 syahadat Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji, puasa ramadhan.

Dari hadits ini kita mengetahui – Zakat lebih kuat dari pada Puasa Ramadhan.

Zakat dan Puasa – urutan yang berbeda dari beberapa hadits.

5 Rukun Islam.
1. Syahadat – gerbang masuk Islam. Masuk Islam harus resmi. Murtad itu tidak resmi.
2. Sholat, amal badaniah terbaik.
3. Zakat, amal harta terbaik.
4. Haji – amal gabungan amal badaniah dan maaliyah.

Badan kuat, harta tidak mampu – tidak wajib haji dan tidak perlu dibadalkan.

Harta cukup, badan tidak kuat – haji tidak wajib tapi dibadalkan.

5. Puasa, amal tanpa amal. Imsak artinya – menahan.
Lima rukun Islam adalah tiang utama rumah.
Amalan sunnah – interior rumah.

Oleh karena itu tauhid harus selalu dijaga.
Jaga keikhlasan itu termasuk jaga tauhid.

Kajian tauhid harus disertakan dalam kajian apapun.

🔸Jangan sia-sia kan waktu mu.

Waktu adalah modal utama.
Amal ibadah adalah keuntungan.
Lewat waktu tanpa nambah amalan artinya nambah modal tapi gak dapat untung.

Jadi yang lebih penting adalah apa yang kita perbuat dengan waktu.

dari sahabat Thalhah Bin ‘Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu berkisah yang artinya,

“Bahwa dua laki-laki dari Baliyy datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keduanya masuk Islam bersama-sama.

Sedangkan salah seorang dari keduanya, ternyata memiliki gelora semangat yang tinggi daripada orang yang satunya. 

Dan orang tersebut ikut berperang di medan pertempuran, hingga dia pun akhirnya meninggal dengan kondisi syahid. Sedangkan yang lainnya, tetap hidup setahun setelahnya, lalu meninggal dunia.”

Kemudian Thalhah berkata, 
رأيت في المنام بينا أنا عند باب الجنة إذا أنا بهما فخرج خارج من الجنة فأَذن لِلذي توفي الآخر منهما ثم خرج فأذن للذي اسْتشهد ثم رجع إِلي فقال ارْجع فإنك لم يأْن لك بعد

“Aku bermimpi, ketika aku sedang berada di pintu surga, aku melihat kedua orang tersebut. Tiba-tiba ada seseorang keluar dari dalam surga, lalu mengizinkan orang yang mati terakhir dari keduanya untuk masuk dahulu.

Kemudian dia keluar lagi dari dalam surga, lalu mengizinkan orang yang mati syahid di medan pertempuran untuk masuk surga setelahnya.

Lalu dia menemuiku kemudian berkata, “Kembalilah, karena sesungguhnya belum datang waktu untukmu !”

Paginya Thalhah menceritakan kepada orang-orang dan mereka pun keheranan terhadapnya.

Hal itu sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka menyampaikan cerita itu kepada beliau. 

Maka beliau bersabda, 
من أَي ذلك تعجبون
“Dari sisi mana kalian heran?” 
Mereka menjawab yang artinya, 
“Wahai Rasulullah, orang yang satu ini sangat lebih semangat di antara keduanya, lalu dia mati syahid. Tetapi orang yang terakhir mati itu, masuk surga mendahului yang mati syahid”. 

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
أَليس قد مكث هذا بعده سَنة
“Bukankah dia (orang yang terakhir mati) tetap hidup setahun setelahnya?”

Mereka menjawab, “Ya”. 
Beliau bersabda lagi, 

وأَدرك رمضان فصام وصلى كذا وكذا من سجدة في السنة

“Dan bukankah dia telah menemui bulan Ramadhan lalu berpuasa Ramadhan, dan dia telah melakukan shalat sekian banyak sujud di dalam setahun ?” 

Mereka menjawab, “Ya”. 

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

فما بينهما أبعد مما بين السماء والأرض.

“Jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi.”
HR Ibnu Majah.

Selisih 1 tahun tapi bisa mendapatkan tempat lebih mulia di surga.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan,

مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْئٍ نَدْمِي عَلَى يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ نَقَصَ فِيْهِ أَجَلِيْ وَلَمْ يَزِدْ فِيْهِ عَمَلِيْ

“Aku tidak pernah memiliki penyesalan yang demikian mendalam dibandingkan dengan penyesalanku akan berlalunya satu hari yang amalku tidak bertambah pada hari itu, padahal ajalku semakin berkurang.” (Qimah Az-Zaman ‘Inda Al-Ulama, hal. 47)

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu harimu pergi, maka sebagian dari dirimu ikut pergi.” 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tidak bisa memanfaatkan dengan baik, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari).

Sihat adalah nikmat yang hanya bisa dilihat oleh orang yang tidak sehat.

Ulama – waktu lebih berharga dari pada kepingan emas. Mereka lebih pelit terhadap waktu dari pada pelitnya daripada uang.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَا نَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَا مًا
“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 67)

Berlebihan =boros.

