TATA CARA PEMULASARAN JENAZAH YANG TERPAPAR VIRUS SARS-CoV-2 DITINJAU DARI SYARIAT ISLAM & MEDIS
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 17:45
5 menit membacaTATA CARA PEMULASARAN JENAZAH YANG TERPAPAR VIRUS SARS-CoV-2 DITINJAU DARI SYARIAT ISLAM & MEDIS
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, MA & dr. Teguh Wibowo
18 Sya’an 1441 H
*Sesi pertama : Medis*
Tenaga medis adalah garda terdepan dalam melawan virus Covid19 ini.
Virus ini sama dengan kita, punya saudara, saudara dari virus MERS/SARS.
Cara penularan hanya lewat cairan tubuh dari pasien yang keluar dari hidung dan mulut (drop plet)
Gejala penderita : bisa tanpa gejala atau gejala yang berat tergantung imun tubuh seseorang.
Bisa gejala ringan seperti flu
Sampai gejala yang berat, sampai sesak nafas.
Virus ini bisa bereaksi sangat cepat apalagi bila sudah ada penyakit sebelumnya (komorbit) misalnya hipertensi, atau sakit lainnya.
Perlu diketahui bahwa. Penyakit ini:
1. Belum ditemukan vaksinnya
2. Penyakit yang bisa sembuh sendiri karena daya tahan tubuh.
Cara hindari bagaimana?
1. Menggunakan masker baik yang sakit maupun sehat , studio yang ber AC juga ada resiko
2. Sering2 cuci tangan dengan 5 langkah
3. Tingkatkan sistem imun, dengan pola hidup dan gaya hidup yang sehat : (makanan yang sehat), istirahat yang cukup (6-8 jam).
4. Hindari kontak dengan physycal distancing, jarak nya 1.2 meter.
Klasifikasi dalam pandemi ini :
ODR = OTG : orang dalam resiko /orang tanpa gejala yang datang dari zona merah.
Cukup isolasi diri.
ODP : orang dalam pemantauan, ODR yang ada gejala
PDP : datang dari zona merah dengan gejala yang lebih berat
Perlu test.
Confirm : PDP yang positif berdasarkan test.
Disarankan PDP sudah harus di RS.
Istilah suspect sudah ditiadakan.
Apa Itu carrier?
Orang yang tidak menunjukkan gejala (ODR) tapi setelah ditest hasilnya positif.
Bagaimana dengan jenazah?
Tidak perlu takut dengan jenazah yang dikirim dari RS yang diantar oleh petugas dengan pakaian APD.
Karena RS telah menerapkan tata cara penanganan jenazah yang sama untuk ODP, PDP dan Confirm.
Mulai dari ruang isolasi, jenazah dimasukkan kantong dan di disinfektan.
Di ruang forensik, jenazah disemprot disinfektan.
Setelah itu dimandikan oleh petugas kesehatan (dengan pakaian APD lengkap).
Kemudian dikafani dan masuk kantong plastik , jadi ada 2 plastik dan dimasukkan kantung jenazah dan masuk ke peti jenazah.
Sehingga tidak perlu kuatir dengan jenazah tersebut karena sudah steril.
Di RS ada tim bimbingan rohani, sehingga ada pelaksanaan shalat jenazah.
Sebaiknya ada petugas khusus di tiap kecamatan.
*Sesi kedua : Syariah*
Semoga Allah menjaga kita dari wabah ini dan menjaga keimanan kita, semoga kita semua diberi Husnul khatimah..
Dalam melihat sesuatu dengan kacamata Islam, karena petunjuk terbaik adalah Islam.
Diantara cara Islam menghadapi wabah ini.
1. Kita yakini ini datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan maksud kita kembali kepada Allah.
Allah ta’ala berfirman,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (Qs. at-Taghabun: 11)
2. Musibah datang kecuali atas dosa kita.
Allah Ta’ala berfirman :
وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ
“Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)” (QS. Asy-Syuuraa: 30).
Kita harus banyak istighfar, kita ulang2 doa Nabi Yunus..
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ.
LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN
(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).
