WAFATNYA HUSEIN bin ALI
Diterbitkan pertama kali pada: 23-Jul-2023 @ 14:21
3 menit membaca*WAFATNYA HUSEIN bin ALI*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
5 Muharam 1445 H / 23.07.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Pada bulan Muharam ini ada peristiwa yang sangat menyedihkan, yaitu wafatnya cucu baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Husein bin Ali.
Yazid bin Muawiyah pada umur 34 tahun pada tahun 60H dibaiat menjadi khalifah.
Abdullah bin Zubair dan Husein bin Ali tidak berbaiat pada Yazid bin Muawiyah.
Begitu juga Husein bin Ali juga tidak baiat Yazid. Husein malah pergi ke Mekkah.
Kemudian, di Iraq – mereka dari dulu tidak menghendaki kepemimpinan Muawiyah apalagi Yazid. Tetapi ingin Ali bin Abi Thalib.
Orang-orang Iraq banyak berkirim surat kepada Husein yang isinya menginginkan mereka baiat kepada Husein.
Husein mengutus Muslim bin Aqil bin Abi Thalib ke negeri Kuffah (Iraq) untuk cross chek surat-surat yang diterima Husein.
Muslim bin Aqil menemukan penduduk Kuffah bahwa mereka tidak kehendaki Yazid bin Muawiyah.
Muslim bin Aqil menemui Hanif bin Urwah. Dan penduduk Kuffah baiat Husein dengan representasi Husein bin Aqil.
Nukman bin Bashir – gubernur Kuffah yang diangkat Yazid, mendengar berita dibaiat nya Husein / Muslim. Dan Nukman membiarkan hal itu. Yazid bin Muawiyah kemudian mengganti Nukman dengan Ubaidilah bin Ziyad sebagai gubernur Kuffah yang sebelummya Gubernur Bashrah. Sekalian merangkap sebagai gubernur dua wilayah itu.
Ubaidilah bin Ziyad datang ke Kuffah dengan menyamar dan dikira sebagai Husein.
Ubaidilah kemudian utus Ma’qil untuk memata-matai. Dengan bawa 3000 dinar. Dan langsung menemui Hanif bin Urwah dan serahkan uang tersebut sehingga bebas memata-matai kegiatan Muslim bin Aqil.
Muslim bin Aqil kemudian kirim surat ke Husein di Makkah untuk datang ke Kuffah untuk dibaiat. Husein berangkat pada hari Tarwiyah.
Ubaidilah bin Ziyad – panggil Hanif bin Urwah yang masih menyembunyikan Muslim bin Aqil dan akhirnya di penjarakan.
Muslim bin Aqil bawa pasukan 4000 untuk menjemput Hanif bin Urwah.
Di istana Kuffah sudah berkumpul para pembesar dan mereka sepakat untuk memggembosi pasukan Muslim bin Aqil yang akhirnya semua pasukan meninggalkan Muslim bin Aqil sendirian.
Singkat cerita – Muslim bin Aqil dihukum mati dan sempat mengirim surat kepada Husein untuk kembali ke Mekkah. Karena penduduk Kuffah itu hanya berdusta. Muslim bin Aqil dihukum mati pada hari Arafah.
Masalah ini sudah didengar Oleh para sahabat Radhiallahu’anhum. Dan berusaha mencegah Husein untuk tidak pergi ke Kuffah diantaranya Abdullah bin Umar, Ibnu Abbas, Abu Said Al Khudri, Abdullah bin Zubair..
Sampailah Husein di Al Qadisiyah dan sampai lah kabar bahwa Muslim bin Aqil telah dihukum mati. Husein ingin kembali ke Mekkah dan di dalam rombongan ada anak-anak Muslim bin Aqil yang menolak untuk kembali ke Mekkah.
Ada pasukan 1000 orang di pimpin AlHur bin Yazid at Tamimi. Utusan Ubaidulah bin Ziyad.
Al Hur berusaha mencegah Husein untuk tidak pergi ke Kuffah namun Husein tetap melanjutkan ke Kuffah..
Sampai lah Husein pada daerah Karbala (Iran – Karbun wa Balaun – kesusahan dan bencana).
Ada 4000 pasukan dibawah Umar bin Saad dan akhirnya Ubaidulah bin ziyad setuju bahwa keputusan akan diambil oleh Husein.
Ada Syamrun yang orang dekat dengan Ubaidilah. Yang menolak kebijakan Ubaidulah. Dan akhirnya Ubaidulah ikut pendapat Syamrun..
Akhirnya 72 pasukan Husein berhadapan dengan 5000 pasukan Ubaidilah bin Ziyad.
Husein menasihati pasukan 5000 dan sebanyak 30 orang jadi ikut bela Husein,diantaranya Al Hur.
Kemudian datang waktu sholat Dhuhur dan Ashar, dan sholat dua pasukan itu dipimpin Husein.
Menjelang maghrib pasukan Ubaidulah mendekat ke Husein dengan maksud membunuh Husein.
Akhirnya terjadi perang yang tidak seimbang, 72+30 vs 5000..dan akhirnya hanya tersisa Husein bin Ali.. Awalnya mereka segan melawan Husein dan si Syamrun yang menyuruh pasukan untuk terus membunuh Husein yang akhirnya kepalanya dipenggal.
Kepala Husein dibawah ke Kuffah, dan Ubaidulah masukkan kayu ke kepala Husein dan disaksikan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu. Anas mencela perbuatan Ubaidulah bin Ziyad tersebut.
Anas Radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Singkirkan pedangmu dari mulut itu, karena aku pernah melihat mulut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium mulut itu!” Mendengarnya, orang durhaka ini mengatakan, “Seandainya saya tidak melihatmu sudah tua renta yang akalnya sudah rusak, maka pasti kepalamu saya penggal.”
✅ FAWAID
1. An Nawashib – orang-orang yang tidak suka keluarga Nabi tetap salahkan Husein.
2. Husein adalah tetap pemimpin (orang-orang Syiah)
3. Ahlu sunnah – Husein terbunuh karena kedzaliman dan mati syahid. Karena Husein adalah pemimpin pemuda di Surga.
♦️Bidah yang terjadi
1. Penduduk Kuffah menyesal dan siksa diri.
2. Gembira pada hari itu dengan bagi-bagi makanan
Semoga bermanfaat..
##$$-aa-$$##