Apakah setiap ada ingin sesuatu harus dituruti? Latih untuk menolak hawa nafsu.

Bahaya boros, dibenci boros.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَا شْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 31)

Juga di akhir ayat QS Al Anam ayat 61.

Perhatikan surat Al Ashar.

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.

Makna Al Ashar.

1. Waktu
2. Waktu Ashar
3. Sholat Ashar

Dalam sumpah,
1. Kata untuk sumpah.
والمقسم به

2. Kalimat tujuan sumpah.

مقسم عليه
Pernyataan
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Kaidah mu’sam bihi harus sinkron dengan mu’sam alaihi.

Kaidah yang sama dilihat pada surat Adh Dhuha (2 ayat pertama mengandung mu’sam bihi).

Dalam Surat Al Ashr Allah sebutkan gagal nya manusia karena gagal manfaatkan waktu.

Manusia ada 3 keadaan.

1. Berangkat bawa modal, pulang bawa hutang.
2. Berangkat bawa modal, pulang modal habis
3. Berangkat Bawa modal, pulang bawa untung.

🔸JAGA NIAT BAIK.

selalu jaga niat baik, hidup lebih terarah pada kebaikan.

Jaga niat baik ada 2 makna,
1. Jaga ikhlas
2. Jaga keinginan dan rencana ✅

Ada hadits walaupun dhaif – niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya… Tapi makna benar.

Niat tanpa amal terkadang bisa jadi ibadah.
Adapun tanpa niat, tidak dinilai ibadah.

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira mengenai pahala niat baik ini dalam sebuah hadis yang shahih sebagai berikut, beliau ﷺ bersabda :

من أتى فراشَه وهو ينوي أن يقومَ يُصلِّي من اللَّيلِ فغلبَتْه عيناه حتى أصبح، كُتِبَ له ما نوى, وكان نومُه صدقةً عليه من ربِّه
صححه الألباني في صحيح الترغيب – رقم: (21)

Barang siapa yang mendatangi tempat tidurnya dalam keadaan berniat untuk bangun salat malam, namun dia terkalahkan oleh kantuknya (tertidur) sampai masuk waktu subuh, maka akan dituliskan untuknya apa yang ia niatkan, dan tidurnya tadi terhitung shodaqoh untuknya dari Rabb-nya. HR Nasai, Shahih.

Tidur malam niat bangun, alarm bangun dimatikan alarm – batal niat. Jadi gak dapat pahala.

Peta harapan para sahabat. Ingin mati syahid.
1. Berhasil mati syahid
2. Masih Menunggu giliran.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَا لٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗ ۙ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًا 

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 23)

Muslim Ahlu sunnah ➡️ berangkat haji.
A. Berhasil haji.
B. Siaga haji.

Para sahabat yang tidak berhasil beramal, bukan karena malas tapi Karena udzur yang syari.

Kualitas niat juga mempengaruhi nilai ibadah…

Ibnu Mubarak – betapa banyak amalan kecil yang jadi besar karena kuatnya niat. Betapa banyak amalan yang besar jadi kecil pahalanya karena niat.

Jangan meremehkan amalan.

Dan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهَا كَمَا يُرَبِّيْ أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik, sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seseorang merawat anak kudanya hingga ia menjadi seperti gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Pesan Imam Ahmad pada anaknya – miliki niat yang baik karena engkau akan selalu diatas kebaikan selama engkau memiliki niat baik.

🔸 Jangan merasa kerdil di hadapan ilmu.
.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصٰرَ وَا لْاَ فْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

Ambil Faidah dari kisah Khidir dan Nabi Musa, bahwa Allah menurunkan ilmu kepada orang yang Allah kehendaki.

Manusia belajar ada 3 piranti.
A. Pendengaran – jalan ilmu
B. Penglihatan – jalan ilmu.
C. Fuad, untuk mencerna dan menyimpan.

Cara agar Fuad sehat.
1. Selalu dilatih belajar (dipaksa)

Dalam Al Qur’an Allah gambarkan manusia dengan kualitas belajar nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَسَا لَتْ اَوْدِيَةٌ بِۢقَدَرِهَا فَا حْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّا بِيًا ۗ وَمِمَّا يُوْقِدُوْنَ عَلَيْهِ فِى النَّا رِ ابْتِغَآءَ حِلْيَةٍ اَوْ مَتَا عٍ زَبَدٌ مِّثْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْحَـقَّ وَا لْبَا طِلَ ۗ فَاَ مَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۚ وَاَ مَّا مَا يَنْفَعُ النَّا سَ فَيَمْكُثُ فِى الْاَ رْضِ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَ مْثَا لَ 

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 17)

2. Hindari sampah batin – sakit hati /iri.

Memikirkan,
A. Masalah hidup (hutang, pekerjaan dst)
B. Materi pelajaran

Dominan A maka B berkurang.
Dominan B maka A berkurang.