3. Kita harus yakin bahwa dibalik wabah ini banyak hikmah.
Bahkan sebagian ulama mengatakan, orang mukmin yang meninggal karena Covid19 bisa masuk dalam golongan orang yang mati syahid, karena masuk dalam hadits Nabi Muhammad Shallallahu alahi wasallam:
_”Orang yang mati karena penyakit dalam (al-Mabtuun) itu syahid”_ *[Shahih Bukhari: 5733].*
Misalnya :
– kesombongan manusia menjadi hilang
– manusia itu lemah dari sisi jasad dan pikiran
– banyak sekali kemaksiatan yang hilang
– banyak orang kembali kepada Allah.
Bagaimana Islam atur jenazah wabah corona?
1. Diharapkan wafat sebagai syahid.. Hadits meninggal karena mati syahid.
Ini bukan syahid dunia (yang ikut perang), tetapi syahid akhirat.
Di dunia diperlakukan seperti biasa.
2. Pedoman untuk memandikan jenazah telah disebutkan oleh MUI, fatwa no 18 tahun 2020.
1. Jenazah dimandikan tanpa harus dibuka pakaian, ini karena hal yang memaksa (darurat).
Pernah dilakukan oleh para shahabat saat memandikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
2. Petugas wajib berjenis kelamin yang sama dengan jenazah.
Sebagian Syafi’i – membolehkan hanya tayamum.
Sebagian yang lain, boleh bila tidak ada yang berjenis kelamin sama..
3. Petugas sebelum memandikan, membersihkan jenazah tersebut. Kalau mau boleh menekan perutnya, kecuali bila takut akan ada penularan.
4. Petugas memandikan jenazah dengan cara mengucurkan air ke seluruh badan dan diakhiri dengan wewangian.
5. Bila ada rekomendasi dari ahli medis untuk tidak perlu dimandikan maka boleh tayamum.
Bila sudah terlanjur sudah dibungkus tapi belum ditayamumkan atau dimandikan maka gugur kewajiban memandikan atau mentayamumkan.
Keadaan darurat membolehkan meninggalkan hal tersebut.
6. Mengafani jenazah, menggunakan 3 lapis lain, kemudian dimasukkan kantung yang tidak tembus dan dimasukkan peti jenazah dengan keadaan miring ke kanan.
Bila setelah dikafani ditemukan najis maka boleh dibiarkan.
7. Menguburkan jenazah, disesuaikan dengan protokol medis.
Dikuburkan dengan peti mati sekaligus.
Boleh dikubur dengan beberapa jenazah dalam satu liang kubur.
Ini pernah dilakukan pada jaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat selesai perang Uhud.
Penentangan pemakaman jenazah yang terpapar covid-19 ini adalah kedzaliman, karena yang wafat bukanlah orang yang hina.
Aisyah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan Jawaban Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab, Thaun ini diciptakan Allah bagi orang-orang yang Allah kehendaki, tapi bisa jadi rahmat bagi orang-orang yang sabar,yang tetap di daerah itu.
Orang yang terpapar covid-19 bisa jadi Allah ingin memuliakan hamba-hamba-Nya.
Dan bisa jadi bukan karena kesalahan mereka.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menasihati, orang yang beriman akan mencintai saudara nya.
QA.
1. Bila ada yang meninggal namun tidak ada informasi lengkap, maka diharapkan bertanya kepada petugas kesehatan untuk membantu identifikasi,setelah bertanya dengan orang-orang terdekat jenazah.
2. Berpakaian APD, bagaimana shalatnya?
+ bila memungkinkan shalat di jamak (Dhuhur dan Ashar, maghrib dan Isya). Dan sholat dalam keadaan berdiri.
+ bila ternyata tidak bisa jaga wudlu dan susah untuk wudhu dan tayamum, boleh untuk shalat walaupun dalam keadaan najis. Karena darurat.
3. Masker – sebaiknya ganti tiap 4 jam
4. Bila ada tetangga yang meninggal terpapar Covid19, apakah wajib ta’ziyah?
Ta’ziyah adalah sunnah (bisa dilakukan dengan telpon, kirim pesan, kirim makanan) dan penyelenggaraan jenazah adalah fardhu kifayah.
$$##-aa-$$##


