SILSILAH HADITS SHAHIH-06
📖 *SILSILAH HADITS SHAHIH-06*
✒️ Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani yang disusun oleh Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman.
Ustadz Badrusalam, Lc
28 Jumadil Akhir 1447H/ 18 Desember 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
➡️ BAB 1: Akhlak, Perbuatan baik dan Hubungan sesama manusia.
🔹 Hadits 23
Dari Abdah bin Abu Lubabah, dari Mujtahid, dari Ibnu Abbas, secara marfu ;
“Jika seorang Muslim bertemu dengan saudaranya sesama Muslim, lalu ia meraih dan menjabat tangannya, maka berjatuhanlah dosa dan juga kesalahan keduanya dari sela jari-jari mereka laksana daun yang berguguran pada musim dingin.”
Abdah melanjutkan : “Aku berkata kepada Mujahid : ‘Sesungguhnya hal itu ringan untuk dilakukan.’ Mujahid berkata : ‘Janganlah kamu berkata seperti itu, karena Allah Ta’ala berfirman di dalam kitab-Nya”
لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ
“Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka.”(QS. Al-Anfal 8: Ayat 63). ”
Mendengar ucapannya itu, tampaklah bagiku ketinggian ilmu Mujahid daripada yang lain.” HR Bahsyal al Wasithi.
Marfu – artinya sampai kepada Rasulullah ﷺ.
Mauquf – sampai pada shahabat.
🔸Faidah
1. Keutamaan jabat tangan dengan teman yang suka ketemu.
Ada Dua keadaan:
A. Teman yang lama gak jumpa, disunahkan berpelukan.
B. Sering jumpa, maka jabat tangan.
Keutamaan – dosa berguguran.
Ada yang menggunakan hadits ini sebagai dalil jabat setelah sholat namun hal ini tidak tepat.
2. Hadits ini menunjukkan tidak boleh meremehkan amalan sekecil apapun.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
“Jangan sekali-kali Anda menyepelekan perkara kebaikan walaupun hanya berwajah ceria ketika Anda bertemu dengan saudaramu (sesama muslim).”
HR Muslim.
3. Jabat tangan itu bisa menyatukan hati yang retak.
🔹Hadits 24
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أَبِي مَاتَ وَلَمْ يَحُجَّ، أَفَأَحُجُّ عَنْهُ؟ قَالَ: أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ عَلَى أَبِيكَ دَيْنٌ أَكُنْتَ قَاضِيَهُ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَحُجَّ عَنْ أَبِيكَ.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku meninggal dan belum berhaji, apakah aku boleh menghajikannya?”
Nabi ﷺ menjawab: “Bagaimana pendapatmu jika ayahmu memiliki utang, apakah engkau akan melunasinya?” Ia menjawab: “Ya.”
Nabi bersabda: “Maka hajikanlah ayahmu.”
HR Thabrani.
🔸Faidah
1. Adanya Badal Haji. Ada beberapa poin penting.
1.1 tidak boleh badal haji untuk haji yang pertama bagi yang punya kemampuan.
1.2 badal haji untuk orang sakit dan tidak diharapkan sembuh, atau fisik tidak mampu atau sudah meninggal.
1.3 badal haji tidak sah untuk orang yang tidak punya kemampuan harta.
1.4 disyaratkan orang yang mau hajikan orang lain sudah pernah haji.
1.5 wanita boleh menghajikan laki-laki dan sebaliknya.
1.6 tidak boleh satu orang menghajikan dua orang atau lebih dalam satu kali haji.
1.7 tujuan badal haji bukan untuk keuntungan harta. Tapi dalam rangka berbuat baik. Di akhirat kelak, dia batal pahalanya.
1.8 apabila seorang muslim meninggal dunia, belum haji dan cukup harta. Maka hartanya dikeluarkan untuk biaya haji.
1.9. Orang yang menghajikan orang lain maka pahala haji untuk yang dihajikan. Pelaku haji dapat pahala sesuai dengan niatnya.
1.10 yang paling utama hajikan adalah anak, kemudian kerabat. Baru orang lain.
1.11 tidak disyaratkan orang yang dihajikan kenal dengan orang yang menghajikan.
1.12 kalau antum disuruh badalkan kemudian di badalkan lagi ke orang lain, ini boleh asal ada keridhaan.
1.13 boleh kah badal haji untuk haji sunnah? Ada khilaf – Syaikh Utsaimin tidak membolehkan.
1.14 hendaknya orang yang akan hajikan adalah punya ilmu manasik haji dan amanah.
2. Qiyas itu hujjah. Qiyas = menyamakan hukum pokok dengan hukum cabang karena ada kesamaan sebab.
Qiyas dipakai kalau sudah tidak ada dalil, ketika darurat dan hanya yang ahli yang boleh menggunakan.
🔹Hadits 25
Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ berpesan di dalam sakitnya :
أَرْحَامَكُمْ أَرْحَامَكُمْ
Jagalah Silaturahim kalian, jagalah silaturahim kalian. HR Ibnu Hibban.
🔸Faidah
1. Silaturahim itu khusus untuk yang ada hubungan rahim.
2. Keutamaan silaturahim – umur panjang dan rezeki luas
3. Silaturahim paling besar pahala adalah menyambung silaturahim pada orang yang memutus silaturahim.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
“Orang yang menyambung (tali silaturrahim) bukanlah orang yang membalas jasa. Akan tetapi orang yang menyambung (tali silaturrahim) adalah yang apabila diputuskan hubungan (silatarrahim)nya, ia menyambungnya.”.
4. Cara jaga hubungan silaturahim.
A. Memperhatikan keluarga daripada yang lain. Pahala nya ada dua. Silaturahim dan sedekah.
B. Kunjungi sekali-sekali
C. Jangan tinggal berdekatan.
D. Pelajari nasab.
Semoga bermanfaat.
#sunnah #adab #akhlak #silaturahim #haji #badal #Albani

