KITABUL JAMI’ : DZIKIR & DOA (1)
Diterbitkan pertama kali pada: 05-Jul-2020 @ 21:42
5 menit membacaSYARAH KITABUL JAMI’ – *DZIKIR & DOA*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
15 Dzulqaidah 1441 H
Bab 6: Dzikir dan Doa
Keduanya ibadah yang agung.
لاَ يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللهِ
Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Allah. HR Tirmidzi
Firman Allah,
أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Pujian Allah kepada orang-orang yang selalu mengingat Allah dalam keadaan.
Allah Ta’ala berfirman,
إنَّ في خَلْقِ السَّماوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِهِمْ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.” (QS. Ali Imran: 190-191)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berdzikir (mengingat) Allah pada setiap waktunya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dzikir adalah ibadah yang sangat mudah, pahala besar namun tidak banyak yang melakukan.
Karena taufik di tangan Allah.
Siapakah orang yang ibadah nya terbaik? Adalah yang ibadah nya banyak dzikir / ingat Allah.
*Dzikir dan Doa*
Dzikir
1.Dengan Hati
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًۭا
dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. Qs Al Kahfi ayat 28.
2. Dengan lisan, contoh ucapan.
3. Dengan anggota tubuh. Contoh: sholat.
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ
Dirikan sholat untuk mengingat-Ku.
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).
Dzikrullah
Dzikir terbaik, tergabung hati dan lisan atau hati anggota tubuh.
DOA
Ada dua
1. Doa masalah, memohon langsung dengan lisan
2. Doa ibadah, doa dengan kondisi ibadah.
Seorang haji, sholat untuk diampuni dosa-dosa nya.
Dzikir, disebut ibadah dari sisi mengingat Allah.
Doa, disebut ibadah, menunjukkan ketundukan di hadapan Allah, sebagai bukti hamba Allah.
Jangan sampai kita terjebak urusan sehari-hari yang melupakan dzikir kepada Allah.
Orang yang paling baik, banyak dzikir dan berdoa kepada Allah.
*Hadits 1.Keutamaan Dzikir*
Disebutkan dalam hadits qudsi:
يَقُولُ اَللَّهُ -تَعَالَى-: أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي, وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Aku (Allah) bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku, selagi dua bibirnya bergerak mengingat-Ku”.
*Faidah :*
1. Bersama di sini, bersama khusus yang melazimkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah berfirman,
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ
Ingatlah Aku niscaya Aku ingat kalian..
(syarat dan jawab).
2. Allah bersama sang hamba (ada perhatian khusus).
3. Menunjukkan dzikir dengan lisan, Allah ingin disebut.
Ada hadits mirip.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih)
*Hadits 2. Dzikir menjadi Perisai dari Azab ALLAH*
عَنْ مُعاَذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَا عَمِلَ اِبْنُ آدَمَ عَمَلاً، أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ.” أَخْرَجَهُ اِبْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ، وَالطَّبَرَانِيُّ بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ.
Dari Mu’adz bin Jabal Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah seorang anak Adam melakukan suatu perbuatan yang lebih dapat menyelamatkannya dari adzab Allah selain dari dzikir kepada Allah.” (HR.Ibnu Abu Syaibah dan ath-Thabarani dengan sanad yang hasan).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga sangat banyak dzikir.
*Hadits 3. Keutamaan Majelis Dzikir*
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا، يَذْكُرُوْنَ اللَّهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ.” أَخْرَجَهُ مُسْلمٌ.
Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majelis untuk berdzikir mengingat Allah, melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
Suatu kaum, mencakup 2 atau 3 orang atau lebih
Mejelis, tidak harus di masjid
Mereka ingat Allah (umum), berdzikir dengan lisan, Baca Al Qur’an, bershalawat, menuntut ilmu..
Kata Allah,
فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Dzikir disini adalah ilmu Allah, syariat Allah.
juga dalam firman Allah,
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. QS Al-Jumu’ah (62) ayat 9
Dzikir yang dimaksud yang joget nari2.
