KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #6 ORANG-ORANG YANG SABAR
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #02 : ORANG YANG BERTAUBAT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH-04
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #5 ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI TUNTUNAN NABI ﷺ
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #10 HAMBA YANG SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH (11&12)
Diterbitkan pertama kali pada: 14-Okt-2023 @ 10:55
4 menit membaca*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
29 Rabi’ul Awal 1445H/14 Oktober 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد مسجد الحرام ومسجد الأقصى ومسجدي
“Janganlah suatu perjalanan itu dilakukan (dengan sengaja, persiapan khusus) kecuali ke masjid yang tiga : Masjidil Haram, masjid Al-Aqsha, dan masjidku (Masjid Nabawi).” (HR. Bukhari).
Semoga Allah memberi pertolongan kaum muslimin Palestina dari musuh-musuh Allah, Yahudi.
➡️ Orang-orang YANG berbuat adil.
Ibnul Qayyim berkata : poin penting bukan sekedar pengakuan cinta kalian kepada Allah, tapi yang penting adalah Allah mencintai kalian meskipun tidak kalian ungkapkan. Allah mencintai kalian bila kalian menjalankan apa yang Allah cintai.
Allah tidak butuh ungkapan kita.
✅✅Adil adalah menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya.
Lawan adil adalah dzalim, menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Tauhid adalah seadil-adilmya keadilan, keadilan tertinggi.
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نْ حَكَمْتَ فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِا لْقِسْطِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
“Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 42)
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ صْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِا لْعَدْلِ وَاَ قْسِطُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
“Maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 9)
{ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ}
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Al-Mumtahanah: 8)
❗Ada tiga perintah dan tiga larangan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِا لْعَدْلِ وَا لْاِ حْسَا نِ وَاِ يْتَاۤىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ وَا لْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji/kotor, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 90)
✅ Sehingga berbuat adil itu wajib.
🔵 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِا لْقِسْطِ
“Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku berlaku adil.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 29)
🔵 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ قِيْمُوا الْوَزْنَ بِا لْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَا نَ
“Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.”
(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 9)
🔵 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَ
“Celakalah bagi orang-orang yang curang (tipis) (dalam menakar dan menimbang)!”
(QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 1)
Hati-hati dalam berniaga, jangan karena harapkan untung sedikit tapi rugi di akhirat kelak.
Dan Allah memberi ancaman orang-orang yang berbuat dzalim.
🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ بِا لْقِسْطِ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 135)
➡️ Dalil dari hadits
🔹Hadits 1
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا
“Orang-orang yang berlaku adil berada di sisi Allah di atas mimbar (panggung) yang terbuat dari cahaya, di sebelah kanan Ar Rahman ‘azza wajalla -sedangkan kedua tangan Allah adalah kanan semua-, yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, adil dalam keluarga dan adil dalam melaksanakan tugas yang di bebankan kepada mereka.”
[HR Muslim]
Yaitu akan berada di tempat kemuliaan Allah. Kemuliaan yang abadi.
🔹✅Hadits 2
🔸Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلاثَةٌ ، ذُو سُلْطَانِ مُقْسِطٌ مُوَفَّقٌ ، وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ ، وَعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيَالٍ
“Penghuni surga ada tiga golongan: penguasa yang adil dan gemar bersedekah dan diberi taufiq oleh Allah kepada kebenaran, orang yang penyayang dan berhati lemah-lembut kepada keluarga dan orang Islam, dan orang fakir yang selalu menjaga kehormatan diri dan ia memiliki keluarga“ HR Tirmidzi, hasan.
Yang ketiga adalah mencukupkan dengan yang halal. Penguasa yang adil – yang dimaksud adalah penguasa tertinggi.
Maka nya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajarkan doa
اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haroomika, wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak.
Ya Allah, cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Jadikanlah aku kaya dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada Selain Mu. HR Abdullah bin Ahmad.
🔸Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دعته امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu:
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata. HR Ahmad.
Berusahalah untuk menjadi satu dari tujuh golongan yang akan dapat naungan Allah kelak.
❗Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. HR Muslim)
🔹Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Ada tiga hal yang menyelamatkan, yaitu; takut kepada Allah di saat sendiri maupun ramai, tetap adil ketika ridho maupun marah, tetap sederhana di saat miskin maupun kaya. Dan ada tiga pula yang membinasakan; selalu mengikuti hawa nafsu, kikir, dan bangga pada diri sendiri”(HR. Al-Baihaqi)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.””
(QS. Luqman 31: Ayat 13)
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$$$