Sehingga kurangi memikirkan masalah hidup… Tanamkan tawakal.

Sehingga harus perbanyak materi pelajaran.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan memerintahkan beberapa sahabat untuk tinggalkan materi dunia dan fokus ke materi pelajaran…

Allah sudah jamin masalah rezeki, sehingga selayaknya harus fokus pada urusan pelajaran ilmu.

Dengan demikian fuad akan menjadi lebih baik. Dan hindari pembicaraan yang tidak bermanfaat.

Belajar ilmu agama itu mengurangi kebodohan.

Jaga hati ini, jangan kotori dengan syubhat. Jangan mudah ikuti yang viral…

Dalam belajar, wajib cari guru yang jelas.
Guru yang baik adalah penentu kualitas ilmu.

Sumber Aqidah.
1. Budaya – lingkungan. – katanya… (ini berbahaya).
2. Logika – menurut saya… Ini juga berbahaya. Munculnya sekte-sekte agama muncul dari logika.

Berbudaya, ber logika itu boleh tapi jangan jadikan sebagai sumber agama.

Keinginan untuk selalu menambah ilmu itu adalah tanda kebaikan.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama” (Muttafaqun ‘alaihi).

Imam Ahmad : menuntut ilmu agama dengan niat yang benar adalah amalan yang tidak ada tandingannya…

Niat yang benar..
1. Hilangkan kebodohan pada dirinya. Ini terkait wawasan. Sehingga belajar akan tambah wawasan.
2. Tawadhu dihadapan ilmu
Artinya siap menerima kebenaran.

Tawadhu’ >< sombong.Sombong adalah 1. Menolak kebenaran 2. Merendahkan orang lainTawadhu - Menerima kebenaran dan tidak merasa lebih tinggi dari pada orang lain.Tawadhu 1. Lahiriah - sufi 2. Batin - siap menerima kebenaran.Terbuka terhadap ilmu, mau mengenal. 1. Tema berulang 2. Isi ; selalu ada yang baru.Said bin Jubair berkata,لا يَزَالُ الرَّجُلُ عَالِماً ما تَعَلَّمَ، فإِذَا تَرَكَ التَعَلُّمَ وَظَنَّ أنَّهُ قَدْ ٱسْتَغْنَى فَهُوَ أَجْهَلُ مَا يَكُوْنُSeseorang akan terus disebut alim selagi dia mau belajar. Tapi ketika dia berhenti belajar dan merasa sudah alim, maka sebenarnya dia adalah orang yang paling bodoh.Ulama mengatakan - menutup diri untuk belajar baik karena malas, karena malu dan karena sombong hanya akan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan.Ada 3 pilihan (Abu Darda) 1. Menjadi orang alim yang jadi sumber ilmu bagi masyarakat. 2. Menjadi muta'alim - pembelajar yang serius untuk belajar 3. Menjadi pendengar ilmu, sekalipun di bawah tingkatan pembelajar.Abu Darda - jangan jadi ke 4 yaitu orang yang tersesat.🔸 Berusaha beri manfaat bagi umat.Hadits - manusia yang paling dicintai Allah itu yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.Ilmu >>> berita.

Potensi
Kaya
Pinter
Jabatan
Status sosial
Fisik yang bagus

Prestasi
Semua potensi digunakan untuk memberi manfaat bagi umat.

Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda, “Manusia ibarat barang tambang berharga seperti tambang emas dan perak; orang-orang mulia pada masa jahiliah adalah orang-orang mulia pada masa Islam jika mereka memahami (agama).HR Bukhari dan Muslim.

🔸Mulai dari yang sederhana.

Memberi manfaat kepada orang lain tidak harus yang besar. Bisa dengan yang sederhana.

Kita bisa beri dukungan untuk video atau materi kajian sunnah dengan like, komentar yang positif.

Sebagaimana diabadikan dukungan katak dan kelelawar, dan dihargai..

Telah shahih hadits dari Abdullah bin ‘Amr secara mauquf bahwasanya beliau berkata: Janganlah membunuh katak karena suaranya adalah tasbih, dan jangan membunuh kelelawar karena ketika Baitul Maqdis dihancurkan, ia berkata: Wahai Tuhanku, berikan kekuasaan kepadaku atas lautan hingga aku menenggelamkan mereka (yang menghancurkan Baitul Maqdis).

Semoga bermanfaat.

#ilmu #salaf #logika #sunnah #daurah #anb.

Digita Template

Bagikan Catatan:

One Comment

  1. alhamdulillah dpt ilmu yg sngt bermamfaat dan masyaalla pelyanan ny bgtu baik semoga menjdi ldng phla bgi penyelenggara dauroh ini
    semoga ke depn ny ad dauroh2 selnjut ny dn klau bisa kuota ny di tmbh krn bnyk pemint ny yg tdk bisa ikut krn full .
    dan alngkah baik ny dauroh ny lesehan agr bisa bnyk menampung jamaah .
    ja zaakumullah khoiron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?