*Faidah*
1. Malaikat meliputi.
dalam sebuah hadits tentang keutamaan majelis ilmu disebutkan bahwa para malaikat mengelilingi orang-orang yang berdzikir dengan sayap mereka sehingga langit dunia
Malaikat akan letakkan sayap nya karena ridho.. (tawadhu kepada penuntut ilmu).
2. Sifat Maha Tinggi Allah (Allah sebut di sisi hamba-hamba-Nya yang tinggi)
*Hadits 4. Berdzikir & Shalawat atas Nabi dalam Majelis*
وَعَنْهُ قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرُوْا اللَّهَ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم ، إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ.” أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَسَنٌ.
Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum duduk disuatu majelis tetapi mereka tidak berdzikir mengingat Allah dan tidak membacakan shalawat kepada Nabi Sallallahu Alayhi Wasallam melainkan mereka akan ditimpa penyesalan pada hari kiamat nanti.” (HR. at Tirmidzi,hasan)
Catatan : padahal bukan majelis maksiat..
1. Agungkan waktu, kita hanya kumpulan hari-hari. Seperti perkataan Hasan Bashri..
اِبْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai anak manusia, kamu itu hanyalah (kumpulan) hari-hari, tiap-tiap satu hari berlalu, hilang sebagian dirimu.”
Waktu itu ibarat sebilah pedang, kalau engkau tidak memanfaatkannya, maka ia
akan memotongmu (Ali bin Abu Thalib)
Ibnul Qayyim, tentang kumpul2 dengan kawan2:
1. Sekadar untuk senang2.. Ada manfaat, tetapi mudhorot lebih besar setidaknya merusak hati dan buang waktu.
2. Dalam rangka untuk kerja sama untuk selamat dari jahanam dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, Maka ini ghanimah yang paling besar dan paling manfaat.
*Kumpul2 yang perlu dihindari.*
1. Bergaya omong dibuat2 tidak wajar (ada riya)
2. Berkumpul lebih dari yang diperlukan
3. Sering pertemuan syahwat, ingin jumpa terus.
*Hadits 5..Dzikir-Dzikir yang Disunnahkan*
عَنْ أَبِيْ أَيُّوْبَ اَلأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ،” عَشْرَ مَرَّاتٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ”. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Abu Ayyub al Anshari Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa membaca ‘La ilaha illallah wahdahu la syariikalah, lahulmulku wa lahulhamdu, wahuwa ‘ala kulli syai inqadir.
(Tidak ada Tuhan selain Allah semata yang tidak punya sekutu sama sekali. Kepunyaan-Nya lah seluruh kekuasaan, dan milik-Nya lah segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu)’ sebanyak sepuluh kali, maka ia seperti orang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan Ismail.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dzikir harus dengan hati, ingat Allah.
*Hadits 5. Penghapus Dosa*
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca ‘Subhanallah wa bihamdihi (Mahasuci Allah dan dengan segenap puji-Nya)’ sebanyak seratus kali, niscaya semua dosanya dihapus, walaupun laksana buih di laut.” (Muttafaqun ‘alaih)
Buih di lautan, itu sangat banyak.. Belum tentu dosa kita sebanyak itu.
Maka sebaiknya kita ucapkan dzikir ini sesering mungkin.
*Hadits 6..Dzikir yang pahala nya sangat banyak* , bagian dari dzikir pagi petang.
عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ اَلْحَارِثِ رضي الله عنها قَالَتْ: قَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ، لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ اَلْيَوْمِ لَوَزَنَـتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.
Dari Juwairiyah binti al Harits Radiyallahu anha ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda kepadanya:
“Sungguh aku telah membaca sesudahmu empat kalimat yang seandainya (pahalanya) ditimbang dengan (pahala) kalimat yang kamu baca seharian, pasti bisa mengimbanginya, yaitu kalimat
‘Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wazinata ‘arsyihi, wa midada kalimatihi.’
(Mahasuci Allah dengan segenap puji-Nya, sebanyak makhluk ciptaan-Nya, sejauh keridhaan-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya).” (HR. Muslim)
Banyak sekali makhluk Allah..
Arsy Allah sangat besar sekali..
Tinta air laut, tentu akan sangat banyak tulisan yang dihasilkan…
Maka, perbanyaklah dzikir dengan hati yang khusyu..
$$##-aa-##$$


